Atlet Bulu Tangkis Legendaris Bikin Petisi  

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah atlet bulu tangkis nasional legendaris yang diwakili Ivana Lie, Imelda Wiguna, dan Joko Supriyanto menyampaikan petisi keprihatinan kepada Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) pada Kamis 31 Mei 2012. Petisi berisi desakan agar PBSI mengevaluasi serta membenahi dunia bulu tangkis sebagai kelanjutan atas kegagalan tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2012.

"Kami menyampaikan secara resmi desakan yang sudah kami umumkan kepada publik Senin lalu,” kata Ivana saat penyerahan petisi kepada Wakil Ketua PBSI I Gusti Made Oka di kantor PBSI. »Kalau berkenan kami minta waktu untuk berdialog."

Petisi itu berisi antara lain tuntutan agar PBSI bertanggung jawab dengan mengevaluasi penyebab kegagalan di Piala Thomas dan Uber dengan langkah konkret. PBSI juga didesak mengatasi masalah tumpang tindih kewenangan pengurus dalam tubuh PBSI serta meninjau keberadaan pelatih asing.

I Gusti Made Oka menyambut baik masukan dari para mantan atlet bulu tangkis Indonesia. PBSI akan mendiskusikan semua masukan itu secara internal sebelum menindaklanjutinya.

Oka juga menilai petisi tersebut merupakan masukan positif. PBSI mengapresiasi kepedulian para mantan atlet bulu tangkis ini. Setelah berdiskusi, pengurus berencana mengundang para mantan atlet bersama-sama untuk berdialog mengenai masalah ini. "Kami hargai karena isinya tidak main-main, pasti berkualitas. Nanti setelah diskusi internal, kami akan undang beliau-beliau ini," kata Oka.

Mantan atlet nasional Joko Supriyanto berharap desakan ini benar-benar didengar oleh pengurus. "Sekarang ini kan ada momentum, dengan gagal di Thomas dan Uber. Maka keprihatinan jadi lebih dalam dan mudah-mudahan saja didengar," kata Joko.

Joko berharap pihak lain di luar PBSI seperti DPR dan Kementerian Pemuda dan Olahraga bisa turut campur dan membantu PBSI menyelesaikan masalah ini. Alasannya, PBSI tak bisa mengatasi hal ini sendiri.

ANANDA W. TERESIA

Berita Terkait

Kegagalan Thomas-Uber, Pelatih Harus Introspeksi

Eks Atlet Berpeluang Latih Tepok Bulu Cipayung

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.