PBB (AFP/ANTARA) - Sekjen PBB Ban Ki-moon, Senin menuntut akses PBB ke kota Al-Heffa, Suriah, di tengah apa yang dia katakan konflik di negara itu semakin berbahaya.
Ban mengatakan dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya bahwa "operasi militer intensif" dilakukan oleh pasukan pemerintah terhadap Homs.
Operasi militer juga melakukan penembakan-penembakan dengan helikopter di kota-kota lain dan menyebabkan jatuhnya banyak korban sipil.
Warga dan para aktivis mengatakan bahwa helikopter tempur pemerintah menembaki posisi pemberontak di Al-Heffa, satu kota berpenduduk 30.000 orang di dekat perbatasan dengan Turki, dan tank-tank diparkir di pinggiran kota itu.
Ban bergabung dengan utusan PBB Liga Arab Kofi Annan memuntut akses ke kota itu bagi pengamat militer tak bersenjata dari Misi Pengawasan PBB di Suriah, UNSMIS.
"Sekjen menekankan pentingnya akses tanpa hambatan bagi UNSMIS Al-Heffa, di tengah laporan tentang meningkatnya kehadiran pasukan pemerintah di sekitar kota," kata pernyataan Ban.
Annan mengatakan sebelumnya bahwa para pengamat tak bersenjata harus segera diizinkan memasuki kota itu.
"Sekjen mengungkapkan keprihatinan mendalam pada makin meningkatnya bahaya kekerasan bersenjata di Suriah selama beberapa hari terakhir, dan bahaya serius yang dihadapi warga sipil di daerah yang diserang," kata pemimpin PBB. (tp)


