TEMPO.CO, Malang - Bank UMKM Jawa Timur (Bank BPR Jatim) mengejar pengucuran kredit hingga lebih dari Rp 1 triliun pada Desember mendatang. Seluruh kredit itu disalurkan ke semua jenis koperasi dan kelompok usaha kecil mikro di Jawa Timur.
»Insya Allah, sampai Desember tahun ini kami bisa salurkan dana kredit lebih dari Rp 1 triliun. Sumber dananya banyak,” kata R. Soeroso, Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur, kepada Tempo, Senin, 1 Oktober 2012. Hingga Juni 2012 Bank UMKM Jawa Timur telah menyalurkan sekitar Rp 833 miliar.
Dana kredit yang diperoleh Bank UMKM Jawa Timur berasal dari sekitar 27 lembaga, lima di antaranya lembaga perbankan (Bank Jatim, BNI, Bank Mandiri, Bank Permata, dan Bank CIMB Niaga).
Selain dari lembaga perbankan, Bank UMKM Jawa Timur mendapat dana kredit dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian BUMN melalui program linkage.
Saat ini, kata Soeroso, Bank UMKM sedang melakukan sosialisasi penyaluran kredit Rp 52,6 miliar ke semua jenis koperasi di Jawa Timur, dengan sasaran utama koperasi wanita, koperasi purna-TKI (tenaga kerja Indonesia), dan koperasi berbasis masjid.
Di Jawa Timur tercatat ada 8.383 koperasi wanita, tapi hanya sekitar 1.100 koperasi yang sehat dan layak mendapat bantuan kredit. Bantuan permodalan untuk koperasi wanita ini berbunga 1 persen per bulan efektif dengan jangka waktu tiga tahun.
Bank UMKM juga sedang mengembangkan koperasi purna-TKI di daerah-daerah yang menjadi kantong TKI seperti di Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Nganjuk. Salah satunya adalah Koperasi Senang Hati Purna TKI yang berpusat di Dusun Barisan, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.
Koperasi Senang Hati sudah menjadi pilot project koperasi yang didirikan dan dikelola para mantan TKI di Jawa Timur. »Bahkan kami punya cita-cita berekspansi mengembangkan koperasi purna-TKI di Jawa Tengah dan Yogyakarta agar mereka mau belajar di Koperasi Senang Hati,” kata Soeroso.
Pengembangan koperasi berbasis masjid juga digencarkan. Soeroso mengatakan, Bank UMKM sudah menghubungi sekitar 300 dewan masjid di Jawa Timur. Namun, untuk sementara, pengembangan koperasi berbasis masjid difokuskan dulu di Surabaya.
Soeroso ingin agar masjid tak melulu menjadi pusat syiar agama tapi juga menjadi pusat kewirausahaan produktif yang bermanfaat bagi umat Islam. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi Islam, antara lain Universitas Islam Negeri Malik Maulana Ibrahim dan Universitas Islam Malang di Kota Malang.
ABDI PURMONO


