Besok, Pilot Merpati Mogok Terbang

Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah pilot PT Merpati Nusantara Airlines atau Merpati mengancam mogok terbang pada Senin (14/5) besok. Aksi ini sebagai protes akan digantinya Dirut Merpati, Sardjono Jhonny Tjitrokusumo.

"Rencana mogok terbang pilot itu tidak mewakili manajemen," kata Sudiarto, Humas Merpati, di Jakarta, Ahad (13/5). "Itu (mogok) memang hak para pilot, tapi sebaiknya tidak dilakukan karena akan mengganggu operasional penerbangan Merpati."

Pagi tadi, sebanyak 68 pilot Merpati menandatangani rencana mogok terbang. Para penerbang tersebut meminta kepada Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Merpati tidak sewenang-wenang mengganti Sardjono. Sebab, yang bersangkutan dinilai mempunyai kapasitas dan telah mampu menangani perusahaan dengan baik.

Sudiarto mengakui saat ini memang terjadi polemik di tubuh Merpati, terutama sejak adanya perombakan komisaris perusahaan. Isu pun berkembang Dirut Merpati akan digantikan oleh Komisaris Utama Merpati, Rudy Setyopurnomo, yang menggantikan komisaris utama sebelumnya Said Didu.

"Ada penyaluran aspirasi yang bisa disampaikan kepada Kementerian BUMN," ucap Sudiarto. "Tentunya, diharapkan Menteri BUMN Dahlan Iskan akan mendengarkan tuntutan para pilot tersebut."

Perusahan, tambah Sudiarto, sejauh ini belum memiliki solusi untuk mengantisipasi mogok terbang para pilot. "Mencari pilot pengganti tentu tidak mudah, karena di Indonesia saat ini sangat kekurangan pilot," ujarnya.

Saat ini, kata Sudiarto, jumlah pilot Merpati sekitar 390 orang yang menerbangi sebanyak 178 frekuensi penerbangan di seluruh rute Merpati baik di dalam negeri maupun internasional. Maskapai yang didirikan pada 6 September 1962 itu kini mengoperasikan sekitar 33 pesawat yang menerbangi sekitar 87 kota tujuan.(ANT/BOG)