Perang Lawan Geng Motor

Berantas Flu Burung, Meksiko Vaksinasi 10 Juta Unggas

Mexico City (AFP/ANTARA) – Meksiko pada Kamis akan mulai memvaksinasi sekitar 10 juta unggas untuk mencegah penyebaran flu burung yang telah mengakibatkan kematian lima juta unggas, baik yang mati karena sakit maupun dimusnahkan.


“Mulai besok, kami akan memvaksinasi unggas dan anak unggas di seluruh negeri untuk memberantas epidemi flu burung,” kata Presiden Meksiko Felipe Calderon.


Sang presiden menunjukkan bahwa tujuan utamanya adalah melakukan 80 juta vaksinasi, sehingga “dalam beberapa pekan ke depan, (Meksiko) dapat mengakiri dampak ekonomi yang dirasakan para produsen unggas.”


Virus yang menyebabkan wabah itu, H7N3, seringkali menyebabkan penyakit pada manusia di berbagai belahan dunia, menurut data PBB, namun belum menunjukkan bahwa virus itu dapat dengan mudah menular antar manusia.


Harga telur maupun ayam melonjak naik akibat wabah itu, sehingga menyebabkan peningkatan inflasi. Menurut badan statistik nasional Meksiko, tengah tahun pertama pada Juli menunjukkan tingkat inflasi sebesar 4,45 persen, yang merupakan level tertinggi dalam 18 bulan.


Sedangkan kementerian pertanian mengatakan bahwa peternakan unggas menyumbang hingga 40 persen total produksi ternak di negara itu, dan kerugian ekonomi dari epidemi tersebut sedang dan akan diatasi.


Wabah itu mulai terdeteksi pada 20 Juni di negara bagian Jalisco. Kondisi darurat kesehatan hewan nasional dideklarasikan pada awal Juli.


Para petugas kesehatan terus memantau wabah flu babi menjangkiti Meksiko pada 2009. Virus H1N1 itu menyebar menjadi pandemi global yang telah merenggut 17.000 nyawa. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.