TEMPO.CO, Lampung Selatan - Bentrokan antarkampung di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, menyebabkan dua rumah terbakar dan sejumlah rumah lainnya rusak. Tdak ada korban jiwa dan luka dalam kerusuhan yang terjadi pada Kamis malam, 9 Agustus 2012, hingga Jumlat dini hari tadi itu.
»Warga dari Kampung Banyumas dan Rulunghelok menyerbu ke Desa Purwasari karena dendam kerabat mereka dihakimi massa saat kedapatan mencuri sepeda motor,” kata Kepala Desa Purwosari Sukiman, Jumat, 10 Agustus 2012.
Sukiman mengatakan dua hari sebelum penyerbuan ratusan warga itu, Mahmudin, 26, warga Banyumas, ditangkap warga karena diduga hendak mencuri sepeda motor. Pemuda yang menderita kelainan jiwa itu diseret ke lapangan lalu dibantai beramai-ramai. »Padahal sudah diamankan ke balai desa tapi ada dua orang warga yang memaksa menyeret korban ke lapangan untuk dihakimi,” katanya.
Main hakim itu memantik kemarahan kerabat korban di Kampung Banyumas dan Rulunghelok, Mandah, Kecamatan Natar. Mereka pun ramai-ramai menyerbu Desa Purwosari dan membakar rumah milik Suhardi dan Deni, yang dianggap sebagai pelaku utama pembantaian. »Selain itu satu rumah lainnya juga dirusak massa yang marah. Sebagian warga yang melawan kocar-kacir karena kalah jumlah. Suasana sangat mencekam,” katanya.
Sebanyak 300 personel Brigade Mobil Polda Lampung didatangkan tadi malam untuk meredam kerusuhan agar tidak meluas. Mereka berusaha menghalau ratusan warga Banyumas yang membawa berbagai senjata tajam. »Sudah diadakan dialog antartokoh masyarakat. Saya yang langsung memimpin dan mereka sepakat menyelesaikan secara hukum,” kata Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigadir Jenderal Jodie Rosseto.
Jodie mengatakan pihaknya sudah menangkap salah seorang warga dan ditetapkan sebagai tersangka pelaku pembantaian. Penahanan terhadap pelaku pembantaian itu untuk meredam amuk massa susulan. »Yang penting suasana sudah kondusif dan warga menyerahkan sepenuhnya pada polisi untuk mengusut semua yang terlibat,” katanya.
Saat ini ratusan anggota Brimob Polda Lampung masih disiagakan di kedua desa yang bertetangga itu. Sedangkan aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi. Kurang dari sepekan di Lampung Selatan terjadi dua amuk massa, yaitu di Kecamatan Padang Cermin yang berujung pembakaran kantor polisi dan di Kecamatan Natar.
NUROCHMAN ARRAZIE



Yahoo! OMG