Kabut Asap

Bank Dunia: 2012, Defisit RI Bakal Sentuh Rp202 T

  • Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    Tempo
    Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    TEMPO.CO, Singapura - Pemerintah Singapura mendesak pemerintah Indonesia untuk mengungkapkan identitas perusahaan yang dituding melakukan pembakaran hutan. Menteri Luar Negeri dan Hukum Singapura, K. Shanmugam, mengatakan hal ini penting dalam upaya penegakan hukum, terutama karena tindakan mereka merugikan banyak pihak. "Mereka telah jelas-jelas melanggar hukum yang masuk dalam yurisdiksi Indonesia," kata dia seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis, 20 Juni 2013. …

  • Beli ANTV, MNC Belanja Rp 4,9 Triliun

    Plasadana

    PLASADANA.COM - MNC Group menunjukkan ambisinya untuk menguasai bisnis media, terutama televisi, di Indonesia. Setelah menguasai tiga stasiun televisi terestrial dan jaringan televisi kabel Indovision, perusahaan milik Harry Tanoesoedibjo itu kini menguasai ANTV yang dimiliki grup Bakrie.Reuters mengabarkan, MNC mengeluarkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun untuk membeli saham PT Cakrawala Andalas Televisi yang mengelola ANTV. Namun belum diketahui proporsi saham yang diambil alih …

  • Ini Sesumbar Menteri Keuangan

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, pihaknya sanggup untuk menekan defisit anggaran hingga mencapai level 1,2 persen hingga 1,7 persen pada tahun 2014.Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, saat ini defisit anggaran berada pada level 2,38 persen. Hampir mepet dengan batas maksimal yang ditentukan Undang-Undang yakni sebesar 3 persen.Namun dia berkeyakinan, dengan kerja keras maka pemerintah mampu mengendalikan defisit anggaran diangka yang lebih aman. ... …

 

INILAH.COM, Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan defisit anggaran Indonesia bakal mencapai 2,4% dari PDB atau sekitar Rp202 triliun, pada tahun ini. Angka tersebut di atas defisit dalam APBNP 2012 yang sebesar 2,2%.

Berdasarkan data Triwulanan Perekonomian Indonesia yang dipublikasikan Senin (15/10/2012), peningkatan proyeksi defisit anggaran tahun ini disebabkan melonjaknya belanja subsidi energi.

"Bank Dunia memproyeksikan defisit sepanjang tahun 2012 akan mencapai Rp202 triliun atau 2,4 persen dari PDB. Angka tersebut lebih tinggi Rp11 triliun dari yang ditetapkan dalam APBNP 2012 sebesar Rp190 triliun atau 2,2 persen dari PDB," tutur paparan tersebut.

Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana kontijensi sebesar Rp48,6 triliun untuk risiko subsidi energi dan program kompensasi bila harga BBM bersubsidi naik, dan anggaran ini bisa digunakan untuk kebutuhan belanja tambahan.

Menurut Bank Dunia, adanya anggaran tersebut mengindikasikan bahwa akan terjadi risiko fiskal sehubungan dengan ditundanya reformasi subsidi energi alias penaikan harga BBM subsidi. Bila nantinya tren harga minyak dunia melambung maka defisit anggaran akan semakin mendekati angka 3% dari PDB.

Namun tingginya saldo kas dan pendekatan proaktif pemerintah dalam menyiapkan pembiayaan darurat yang dapat digunakan ketika terjadi gejolak pasar akan menempatkan Indonesia pada posisi yang baik jika gejolak pasar internasional terus berlanjut. "Namun pembiayaan defisit tetap berada dalam jalur yang aman," tuturnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan defisit dalam APBNP 2012 tercatat sebesar Rp70 triliun per tanggal 28 September. Realisasi tersebut diperkirakan masih sesuai dengan asumsi yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar 2,23%. [ast] 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat