Dili (AFP/ANTARA) - Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengunjungi negara terpencil Timor Leste saat konvensi Partai Demokrat tengah berlangsung, diungkapkan pada Kamis bahwa dirinya bekerja bersama suaminya, untuk merangkum pidato penting Bill Clinton.
Ditanya mengenai keadaan politik di negaranya, Clinton mengungkapkan pandangannya pada pidato mantan presiden yang merupakan suaminya itu untuk konvensi Partai Demokrat di Charlotte, North Carolina, yang mana mantan presiden itu mencalonkan Presiden Barack Obama untuk jabatan periode kedua.
“Saya menerima versi yang sudah dipersiapkan, yang saya ingin bandingkan dengan versi yang disampaikan,” kata Clinton dalam sebuah konferensi pers bersama Perdana Menteri Xanana Gusmao Timor Leste.
“Itu merupakan sebuah kehormatan besar baginya untuk mencalonkan presiden Obama dan saya senang berada di sini di Timor Leste atas nama Amerika Serikat dalam memajukan nilai-nilai bersama kami,” katanya.
Hillary Clinton, yang kalah atas Obama dalam pencalonan Partai Demokrat pada 2008, mengatakan bahwa Charlotte adalah negara bagian yang pertama kalinya dalam “bertahun-tahun” yang tidak ia hadiri saat konvensi partainya.
“Secara resmi, saya katakan bahwa selama beberapa dekade menjabat sebagai menteri luar negeri, saya telah tidak menghadiri konvensi politik karena sifat non-partisan dari kebijakan luar negeri,” katanya.
“Saya pikir ini adalah aturan yang baik. Itu adalah salah satu yang pasti saya terima,” katanya.
Sejak sepakat menjadi menteri luar negeri di bawah Obama, Hillary Clinton menjadi salah satu dari tokoh-tokoh politik AS yang paling populer, meningkatkan spekulasi bahwa ia akan dijadikan calon dari Partai Semokrat untuk pemilihan Presiden berikutnya.
Namun Clinton, yang pada bulan depan berusia 65, telah berulang kali menolak untuk mencalonkan pada 2016.(kn/ik)

