Berburu Harta Luthfi

Belum Semua Jalan di Jawa Tengah Bisa Dilalui

TEMPO.CO , Purwokerto: Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Didiek Tri Widodo, menyatakan sejumlah jalur di Jawa Tengah masih belum sepenuhnya siap dilalui pemudik. Menurut dia, masih banyak jalan yang kondisinya rusak atau dalam masa perbaikan.

»Saya mengakui kondisi jalan di Jawa Tengah pada masa arus mudik dan lebaran ini belum sepenuhnya bisa memberi kenyamanan pada para pemudik,” katanya, Rabu, 1 Agustus 2012.

Ia mengatakan ada beberapa titik yang kondisinya masih belum mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Antara lain seperti di jalur Pantura seperti di Brebes dan Blora, dan di beberapa lokasi di jalur selatan. Baik karena jalannya yang memang masih rusak dan sedang dalam perbaikan.

Terhadap kondisi ini, Didiek mengaku hanya bisa meminta instansi terkait yang bertanggung jawab untuk lebih memperhatikan masalah kelancaran arus lalu lintas selama masa arus mudik dan balik. ''Kita tidak bisa meminta mereka atau kontraktornya untuk segera menyelesaikan perbaikannya,'' katanya.

Didiek juga meminta agar pekerjaan perbaikan dihentikan lebih dulu sejak H-5 sebelum Lebaran. Demikian juga, alat-alat berat dan bahan material yang biasanya ada di pinggir jalan, untuk sementara disingkirkan. ''Di lokasi-lokasi tersebut, kita juga akan menerjunkan anggota untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan,'' katanya.

Secara keseluruhan Didiek menyebutkan, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif juga untuk membantu melancarkan arus lalu lintas selama musim mudik dan balik lebaran, di wilayah Polda Jawa Tengah akan didirikan 232 titik posko pengamanan. ''Posko tersebut, sebanyak 80 unit tersebar di jalur Pantura, 70 unit di jalur tengah dan 80 unit di jalur selatan,'' katanya.

Untuk itu, Polda Jawa Tengah akan menerjunkan dua pertiga dari 21 ribu kekuatan personelnya, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan membantu melancarkan arus lalu lintas. Mereka ada yang ditempatkan di posko-posko, namun ada juga yang mobil dengan melakukan patrol secara periodik. ''Yang bertugas di posko, nantinya akan melibatkan unsur dari TNI dan unsur masyarakat lainnya,'' katanya.

Bahkan khusus di lokasi rawan kejahatan, Didiek menyebutkan, pihaknya akan menempatkan petugas berjaga di tempat itu. ''Seperti di lokasi yang rawan kejahatan bajing loncat, kita akan tempatkan personel di situ,'' katanya.

Kepala Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar M Nauval Yahya menyebutkan jumlah pemudik tahun ini akan mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding jumlah pemudik tahun sebelumnya. ''Angkanya saya lupa, tapi peningkatannya sekitar 10 persen dibanding tahun lalu,'' katanya.

ARIS ANDRIANTO

Berita lain:

Djoko Susilo ''Menghilang'' 

Polisi Dinilai Hambat Tugas KPK

Pelapor Korupsi Simulator SIM Siap Buka-bukaan

Djoko Susilo Sudah Dicegah ke Luar Negeri

24 Jam Lebih, Petugas KPK Tertahan di Korlantas

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat