Banjir besar yang menghampiri Thailand, gelombang hawa panas yang mendera Rusia, sampai banjir di Texas, adalah contoh-contoh kecil dari bencana yang akan terjadi di dunia yang menghangat. Itulah peringatan yang datang dari ilmuwan iklim dan pakar bencana internasional usai bertemu di Afrika.
Panel ilmuwan tersebut menyatakan bahwa dunia harus bersiap untuk cuaca ekstrem yang tak terduga dan lebih berbahaya akibat kenaikan rata-rata suhu global. Para pakar ini khawatir, tanpa persiapan, cuaca ekstrem akan menyerang suatu wilayah, sehingga wilayah itu tidak dapat ditinggali lagi.
Intergovernmental Panel on Climate Change atau IPCC yang pernah memenangkan Nobel Perdamaian mengeluarkan laporan khusus akan pemanasan global dan cuaca ekstrem, Jumat (18/11) setelah bertemu di Kampala, Uganda.
Inilah untuk pertama kalinya kelompok ilmuwan ini berfokus pada bahaya cuaca ekstrem seperti gelombang hawa panas, banjir, kekeringan, dan badai. Bencana-bencana yang terjadi selama ini terjadi lebih berbahaya seiring semakin meningkatnya suhu rata-rata dunia.
Contohnya, laporan ini memprediksi bahwa di Asia Tenggara -- termasuk Indonesia-- dengan banjirnya yang semakin besar, bahwa bencana itu akan terjadi empat kali lebih sering dari sekarang.
Selain itu, gelombang hawa panas yang biasanya terjadi satu dalam setiap generasi manusia, akan terjadi sekali tiap lima tahun pada pertengahab abad, dan setahun sekali dalam 100 tahun mendatang. Dan di beberapa tempat, seperti Amerika Latin, Afrika, dan sebagian besar Asia, gelombang hawa panas ini akan terjadi tahunan.
Dan hujan badai deras yang biasanya terjadi sekali setiap 20 tahun, kini akan terjadi semakin sering. Di sebagian besar kawasan Amerika Serikat dan Kanada, bencana itu akan terjadi tiga kali lebih sering saat pergantian abad, jika penggunaan bahan bakar fosil berlanjut dalam skala seperti sekarang.
Seorang ilmuwan menunjuk bukti bahwa kekeringan yang terjadi dan banyaknya hari dengan suhu 38 derajat Celsius di Texas dan Oklahoma sudah menjadi rekor tersendiri bulan terpanas di Amerika Serikat.
"Saya rasa sudah saatnya kita sadar," kata salah satu penulis laporan penelitian ini, David Easterling, kepala bagian penerapan iklim global di Kantor Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS. "Kemungkinan bencana-bencana ini terjadi lebih sering di masa depan akan lebih besar."
Laporan ini juga menyebutkan bahwa para pemimpin dunia harus bersiap lebih baik untuk cuaca ekstrem.
"Kita harus khawatir," kata salah satu penulis utama laporan ini, Maarten van Aalst, direktur Pusat Iklim Palang Merah/Bulan Sabit Merah di Belanda. "Dan kira harus meresponnya dengan mengantisipasi bencana dan mengurangi risiko sebelum terjadi, daripada menunggu dan menyelamatkan orang sesudahnya...Risiko bencana sudah meningkat secara dramatis."
Ilmu pengetahuan sudah berkembang cepat dalam beberapa tahun terakhir sehingga kini ilmuwan dapat merunut kenaikan kejadian cuaca ekstrem dengan pemanasan global, kata penulis lain laporan ini Thomas Stocker di University of Bern.
Ringkasan laporan berisi 29 halaman ini akan disempurnakan dalam beberapa bulan ke depan. Laporan juga menyatakan bahwa bencana di satu daerah akan semakin buruk sampai-sampai ada wilayah yang harus ditinggalkan. Kawasan-kawasan tersebut kemungkinan terjadi di negara miskin, menurut van Aals.
Tetapi, para penduduk kota juga harus waspada, bisa saja sebuah kota harus pindah karena cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan air laut (juga akibat pemanasan global) akan menenggelamkan sebuah kota.
Panel ilmuwan ini dibentuk oleh PBB dan Organisasi Meteorologi Dunia. Dalam laporan tahunan mereka sebelumnya, IPCC hanya menyebut sekilas soal cuaca ekstrem. Kali ini, para ilmuwan memutuskan untuk menyoroti apa yang menjadi penyebab semakin seringnya terjadi cuaca ekstrem. (AP)
Penghargaan buat SBY
- Presiden Dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke SwediaAntara - Sab, 25 Mei 2013
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - Jum, 24 Mei 2013
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - Jum, 24 Mei 2013
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
Banjir dan Cuaca Ekstrem Akan Makin Sering Terjadi
Oleh AP, Isyana Artharini | Yahoo! News – Sen, 21 Nov 2011Berita Lainnya
- Jordania Peroleh Bantuan 200 Juta Dolar dari AS
- AS-ASEAN Bertukar Pandangan Tentang Efisiensi Bahan Bakar
- BMKG: Kemarau di DIY Masih Berpotensi Hujan
- Pramuka Amerika Terbuka untuk Kaum Gay
- Kalla: Kita Bisa Wujudkan Dunia Tanpa Perang
- Amerika Tuduh Cina Intai Kekuatan Militernya
- Belanda Isyaratkan Minat untuk Jual Saham Urenco
- Tarif Tol Akan Naik Antara videos
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Artikel Pilihan
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 37
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...
