Perang Lawan Geng Motor

Atlet Wanita India Ditangkap karena Kasus Perkosaan

Kolkata (AFP/ANTARA) – Seorang atlet wanita asal India yang didakwa karena memperkosa pasangannya, membela dirinya dan mengatakan bahwa ia sebenarnya adalah seorang pria.


Pinki Pramanik, yang memenangkan medali emas estafet 4x400m di Asian Games 2006, ditangkap Kamis malam dan dibawa ke kantor polisi Baguiati di barat laut Kolkata.


Polisi mengatakan pasangannya menuduhnya melakukan pemerkosaan berulang dengan cara menjadi lelaki, dan Pramanik menolak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit pemerintah.


"Saya telah menjalani berbagai tes dalam karier saya sebagai seorang atlet," ujar Pramanik seperti dikutip Times of India, Jumat ini. "Mengapa saya harus menjalani tes konyol tersebut?"


Prabir Roy, petugas di kantor polisi Baguiati, mengatakan kepada AFP bahwa Pramanik ditahan dengan tuduhan pemerkosaan dan akan mengikuti persidangan Jumat malam.


"Ia ditangkap dan dibawa ke sebuah rumah sakit yang dikelola pemerintah, namun ia menolak menjalani tes medis," kata Roy.


Polisi mengatakan bahwa Pramanik tinggal bersama pasangannya di Kolkata selama beberapa bulan, dan pasangannya juga menuduhnya mengingkari janji untuk menikahinya.


Pramanik (26) yang juga memenangkan medali perak estafet di Commonwealth Games 2006, pensiun dari atletik pada 2007.


"Kami tidak tahu apakah itu merupakan kasus perubahan fisik atau hormonal dalam jangka waktu tertentu yang mungkin terjadi," ujar sekretaris Federasi Atletik India sekretaris CK Valson kepada kantor berita Press Trust of India.


"Kami harus menunggu laporan medis dan simpulan dari kasus tersebut." (ia/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.