Kenaikan BBM

Australia-Selandia Baru Peringati Korban Perang Gallipoli

Sydney (AFP/ANTARA) - Puluhan ribu warga Australia dan Selandia Baru pada Rabu, berkumpul untuk menghormati mereka yang meninggal menjadi korban perang, mengikuti kebaktian fajar dan parade veteran untuk mengingat mereka yang bertempur.


Peringatan Hari Anzac yang diselenggarakan setiap tahun di negara-negara tetangga pada 25 April untuk memperingati ulang tahun dari pendaratan naas dari Korps Tentara Australia dan Selandia Baru (ANZAC) di Gallipoli dalam Perang Dunia I.


Wakil Perdana Menteri Wayne Swan mengatakan, hampir satu abad setelah dimulainya Perang Besar, tradisi Anzac lebih kuat dari sebelumnya.


"Orang perlu melihat peringatan di seluruh negeri untuk melihat wajah-wajah muda di antara orang banyak," katanya dalam sambutannya di Brisbane.


"Ini adalah hari pertama tahun ini, dimana kita sebagai warga Australia benar-benar bersatu, dimana kita datang bersama sebagai bangsa yang sama, tidak peduli siapa kita, berapa usia kita atau dari mana kita berasal."


Veteran dan keluarga mereka memadati Sydney Martin Place untuk layanan fajar, diikuti dengan parade melalui jalan-jalan kota di mana sekitar 20.000 tentara dan bekas personil militer diperkirakan mengambil bagian.


Meskipun tidak ada tentara sekutu Perang Dunia I yang bertahan hidup, setelah veteran tempur Claude Choules meninggal tahun lalu di usia 110 tahun.


Di Gallipoli, sekarang bagian dari Turki, Perdana Menteri Julia Gillard berbicara pada sebuah layanan fajar yang disiarkan langsung di televisi Australia.


Lebih dari 10.000 prajurit Selandia Baru dan Australia tewas dalam pertempuran delapan bulan yang gagal di semenanjung itu, dan Gallipoli telah menjadi simbol bagi keberanian dan persahabatan kedua negara.


"Kami ingat apa yang ANZAC lakukan dalam perang," kata Gillard.


"Dan yang mereka lakukan untuk membentuk bangsa kita dalam damai. Di tempat ini, mereka mengajarkan kita untuk menghargai Australia dan tempat lain sebagai rumah."


Di Selandia Baru, sekitar 3.000 orang menghadiri pelayanan di Wellington di mana duta besar Prancis untuk negara itu, Francis Etienne, berbicara tentang pentingnya mengingat Gallipoli, mencatat bahwa Perancis juga kehilangan lebih dari 10.000 prajurit di sana.


"Musuh abad lalu telah menjadi teman hari ini. Ini adalah alasan mengapa sangat penting untuk diingat," katanya. "Yang terburuk dari konflik dapat mengarah pada perdamaian abadi." (yg/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.