BEI Catat Emisi Obligasi 2012 Rp24,05 Triliun

  • Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Tempo
    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyebut masalah pembajakan karya musik di Indonesia telah begitu memprihatinkan. Dari total pengeluaran masyarakat untuk musik, hanya 10 persen yang tercatat dan lebih sedikit lagi yang sampai ke kantong para musikus.

  • Jadikan Longsor di Freeport Sebagai Pelajaran

    Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengungkapkan bahwa kejadian longsor di pertambangan Freeport bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan cek ulang kondisi seluruh tambang di indonesia. "Teknologi Freeport itu paling baik untuk melakukan tambang bawah tanah, tapi tetap saja bisa longsor. Apalagi dengan tambang lainnya?" ungkap Jero saat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 17 Mei 2013.

  • Indonesia Siap Ambil Alih Teknologi-Manajemen Inalum

    Antara

    Kuala Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Indonesia siap mengambil alih teknologi dan manajemen semua kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari Jepang yang selama 30 tahun sebagai pemegang saham terbesar dan akan berakhir kontrak kerjasamanya pada 30 Oktober 2013. "Kita tidak bergantung dengan Jepang dan siap melanjutkan pembangunan PT Inalum melalui Badan Usaha Milik Negara mulai 1 Nopember 2013," tegas Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir. Nasril Kamaruddin, MBA di

Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi sepanjang tahun 2012 sebanyak 16 emisi obligasi dari 14 emiten senilai Rp24,05 triliun.

Dalam informasi yang disampaikan BEI, Kamis, dikemukakan jumlah itu bertambah seiring dengan dicatatnya obligasi Indofood Sukses Makmur VI Tahun 2012 sebesar Rp2 triliun pada hari ini (31/5).

Dijelaskan, Obligasi Indofood Sukses Makmur VI 2012 dengan tingkat bunga tetap itu memiliki jangka waktu lima tahun. Emisi obligasi itu mendapatkan peringkat dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) idAA+ (double A plus), dengan wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Dengan pencatatan itu maka total emisi Obligasi, Sukuk, dan Efek Beragun Aset (EBA) yang tercatat di BEI berjumlah 184 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp159,28 triliun dan 80 juta dolar AS, yang diterbitkan oleh 95 emiten.

Sementara, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 91 seri dengan nilai nominal Rp780,28 triliun. Sebelumnya, BEI juga telah mencatatkan obligasi berkelanjutan I Indomobil Finance pada 11 Mei lalu.

Indomobil Finance menerbitkan obligasi sebesar Rp1,3 triliun dan dibagi dalam tiga seri, yakni seri A Rp319 miliar jangka waktu 370 hari, seri B Rp463 miliar dengan jangka waktu 36 bulan, dan seri C Rp518 miliar dengan jangka waktu 48 bulan.

Pencatatan obligasi Indomobil Finance mendapatkan peringkat idA (single A) dari Pefindo. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat