Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Bahas Kompetisi, PSSI Hanya Undang Satu Wakil LPI

    INILAH.COM, Surabaya - Liga Primer Indonesia (LPI) hanya mendapatkan satu undangan dalam workshop PSSI bersama AFC dan klub-klub lndonesia guna membahas format kompetisi musim depan.

    Jumat lalu, sejumlah pengurus PSSI terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, berkunjung ke markas AFC untuk membicarakan seputar workshop tersebut.

    Agenda utama workshop tersebut nantinya adalah membahas format kompetisi yang terbaik musim depan bersama AFC. Klub-klub dari Liga Super Indonesia akan diundang, sementara dari LPI hanya akan diwakili satu orang. Hal tersebut diungkap juru bicara LPI Abi Hasantoso.

    "Tidak benar begitu. Klub-klub LPI akan ikut workshop Rabu besok," ucap Abi.

    Dijelaskan Abi, LPI hanya akan diwakili oleh CEO LPI Widjajanto. Sementara PSSI sendiri mengundang seluruh perwakilan klub, baik itu dari Superliga maupun Divisi Utama, bukan satu wakil di tiap divisi.

    "Mas Widja mewakili klub-klub LPI. Gak perlu juga kan semua klub LPI datang?" lanjutnya.

    Pernyataan Abi sekaligus membantah kabar bahwa LPI tidak mendapat kuota di workshop. "Undangannya diberikan saat bertemu di Kuala Lumpur, Kamis 28 Juli lalu," tutup Abi.

    Pernyataan senada tersirat dari CEO Persebaya 1927 Llano Mahardika. Hingga saat ini, Llano tak bisa memberikan kejelasan. “Kalau itu tanya ke pusat saja lah," tuturnya.

    Hingga saat ini, LPI belum pernah di-assesment atau dievaluasi oleh AFC. Jika PSSI bertindak gegabah memasukkan LPI ke dalam struktur kompetisi PSSI, hal tersebut bisa menurunkan nilai koefisien liga  Indonesia yang berbuntut pada pengurangan jatah klub Indonesia di Liga Champions Asia dan Piala AFC musim depan.

    Ini mungkin penyebab PSSI masih berfokus pada Liga Super dan Divisi Utama mengenai format kompetisi musim depan.

    "Yang sekarang fokus adalah Liga Super dan Divisi Utama karena merekalah yang telah diasses berapa tahun yang lalu. Klub LPI belum di asses," ujar Sihar Sitorus, anggota Komite Eksekutif yang menangani masalah kompetisi.[beritajatim/yob]

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    8 komentar

    • fariawan  •  9 bulan yang lalu
      BAGAIMANA KLO LPI BIARKAN MELANJUTKAN KOMPETISI NYA..3BESAR LPI. DI ADU DENGAN 3 BESAR DIV.UTAMA/ RANGKING..3.4.5.6.LIGA SUPER.JUARA NYA.YG MEWAKILI INDONESIA KE LEVEL AFC.JUARA LIGA SUPER.KE LEVEL ASIA..ATAU SEBALIK NYA. YG PENTING.SELAMA UNTUK.KEMAJUAN SEPAKBOLA INDONESIA.& PEMBINAAN.BRAVO PSSI..KOE.
    • Kamali Istihsan  •  9 bulan yang lalu
      Kalau Pak Djohar ingin mengakomodir LPI ya...teruskn dulu "kompetisi LPI" lihat keseriusan konsorsium dan juga tanggapan mayarakat pencinta sepakbola. Hasilnya dibuat dibuat promosi dan degradasi. Misal unt promosi rangking 1-2 masuk div utama yg mungkin diadu dulu dg anggota div utama yang rangking 3-7 masuk div I juga diadu dulu sedang rangking bawah dipersilahkan merger dg div II atau membubarkan diri Ok Selamat bekerja Pa Djohar dan teman2 PSSI sukses unt anda
    • NAZORRY  •  9 bulan yang lalu
      Sebagai seorang Prof tentunya P Djohar harus punya sikap idealisme, jangan gampang dipengaruhi oleh siapapun, termasuk AP dan kroninya
    • heri Yanto  •  9 bulan yang lalu
      setuju LPI dibubarkan saja
    • Tupai  •  9 bulan yang lalu
      Orang-orang LPI (Arifin Panigoro) berusaha membodohi masyarakat lagi dengan pernyataan
      yang konyol. kalau orang tak ngerti bisa dibodohi . T O L O L
      • Gibol 9 bulan yang lalu
        Pernyataan tolol!! yg semua orang ngak mengerti maksudnya.
    • Tupai  •  9 bulan yang lalu
      Orang-orang LPI (Arifin panigor) berusaha membodohi masyarakat dengan pernyataan yang ngawur. goblog
    • Heriyanto  •  9 bulan yang lalu
      Pak Djohar Arifin, jangan terpengaruh kepada siapapun untuk menentukan kompetisi di Indonesia. Pak Djohar harus konsisten dengan semangat reformasi yang didukung FIFA dan AFC.
      Disini tidak ada istilah pak Djohar jadi Ketua Umum karena siapa....nggak ada.....nggak ada.....ora iso......ora iso.....

      Kalau ada orang mengatakan Pak Djohar didukung oleh Pak AP dan LPI untuk duduk di Ketua Umum PSSI....itu nggak benar....jangan ngaruh bos....ya bos....ya....

      Kalau LPI mau gabung silahkan tetapi harus melalui prosedur yang benar dan diterima oleh semua pihak Anggota Klub PSSI.......jangan ngasal.......

      Saya usulkan nama kompetisi di Indonesia yang pantas adalah Liga Super, Divisi Utama dst...
      Kalau di Inggris sudah ada Liga Primeir, di Itali Serie A dst.... Di Sepanyol La Liga.....di Jerman ada Bundes Liga.
      Jadi jangan aneh-aneh ada LPI.......pakai aja yang sudah patent......
      Kalau mau niru itu....... bgmn cara mengorganisir kompetisinya....begitu......

      Sekali lagi, pak Djohar itu Ketua Umum PSSI lho.....Kalau masalah uang jangan bingung.....
      Kalau PSSI tidak punya uang, minta saja terus terang kepada Masyarakat Sepak Bola Indonesia......kita akan patungan....Insyaallah masyarakat Sepak Bola Indonesia siap membantu membiayai Timnas.
      Untuk kompetisi ISL dst....saya percaya kepada DJARUM SUPER dan lain-lainnya yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk kemajuan Sepak Bola Indonesia.....

      Hidup Djarum Super........for Soccer.....
    • Kicot  •  9 bulan yang lalu
      Hayo pak Djohar....!

      Jangan kacang lupa kulitnya yach...
      Pak Djohar bisa bersanding dgn pak Farid karena hasil Reformasi dan perjuangan pak Arifin Panigoro.
      LPI harus tetap di akui dan berjalan sebagai liga profesional tanpa APBD.
      Ingat itu.... Jangan sampai lupa LPI....
      • ridho 9 bulan yang lalu
        mudah mudahan LPI masih ada meskipun tidak di Indonesia
        hla wong prfesional kok, .........

    Pilihan