TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia (BCA) kembali bermain di sektor asuransi. Kini bank swasta tersebut memiliki PT Central Sejahtera Insurance (CSI) setelah diakuisisi pada akhir 2011 lalu.
Sebelumnya BCA juga memiliki PT Asuransi Central Asia (ACA) pada awal 2000-an saat bank itu dimiliki oleh grup Salim. Namun setelah dibeli oleh Djarum, ACA tidak menjadi bagian dari BCA lagi.
Direktur Utama CSI, Gregorius Haryanto mengatakan, langkah BCA tersebut untuk melakukan diversifikasi yang selama ini bergerak pada jasa perbankan dan pembiayaan.
"CSI bergerak pada bidang asuransi umum dan akan seperti rumah tinggal, kendaraan bermotor, marine cargo, personal liability dan asuransi harta benda lainnya," kata Greg saat peluncuran logo baru CSI di Jakarta, Kamis (27/10/2011).
Dia menjelaskan, saat ini CSI memberikan asuransi pada produk-produk layanan grup BCA, komposisinya hampir 90 persen untuk layanan grup. Namun pada masa mendatang, layanan non grup akan diperbesar. Setidaknya dalam lima tahun komposisinya 50 persen layanan asuransi bukan untuk grup BCA lagi.
CSI sendiri sebelumnya bernama PT Asuransi Ganesha Ciptadanamas yang berdiri sejak 1988, kemudian berganti nama menjadi PT Transpacific General Insurance pada 2006. Pada akhir 2010, perusahaan tersebut diakuisisi oleh BCA.
Saat ini komposisi kepemilikan saham CSI adalah Dana Pensiun BCA sebesar 75 persen dan PT BCA Finance sebesar 25 persen.


