TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bisnis PT Angkasa Pura II (Persero) Siswanto mengatakan biaya pelayanan kargo naik pada tahun ini. "Cargo service charge naik dari Rp 60 per kg menjadi Rp 100," kata Deputi Direktur Bisnis Kargo Angkasa Pura II, Siswanto, seusai menghadiri seminar bertema "Cargo Village Soekarno-Hatta Bagian Integral dari Bandar Udara Kelas Dunia," di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2013.
Menurut dia, penyesuaian ini terjadi karena harga layanan kargo terakhir kali naik pada 2008. Kenaikan merupakan dampak dari penyesuaian biaya-biaya yang terjadi dalam lima tahun terakhir. "Pasti dalam 5 tahun sudah ada peningkatan biaya maintenance, operasional, dan terakhir kenaikan upah minimum regional," katanya.
Siswanto menambahkan, kenaikan ini tidak signifikan dibandingkan biaya pengiriman kargo yang berlaku. Ia mencontohkan biaya pengiriman kargo dari Jakarta ke Medan, misalnya, mencapai Rp 10 ribu. "Rp 100 itu tidak signifikan. Misalkan biaya pengiriman kargo dari Jakarta ke luar kota itu Rp 10.000, biaya tersebut tidak seberapa."
Kapasitas kargo di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 500 ribu ton. Kapasitas ini tidak mencukupi lalu lintas kargo di bandara tersebut. Untuk mengatasi tingginya lalu lintas kargo, Angkasa Pura II berencana membangun kargo baru, yaitu cargo village dengan investasi Rp 2,1 triliun. Cargo village diharapkan bisa memiliki kapasitas 1,5 juta ton per tahun.
ANANDA TERESIA


