Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) bakal mencapai target yang ditetapkan sepanjang 2012, yaitu sebanyak 25 emiten.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, meski kondisi perekonomian global saat ini tidak menentu, pihaknya tidak khawatir.
"Kami tidak merevisi target karena yakin IPO 25 emiten akan tercapai tahun ini," katanya di Jakarta, Jumat.
Menurut Ito, pihaknya mengakui situasi perekonomian global ini yang tidak menentu dan akan tetap berimbas ke pasar modal nasional.
"Namun, kita jangan pernah takut dengan kondisi perekonomian global ini," ujarnya.
Setelah PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) yang menjadi emiten kedelapan mencatatkan saham perdananya di bursa, kata Ito, akan ada lagi beberapa emiten baru yang akan menyusul pada beberapa pekan ke depan.
"Setelah Toba Bara, minggu depan atau sampai bulan depan bakal ada lima calon emiten lagi yang akan mencatatkan saham perdananya," terangnya.
Tercatat hingga Jumat ini, telah ada delapan emiten yang mencatatkan sahamnya di BEI, meliputi PT Minna Padi Investama Tbk (PADI), PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).
Berikutnya, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT Trisula International Tbk (TRIS), kemudian disusul dua pencatatan saham perdana dalam dua hari terakhir ini, yaitu PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) dan PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA).
Beberapa calon emiten lainnya yang akan menyusul, antara lain PT MNC Sky Vision, dan PT Global Teleshop, PT Tri Banyan Tirta, PT Gading Development, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur. (tp)


