Beli Tiket KA Ekonomi di Minimarket

Liputan6.com, Jakarta: Tiket kereta api (KA) ekonomi jarak jauh dan menengah bisa dipesan melalui sejumlah minimarket tanpa harus datang ke loket tiket di stasiun, mulai 6 Agustus 2012.

Kepala Humas PT KAI, Sugeng Priyono di Jakarta, Kamis, mengatakan PT KAI terus melakukan pelayanan untuk memudahkan masyarakat yang akan menggunakan kereta api.

"Ya, rencananya bagi yang akan menggunakan KA ekonomi bisa memesan tiket melalui Indomaret, Alfamart, dan customer service 121," kata Sugeng Priyono.1

Tiket KA ekonomi, sebagaimana kelas lainnya tetap bisa dipesan pada H-90 keberangkatan. Customer service 121 akan melayani pemesanan tiket selama 24 jam. "Sekarang sedang menunggu SK resmi dari direktorat komersial," imbuh Sugeng.

Sebelumnya, Sugeng menyebut pemesanan tiket KA ekonomi tanpa ke loket tiket stasiun diberlakukan mulai 6 September 2012. Namun informasi itu kemudian direlat, sebagaimana SK direksi PT KAI Nomor CT/12 tertanggal 2 Agustus 2012.

"Guna perluasan channel penjualan tiket KA ekonomi dan untuk lebih mendekatkan ke konsumen, terhitung mulai tanggal 6 Agustus 2012 (bukan 6 September 2012)," lanjut Sugeng.

Penjualan tiket KA ekonomi dapat dilayani di contact center 121, Alfamart, Indomaret, Citos Conection, Flash Mobil, dan Bimasakti Fastpay, sebagaimana pembelian tiket KA komersial.

"Penukaran struk sementara hanya bisa di stasiun online yang melayani penjualan KA ekonomi," imbuhnya.

Selain itu, PT KAI juga berencana melayani pemesanan tiket KA melalui internet. Layanan ini akan diluncurkan pada Jumat (3/8) besok. "Begitu launching, saya rasa nanti sudah bisa langsung digunakan. Itu seperti pemesanan tiket pesawat lewat internet," jelas Sugeng.

Sementara itu untuk KA Lebaran 2012, diperkirakan ada 1.900 hingga 2 juta penumpang sejak H-7. Karena banyaknya calon penumpang, tiket KA tambahan sudah dijual mulai 1 Juli lalu. Namun untuk KA dari Jakarta ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, saat ini sudah penuh.

"Tiket yang dijual itu berdasarkan stamformasi baku atau pokok. Penambahan kereta itu sifatnya tentatif. Ketika ada sarana dan kapasitas yang memungkinkan, bisa saja akan ditambah lagi," kata Sugeng. (ANT/FRD)