"Baju Merah" Thailand Berunjuk Rasa di Bangkok

Bangkok (AFP/ANTARA) - Puluhan ribu pendukung "Baju Merah" diperkirakan akan menyebabkan pusat kota Bangkok pada Sabtu macet berkaitan dengan peringatan kedua tindakan keras mematikan terhadap protes jalanan, kota kata polisi.

Sedikitnya 1.200 petugas dikerahkan untuk unjuk rasa 14-jam di daerah perdagangan di jantung kota, di mana 2010 protes untuk mendukung penggulingan perdana menteri Thaksin Shinawatra memperosokkan kerajaan ke dalam kekerasan terburuk dalam beberapa dasawarsa.

Polisi memblokir lalu lintas di persimpangan Ratchaprasong, salah satu di persimpangan Bangkok tersibuk, pada saat bus-bus penuh anggota Baju Merah dari seluruh negeri tiba di pusat kota beberapa jam menjelang rapat umum.

"Kami berharap puluhan ribu dari mereka bergabung dalam ulang tahun," kata Mayor Jenderal Worasak Nopsitthiporn, kata wakil komandan Biro Kepolisian Metropolitan Bangkok.

"Lalu lintas di depan Central World (pusat perbelanjaan terbesar) diblokir setelah mereka mendirikan panggung-panggung unjuk rasa semalam."


Pemimpin Baju Merah berharap antara 100.000 dan 200.000 orang hadir pada rapat umum tersebut, yang akan dimulai dengan doa Buddha untuk mereka yang tewas dalam kerusuhan 2010 dan melihat pidato video langsung dari pahlawan Baju Merah Thaksin Shinawatra, yang tinggal di luar negeri untuk menghindari penangkapan di Thailand.

Lebih dari 90 orang, kebanyakan warga sipil, tewas dalam, kekerasan 2010 yang menandai puncak dari serangkaian protes pertikaian sejak kudeta 2006 yang menggulingkan Thaksin.

Baju Merah dan kelompok hak asasi manusia telah meminta pemerintah baru, yang dipimpin oleh adik Thaksin Yingluck Shinawatra, untuk mengadili tentara dan pejabat yang bertanggung jawab menyebabkan kematian dan cedera banyak demonstran tak bersenjata.

"Kita harus mencari keadilan jika tidak mrreka akanmenggunakan kekuatan untuk pemberantasan demonstran mungkin terjadi lagi," kata pemimpin Baju Merah Thida Thavorseth Jumat.

Thailand telah mengalami serangkaian protes kekerasan sejak tahun 2005, yang melibatkan lingkungan kerajaan dan nasionalis Baju Kuning , kelas pekerja terutama kelas pekerja Baju Merah pedesaan dan faksi-faksi yang lebih kecil. (tp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.