PBB (AFP/ANTARA) - Pemerintah Suriah 'bertentangan' dengan rencana perdamaian yang disepakati dengan menjaga pasukan dan senjata berat di kota, ujar pemimpin PBB Ban Ki-moon pada Kamis.
Ban juga mengatakan dia "sangat khawatir" dengan adanya laporan penembakan terhadap daerah-daerah berpenduduk di Suriah, dalam pernyataan yang dirilis setelah kematian puluhan orang di kota protes, Hama.
Sekjen PBB "sangat terganggu dengan kehadiran senjata berat, peralatan militer dan personil militer di pusat-pusat populasi, seperti dilansir Pengamat Militer PBB," dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh wakil juru bicara PBB Eduardo del Buey.
Ini "bertentangan dengan komitmen pemerintah Suriah untuk menarik pasukannya dan senjata berat dari area tersebut."
Ban menuntut pemerintah Presiden Bashar al-Assad untuk "memenuhi komitmen dengan segera." (yg/ik/jk)


