Jakarta (ANTARA) - Ketua Bapepam LK Nurhaida mengatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia lebih disebabkan karena faktor eksternal yaitu adanya gejolak perekonomian global akibat krisis di Eropa.
"Yang perlu kita lihat kondisi global masih berpengaruh," ujarnya di Jakarta, Senin.
Nurhaida mengatakan pemerintah mempunyai mekanisme yang termasuk dalam manajemen protokol krisis sebagai antisipasi apabila pelemahan IHSG terlalu tinggi, apalagi sejak awal Mei pelemahan saham terjadi sekitar 6,65 persen.
"Kita selalu mengawasi terutama dari beberapa indikator seperti penurunan indeks sendiri, kita punya protokol Crisis Management Protocol untuk itu," katanya.
Ia mengatakan pemerintah akan berupaya menjaga kondisi lingkungan pasar modal dalam keadaan kondusif agar investor memiliki kepercayaan kepada Indonesia ditengah krisis yang masih bergejolak di Eropa.
"Kalau di pasar modal, investasi lebih karena kepercayaan market. Itu yang kita coba pertahankan. Kita sudah coba melakukan agar market kita lebih dipercaya," ujar Nurhaida.
Menurut dia, pemerintah akan mengawasi Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dari perusahaan efek yang kemungkinan terganggu akibat krisis, karena bisa berada dibawah batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
"Sampai saat ini perusahaan efek yang terkena suspend karena MKBD-nya dibawah batas ada dua. Tetapi bukan dari sekarang karena terjadi dari beberapa waktu lalu bukan karena kondisi saat ini. Saat ini kalau melihat dari MKBD kita melihat masih belum ada pengaruhnya," kata Nurhaida.
Pada pembukaan Senin pagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan mengikuti mayoritas bursa global.
IHSG BEI dibuka turun 26,95 poin atau 0,78 persen ke posisi 3.870,57. Sedangkan Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 6,49 poin (0,99 persen) ke level 651,38. (tp)


