Ban Kecam Serangan Bom Mematikan di Suriah

PBB (AFP/ANTARA) – Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon pada Selasa mengimbau untuk segera menghentikan pertumpahan darah di Suriah, dengan mengatakan bahwa negara tersebut menjadi wilayah pengembangbiakan “aksi teroris dan kejahatan.”


Pemimpin PBB “mengecam keras” pengeboman mematikan yang menewaskan puluhan orang di Damaskus pada Senin malam, ujar juru bicaranya, Martin Nesirky, dalam sebuah pernyataan.


“Sekretaris jenderal sangat prihatin dengan serangkaian kekerasan yang terjadi di Suriah yang menjadi tempat yang subur untuk tindakan terorisme dan kejahatan dalam semua jenis. Semua kekerasan harus dihentikan,” ujar pernyataan tersebut.


Ban juga memperbaharui imbauannya mengenai solusi politik untuk kekerasan yang berlangsung selama hampir 19 bulan, yang mengguncang Suriah dan menewaskan lebih dari 32.000 orang, mendesak semua pihak untuk segera melakukan dialog politik dengan utusan internasional, Lakhdar Brahimi.


Sekretaris jenderal PBB tersebut menyampaikan pidatonya setelah Observatorium HAM Suriah, sebuah lembaga non-pemerintah, mengatakan bahwa dua serangan bom bunuh diri terjadi di markas angkatan darat di dekat Damaskus.


Lembaga itu mengatakan bahwa “puluhan orang’ tewas dalam ledakan tersebut, dan bahwa nasib dari “ratusan tahanan” di ruang bawah tanah gedung hingga kini belum diketahui.


Ban mengungkapkan keprihatinannya mengenai kesejahteraan mereka yang berada dalam tahanan.


“Sekretaris jenderal menegaskan kembali bahwa tidak ada penyebab yang dapat membenarkan berbagai serangan teroris, di manapun, kapanpun, dan oleh siapapun yang bertanggungjawab atas serangan tersebut,” kata Nesirky. Dia juga menambahkan bahwa memilih untuk melanjutkan kekerasan “hanya akan menyebabkan penderitaan dan kerusakan.” (dh/ai)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.