Perang Lawan Geng Motor

Baghdad Desak Warganya Untuk Tinggalkan Suriah

Baghdad (AFP/ANTARA) - Pemerintah Irak pada Selasa mendesak warganya yang berada di Suriah, terutama para warganya yang pengungsi dari kekerasan negara mereka sendiri, untuk kembali ke rumah karena "serangan tengah meningkat.”


"Warga Irak merupakan tamu yang tinggal sementara di Suriah dan pemerintah Irak meminta mereka untuk kembali ke negara ini," kata juru bicara pemerintah Ali Ad-Dabbagh.


Ia mendesak "orang Irak di Suriah untuk kembali ke negara itu setelah meningkatnya serangan terhadap mereka."


Desakan ini muncul sehari setelah dua mayat pria Irak yang teridentifikasi sebagai wartawan, ditikam dan ditembak mati di Damaskus, dan diserahkan ke pos perbatasan dengan Suriah.


"Dua wartawan Irak, Ali al-Juburi Kaabi dan Falah Taha, tewas dengan pisau dan peluru di daerah Jaramana," Kolonel Abdelbasit al-Hilo, komandan Irak Al-Waleed pos perbatasan, kepada AFP.


Pos perbatasan Al-Waleed terletak di tepi selatan perbatasan Irak dengan Suriah dan disebut sebagai Tenef di sisi Suriah.


Hilo mengatakan kedua orang tersebut membawa dokumen identifikasi dari Serikat Wartawan Irak, tapi tidak jelas kepada siapa mereka bekerja.


UNHCR mengatakan pada akhir 2010,terdapat sekitar 1,5 juta pengungsi Irak di Suriah, tetapi hanya sekitar 150.000 yang terdaftar. Angka tersebut belum termasuk mereka yang sedang berbisnis atau bersekolah di sana. (nh/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.