Bentrokan Kembali Guncang Damaskus

Beirut (AFP/ANTARA) - Pasukan rezim menyerang permukiman Tadamon, Damaskus pada Senin, beberapa jam setelah pertempuran paling keras di ibu kota sejak pecahnya pemberontakan di Suriah.


"Serangan mortar dilanjutkan pada pagi hari," kata Komite Koordinasi Lokal (LCC), sebuah aktivis jaringan rakyat.


LCC menambahkan bahwa tentara rezim dan pejuang pemberontak dari Tentara Pembebasan Suriah juga terlibat bentrokan di distrik Kfar Sousa, Damaskus.


Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis Inggris melaporkan bahwa "pertempuran fajar itu terjadi di selatan jalan Kfar Sousa, antara pejuang pemberontak dengan konvoi tentara yang sedang melewati daerah tersebut."


"Saya tidak tidur sepanjang malam," kata seorang penduduk di dekat Jaramana kepada AFP. "Itu benar-benar seperti medan perang."


Berbicara tanpa nama menyebutkan namanya, dia berkata bahwa dirinya mendengar "roket dan penembakan hingga dini hari," dan bahwa dia melihat empat kendaraan lapis baja menuju daerah peperangan itu.


Seorang warga Tadamon kepada AFP, dia tidak meninggalkan permukiman itu meskipun kekerasan tersebut terjadi Minggu.


Menurut Observatorium tersebut, bentrokan seperti itu pernah terjadi sebelumnya di Damaskus pada Minggu, antara pemberontak dan pasukan rezim. Di tengah serangan tentara, pertempuran paling berdarah terjadi di selatan ibu kota.


Aktivis melaporkan bahwa "tank-tank memasuki Tadamon dan berakibat terjadinya bentrokan."


Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP mengatakan bahwa, "Bentrokan paling parah terjadi di Tadamon, Kfar Sousa, Nahr Aisha, dan Sidi Qadad. Pasukan keamanan berusaha untuk menguasai kembali permukiman itu tapi sejauh ini mereka masih gagal." (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.