Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia memproyeksikan dana investasi pada 2013 mencapai Rp58,91 miliar, meningkat 23,66 persen dibandingkan revisi rencana kerja dan anggaran tahunan 2012 yang sebesar Rp47,64 miliar.
"Kenaikan investasi 2013 itu disebabkan rencana BEI melakukan inisiatif investasi strategis di bidang teknologi informasi pada sistem perdagangan, portal media sosial untuk pengembangan pasar serta sistem untuk pengembangan emiten dan anggota bursa," kata Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, investasi teknologi informasi yang akan dilaksanakan yakni pada sistem perdagangan bursa "Jakarta Automated Trading System Real Time" (JATS-RT) sebesar Rp1,86 miliar, "Datafeed Fixed Income" sebesar Rp3,41 miliar, aplikasi kegiatan pendukung sistem perdagangan sebesar Rp1,41 miliar.
Kemudian, sistem "fixed income" sebesar Rp12,60 miliar, pengembangan "workflow" dan "dashboard" emiten 1,32 miliar, portal media sosial sebesar Rp1 miliar, pengembangan infrastruktur untuk pengembangan sistem sebesar Rp5,65 miliar dan sistem monitoring infrastruktur Rp1,20 miliar.
"Kami juga akan menginvestasikan `backup system` perdagangan sebesar Rp10 miliar, sistem pengawasan Rp3,67 miliar, investasi `hardware` yang turun tipis menjadi Rp2,60 miliar, HRIS Rp1,60 miliar, renovasi ruang kantor dan Pusat Informasi Pasar Modal sebesar Rp3,08 miliar, dan investasi IDX-Net yang mencapai Rp253 juta," papar Adikin. (ar)


