Perang Lawan Geng Motor

Begini Solusi Masalah Transportasi Foke dan Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta - Dua calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke) dan Joko Widodo (Jokowi) menawarkan solusi atas masalah transportasi dalam debat publik yang digelar di studio Metro TV , Ahad malam 16 September 2012. Fauzi menawarkan penataan angkutan umum kecil dan pengaturan trayek. Sedangkan Jokowi menawarkan pembentukan Otoritas Transportasi dan pembangunan rumah susun murah yang dekat dengan kawasan perkantoran. 

Solusi lainya, kata Fauzi, membangun alat transportasi massal misalnya Mass Rapid Transit (MRT) yang memiliki daya tampung yang banyak. Menurut dia, tanpa daya angkut yang tinggi, masalah transportasi, termasuk kemacetan, tidak akan selesai. Angkutan kecil ini akan dijadikan feeder bagi sarana transportasi massal tersebut. "Angkutan kecil jadi feeder, mereka akan diremajakan. Bajaj juga harus ramah lingkungan," kata Fauzi di Studio Metro TV, Ahad, 16 September 2012.

Selain itu, Fauzi juga menyoroti masalah tumpang tindih trayek angkutan kecil. Operator saling berebut trayek angkutan umum yang gemuk. " Trayek perlu diatur agar menempatkan angkutan secara proporsional," katanya. Menurut dia, mereka harus diberikan pemahaman mengenai pengaturan trayek yang tepat.

Jokowi menawarkan konsep penataan yang lebih makro. Menurut dia, untuk mengatasi masalah kemacetan, harus dibangun rumah susun murah atau superblock di kawasan perkantoran seperti Sudirman atau Thamrin. "Dengan begitu, warga hanya perlu berjalan kaki atau naik sepeda jika ingin ke kantor," katanya.

Jokowi juga mengajukan pembentukan Otoritas Transportasi yang akan bekerja sama dengan pemerintah pusat, daerah, dan pemerintah daerah penyangga seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok. " Agar penyelesaiannya terintegrasi. Itu bisa dilakukan pendekatan komunikasi yang baik," katanya.

ANANDA W. TERESIA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat