Bangladesh Kecam Film Innocence of Muslim

Dhaka (AFP/ANTARA) - Pemerintah Bangladesh mengutuk film mengejek Islam sebagai hal yang sangat "tercela" di tengah kritik pada protes massa atas respon diam mereka.


Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu malam, kementerian luar negeri Bangladesh mengatakan bahwa "Innocence of Muslim", yang diproduksi di Amerika Serikat, "mencemarkan Islam dan Nabi Muhammad" dan "tidak hanya menyinggung, tapi juga sangat tercela."


"Bangladesh khawatir beberapa pihak mencoba untuk mempertahankan materi ofensif seperti itu dengan dalih kebebasan berekspresi. Menghasut tidak dapat dibenarkan sebagai kebebasan berekspresi," imbuhnya.


Pernyataan ini muncul setelah pemerintah sekuler negara itu mendapat serangan dari kelompok-kelompok Islam karena tidak melarang film tersebut di Internet dan tidak cukup cepat untuk mengutuknya.


Sekitar 10.000 pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang film di Dhaka pada Jumat dan mencoba untuk berbaris ke kedutaan besar AS sebelum mereka diblokir oleh kepolisian.


Banyak dari para demonstran, termasuk pemimpin oposisi, mengecam pemerintah karena tidak mengutuk film yang telah memicu protes di seluruh dunia tersebut.


Sekitar 90 persen dari 153 juta penduduk Bangladesh adalah Muslim. (yg/ik)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.