Bappenas: China Akan Salurkan Investasi ke Indonesia

  • BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 30-35 Persen

    BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 30-35 Persen

    Tempo
    BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 30-35 Persen

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Andriansyah, mengatakan rapat Organda menyepakati bahwa kenaikan tarif angkutan umum setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah sebesar 30-35 persen. "Kenaikan tarifnya berdasarkan perhitungan teknis yaitu 30-35 persen. Pengaruh kenaikan BBM cukup signifikan," katanya ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2013. …

  • Lion Air Berambisi Kuasai Penerbangan ASEAN

    Lion Air Berambisi Kuasai Penerbangan ASEAN

    Tempo
    Lion Air Berambisi Kuasai Penerbangan ASEAN

    TEMPO.CO , Jakarta:Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines, Rusdi Kirana, punya ambisi besar. Ia tak hanya ingin menguasai penerbangan dalam negeri tapi juga Asia Tenggara. "Saya mau membuktikan bahwa saya bisa menguasai dunia penerbangan ASEAN. Itu mimpi saya," kata dia kepada Tempo, Rabu pekan lalu. (Baca wawancara lengkapnya di Majalah Tempo edisi Senin, 17 Juni 2013) …

  • Harga BBM Naik, Transaksi Berjalan Membaik  

    Harga BBM Naik, Transaksi Berjalan Membaik  

    Tempo
    Harga BBM Naik, Transaksi Berjalan Membaik  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri yakin neraca transaksi berjalan pada kuartal kedua akan membaik jika kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dilakukan pada pekan ini. "Saya optimistis setelah ini (kenaikan harga BBM) neraca transaksi berjalan akan membaik," kata Chatib di Kantor Wakil Presiden, Selasa, 18 Juni 2013. …

Jakarta (ANTARA) - Pejabat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengungkapkan Pemerintah China menyiapkan dana sekitar lima miliar dolar AS untuk disalurkan kepada pengusaha mereka yang merealisasikan investasinya di Indonesia.

"Pengusaha ataupun investor asal China akan mendapatkan semacam insentif dari pemerintahnya jika mereka benar-benar berinvestasi di Indonesia," kata Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Deddy Supriadi Priatna di Gedung Bappenas Jakarta, Kamis.

Menurut dia, dana yang disiapkan Pemerintah China tersebut bisa saja lebih dari yang disebutkan, dan khusus untuk membiayai proyek investasi yang dijalankan di Indonesia.

Ia memaparkan, beberapa hari yang lalu dilakukan pertemuan untuk membahas masalah investasi China di Indonesia, dan Pemerintah China berkomitmen mendanani pengusaha ataupun investor mereka yang berinvestasi di Indonesia, bahkan jumlahnya bisa lebih besar dari lima miliar dolar AS.

"Dari hasil pertemuan Bappenas dengan delapan perusahaan dan 12 pengusaha asal China, ada dua investor yang mengaku tertarik. Mereka adalah Genzhouba Group dan Dongfang Electric Corp. Genzhouba sudah positif, dia sekarang sudah mengurus ke BKPM," ujarnya.

Sedangkan Dongfang, lanjut Dedy, perusahaan yang bergerak dibidang energi, khususnya kelistrikan baru mengutarakan niatnya untuk membangun pabrik pembangkit listrik di Indonesia.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan Pemerintah Indonesia sangat apresiatif dengan adanya minat China untuk menanamkan modalnya secara langsung, hanya saja pemerintah berharap investasi yang akan dilakukan China sifatnya itu jangka menengah dan jangka panjang.

Selain itu, pemerintah menginginkan agar para investor China, jika mereka merealisasikan investasinya, tidak semata-mata menciptakan lapangan pekerjaan saja tapi juga menggunakan teknologi yang bersih dan memperhatikan lingkungan serta dapat meningkatkan penggunaan lokal konten dalam produksinya.

"Jadi kalau investasi China masuk ke sini, maka itu harus betul-betul menjadi investasi yang berkualitas," tegas Armida. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat