TEMPO.CO, Nusa Dua - Ajang Bali Annual Telkom International Conference 2012 (BATIC 2012) digelar mulai hari ini, Rabu, 11 Juli 2012, di Nusa Dua, Bali. Konferensi yang dihadiri oleh 250 eksekutif puncak 65 perusahaan telekomunikasi dunia itu akan membahas tren monetisasi teknologi.
Inti dari monetisasi itu, menurut Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telin) Syarif Syahrial Ahmadf, bertujuan untuk mengajak pelaku industri teknologi komunikasi mengeksplorasi tren dan gaya hidup menjadi peluang bisnis. »Ini konferensi ketiga untuk mempertegas posisi Telin, khususnya di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.
BATIC sendiri adalah prakarsa Telin sebagai sayap internasional dari PT Telkom yang mengemban misi mengembangkan industri telekomunikasi Indonesia sampai ke tingkat global. Konferensi itu sebelumnya dikenal sebagai Telkom Global Forum (TGF) yang diadakan pertama kali pada 2008.
Sementara itu Direktur Utama PT Telkom, Arief Yahya, mengatakan sebagian besar operator telekomunikasi berinvestasi di layanan mobile dan Internet. Sedangkan over the top (OTT) operator seperti Google, Yahoo!, dan Skype memperoleh manfaat dari investasi tersebut. Karena itu diperlukan sinergi yang lebih baik agar kedua belah pihak dapat memperbesar manfaat ekonomi bagi masing-masing pihak.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Telekomunikasi, Muhammad Budi Setiawan, menyatakan perkembangan perangkat telekomunikasi di Indonesia. »Khususnya penggunaan Internet telah meningkat pesat. Sekarang pengguna Internet sudah mencapai 50 juta orang,” ucapnya.
Namun dari segi pemanfaatan masih diperlukan sosialisasi ataupun pengembangan perangkat teknologi yang lebih intensif, sehingga penggunaan Internet makin produktif.
ROFIQI HASAN

