Liputan6.com, Jepara: Ribuan warga Desa Tegal Sambi, Jepara, Jawa Tengah, belum lama ini, merayakan tradisi perang obor. Tradisi ini diawali dengan membakar sesaji dan doa bersama. Selesai berdoa, satu per satu pelepah kelapa disulut dengan api. Setelah api menyala, perang pun dimulai.
Dalam perang obor, semua peserta akan saling serang tanpa pilih sasaran, tidak bisa melihat siapa kawan siapa lawan. Prosesi perang obor berlangsung sekitar satu jam lebih. Tanpa pelindung sama sekali, tak jarang peserta dan juga penonton mengalami luka bakar ringan akibat percikan api yang ditimbulkan.
Meski terluka bakar, mereka mengaku tidak kapok untuk selalu mengikuti jalannya tradisi ini. Para peserta selalu antusias untuk bisa ikut memeriahkan tradisi yang sudah turun temurun ini.
Asal mula perang obor bermula dengan peristiwa masa pagebluk yang terjadi di Desa Tegal Sambi. Dalam masa pagebluk, hewan-hewan menderita sakit dan tanaman diserang hama. Untuk menjauhkan dari masa pagebluk tersebut, warga melakukan berbagai usaha, di antaranya saling lempar pelepah kelapa yang dibakar.
Hingga kini, perang obor dijadikan tradisi yang digelar rutin setiap tahun. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan sedekah bumi sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa.(BOG)

