Saya bukan penggila kopi. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menjelajah Jakarta dengan cara berburu kenikmatan secangkir kopi, jika bukan karena ide dari salah satu teman di Couchsurfing dari Amerika yang berkunjung ke Jakarta.
Hampir di setiap mal, selalu ada tempat untuk minum kopi. Dibanding Starbucks atau Coffee Bean yang notabene produk lisensi, pilihan lokal sangat banyak. Dari segi harga, harganya bisa lebih terjangkau kantong.
Apalagi, Indonesia terkenal sebagai penghasil kopi robusta terbaik nomor empat di dunia. Jenis kopi ini menghasilkan rasa yang lebih pahit, kuat dan tajam — cocok bagi penggemar kopi hitam. Beberapa daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil jenis kopi arabica terbaik seperti Sulawesi (Toraja), Aceh (Gayo) dan Papua (Wamena).
Dengan keragaman kualitas kopi terbaik sebagai pilihan, wajar jika kedai kopi lokal ini pun menyajikan variasi kopi untuk diseduh bagi para pengunjungnya. Setidaknya itulah yang disajikan di La Tazza, tempat pertama saya.
Kafe yang berdiri sejak tahun 2000 ini terletak di Mal Ambassador, Kuningan. Kopi andalannya adalah kopi hitam (dinamakan Single Origin). Bubuk kopi arabica yang paling populer dipilih dari Aceh dan Papua.
Bagi saya yang sebenarnya bukan penggemar 100 persen kopi, kopi hitam terlalu pahit di mulut. Tapi, harus diakui ketahanan cita rasa kopi hitam terutama dengan bubuk kopi dari Sumatera itu memang tahan lama. Awalnya, mungkin terasa pahit tetapi seperti layaknya proses organik, rasa itu seperti berkembang dan membuat saya untuk meneguk lagi hingga habis secangkir.
Tur kopi lalu berlanjut ke Bengawan Solo. Berdiri mulai pertengahan 2003, kedai kopi ini membuka di pojok basement ITC Kuningan. Namun, kini mereka sudah tersebar di 52 kedai di Jakarta. Andalan mereka justru jenis minuman kopi yang sudah “dimodifikasi,” yaitu: Brandy Cookies.
(Dari namanya, terindikasi jika salah satu campuran dalam kopi ini adalah minuman beralkohol. Padahal, sebenarnya tidak. Menggunakan aromanya saja, kopi ini menggabungkannya dengan coklat, cookie dan tentunya es batu yang digerus.)
Salah satu hal lain yang menyenangkan selama nongkrong di Bengawan Solo adalah desain interior yang nyaman. Didukung dengan ornamen buatan negeri sendiri, entah kenapa saya lebih berasa sedang di rumah. Harga minumannya pun cukup terjangkau di Rp 20-30 ribu secangkir.
Berhubung memiliki perkebunan kopi sendiri, Bengawan Solo pun punya keuntungan untuk menekan harga, terutama untuk penjualan kopi bubuk. Satu kantong Toraja Blend dijual dengan harga 20 ribu perak yang biasanya untuk 10 cangkir kopi. Ini jelas jauh lebih murah dibanding dengan kantongan bubuk kopi yang dijual di kafe lain.
Dari Bengawan Solo, saya segera meluncur ke Kopi Luwak di Pacific Place, tempat tongkrongan premium. Terus terang, saya tidak pernah mencicipi jenis kopi luwak. Jadi, sekalian aja, mencicip kopi luwak di Kopi Luwak. Agak penasaran juga sih karena bubuk kopi ini termasuk yang paling mahal —karena proses pembuatannya yang harus “difermentasikan” di perut luwak.
Untuk bisa benar-benar merasakan kenikmatan kopi ini, saya sengaja memilih disajikan dalam minuman esspresso. Teman saya menyarankan agar sebelum meneguk jangan lupa untuk mencium aroma untuk memancing selera.
Dan, memang ketika pertama kali mencium kepulan asap dari secangkir kopi luwak saya sangat membantu untuk mengalihkan rasa kepahitan yang biasa saya dapatkan setiap kali mencoba secangkir kopi hitam.
Walau aromanya tajam, yang membuat saya agak terkejut adalah ternyata rasanya yang tidak sepahit kopi hitam lain. Padahal di gelas esspresso saya yang mungil ini sama sekali tidak saya tuang gula sama sekali.
Akhirnya, saya pun mengerti kenapa kopi luwak menjadi favorit pencinta kopi. Sukses membuat saya resmi menjadi penggemar kopi!
Anda sendiri, punya tempat favorit meminum kopi? Di mana?
Baca juga:
Makan di Jakarta: Terjangkau Tapi Nikmat (Bagian 1)
Makan di Jakarta: Terjangkau Tapi Nikmat (Bagian 2)
Rumah Kenangan Jenderal AH Nasution
[GALERI] Farah Quinn di Queenstown
[GALERI] Objek Wisata Gratis di Kuala Lumpur
Penghargaan buat SBY
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - 9 jam yang lalu
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - 11 jam yang lalu
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - 11 jam yang lalu
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
- Taufiq Kiemas Janji Bawa Kasus Gereja ke PresidenTempo - Sel, 9 Apr 2013
- 5 Kejanggalan Penyegelan Masjid AhmadiyahTempo - Sab, 6 Apr 2013
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Galeri foto di Travel
1 - 4 dari 60
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 37




