Banjir, Putin Lakukan Penyelidikan

Liputan6.com, Moskow: Menanggapi insiden banjir yang menimpa wilayah kekuasaannya, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan penanggulangan banjir. "Ada kesalahan manajemen dalam menanggulangi banjir," katanya saat mengunjungi kota selatan Krymsk, daerah paling parah terkena banjir.

Setelah mengunjungi zona banjir, seperti diwartakan laman Zeenews, Putin mengatakan bahwa pemerintah akan membangun rumah baru bagi para korban. Ia juga memerintahkan Departemen Darurat, untuk memeriksa reservoir dekat Krymsk. Saluran buatan itu diduga sebagai penyebab terjadinya banjir.

"Hampir 600 polisi bekerja di Krymsk dan mereka telah menyelamatkan sekitar 300 orang, termasuk 150 anak," jelas pejabat Departemen Darurat.

Selain Putin, beberapa menteri dan ketua komite penyelidikan Alexander Bastrykin juga mengunjungi daerah bencana. Mereka juga melakukan penerbangan pemantauan di atas wilayah-wilayah banjir.

Dugaan sementara, banjir tersebut terjadi akibat kelalaian pemerintah setempat saat membuka bendungan Neberdzhayevsk, untuk mencegah volume berlebih air jika hujan lebat. Dugaan tersebut juga didukung oleh pemimpin Partai Yabloko Rusia Sergei Mitrokhin. Menurutnya, pintu air darurat dari sistem saluran buatan itulah yang menyebabkan banjir dahsat itu.

Meski demikian, pihak berwenang wilayah Krasnodar membantah tuduhan tersebut. Melihat parahnya kondisi banjir tersebut, Gubernur Krasnodar Alexander Tkachyov mengumumkan kepada warga, untuk berkabung untuk para korban banjir pada 9 Juli ini.

Krymsk terletak sekitar 87 kilometer dari Krasnodar dan memiliki populasi 57.000 jiwa. Banjir yang melanda wilayah Krasnodar di selatan Rusia itu disebut-sebut sebagai banjir terburuk dalam beberapa dekade.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, jumlah korban tewas telah mencapai 150 dan bisa saja meningkat jika banjir belum surut. Sementara itu Kementerian Dalam Negeri Rusia menyatakan bahwa sekitar 150 anak saat ini telah dievakuasi dari Krymsk.(SHA)