TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Iriawan Wirjawan menyebutkan, besarnya investasi penanaman modal asing di sektor industri alat angkutan dan transportasi mengatrol penjualan mobil nasional.
Tambahan modal US$ 0,4 miliar bakal mendongkrak penjualan mobil sekitar 500 ribu unit. »Saat ini ada 800 ribu unit" kata Gita di Jakarta, Senin 23 April 2012." Dalam 2-3 tahun ke depan akan bertambah sekitar 500 ribu menjadi 1,3 juta unit,"
Produsen otomotif dari Jepang seperti Toyota, Daihatsu, dan Nissan, paling banyak menyumbang pertumbuhan investasi ini. Produksi mobil akan terus merangkak naik. »Apalagi jika pembangunan infrastrukturnya bergulir lancar,” katanya.
Gita yakin kebijakan Bank Indonesia yang mengeluarkan aturan persekot perusahaan pembiayaan motor menjadi 20 persen tak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Beleid itu untuk mengendalikan ekspansi kredit yang dinilai terlalu agresif. »Ini menjaga ekonomi kita berkesenimbambungan," tuturnya.
Sektor industri alat angkutan dan transportasi termasuk lima besar investasi asing yang menyumbang nilai paling jumbo sebesar US$ 0,4 miliar atau Rp 360 miliar. Jepang menjadi negara asing nomor dua dengan investasi tertinggi, yakni US$ 0,6 miliar atau 11 persen dari total investasi asing.
NUR ALFIYAH


