Penghargaan buat SBY

Bela Umuh, Glenn Tak Takut Disebut Antek Persija

INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita tak takut sentimen negatif karena berusaha mempertahankan Umuh Muhtar sebagai Manajer Persib Bandung.

Manajer Persib Umuh Muhtar mengajukan pengunduran diri, setelah didesak oleh para suporter Persib atau bobotoh setelah Persib selalu didera kekalahan.

Menyikapi pernyataan mundur itu, Glenn bersama Direktur PT PBB, yang juga pembawa acara terkenal, Muhammad Farhan mengadakan jumpa pers di Gedung Cyber 2, Jakarta, Rabu (2/5/2012) sore.

"Saya tidak yakin semua bobotoh meminta pak umuh mundur. Apakah dengan mundurnya pak umuh mundur semua masalah beres?," ujar Glenn.

Saat dikonfirmasi apakah dia tidak takut dicap jelek oleh bobotoh karena mempertahankan Umuh, Glen tetap keukeuh mempertahankan pendapatnya.

Padahal sebelumnya, dalam salah satu media pernah disebutkan, Glen dan Farhan merupakan pengusaha asal Jakarta yang mencoba masuk dalam tim manajemen Persib untuk menghancurkan dan sekaligus sebagai utusan dari rival terbesar Persib yakni Persija.

"Saya belum dengar, dan tak mau menanggapi isu itu," kilah Glenn.

Namun di kesempatan itu, Farhan mengakui jika dirinya memang sempat menerima tuduhan itu. Menurutnya, tuduhan negatif itu hanya provokasi saja yang beredar di media sosial Twitter.

"Itu cuma provokasi aja, entah dari pihak mana, tapi saya tahu siapa yang memulai," kilah pembawa acara televisi terkenal itu.

Farhan meminta agar dengan pernyataannya itu, tidak ada lagi provokasi yang menyebut dirinya dan Glenn sebagai antek atau mata-mata Persija.

"Saya minta ini tidak memperkeruh suasana, sekalian saya minta ini tidak diperkeruh," tegasnya. [arn]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.