Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri optimistis realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 2012 akan mencapai sekitar Rp300 triliun, melampaui target yang ditetapkan Rp283,5 triliun.
"Target investasi sampai dengan akhir 2012, saya perkirakan bisa mencapai Rp300 triliun, sementara hingga September 2012 sudah mencapai Rp229,9 triliun," kata Chatib, saat pemaparan Reallisasi Investasi PMA-PMDN Triwulan III dan Januari-September 2012, di Gedung BKPM, Jakarta, Senin.
Menurut Chatib, peningkatan total investasi sampai dengan akhir 2012 didorong antara lain impor barang modal yang cenderung masih tinggi, dan komitmen investasi dari sejumlah negara.
"Pertumbuhan ekonomi yang masih kuat dalam situasi ekonomi global yang tertekan juga menjadi pendorong peningkatan investasi di tanah air," kata Chatib.
Hingga September 2012, dari total investasi Rp229,9 triliun, sebesar Rp65,7 triliun merupakan PMDN dan 154,2 triliun berupa PMA.Selama 9 bulan pada 2012, total investasi PMA-PMDN rata-rata di atas Rp70 triliun, dengan angka terendah terjadi pada triwulan I yang mencapai 71,2 triliun, meningkat menjadi Rp76,9 triliun pada triwulan II dan mencapai Rp81,8 triliun pada triwulan III.
"Kalau saja pada triwulan IV hanya mencapai angka terendah Rp71 triliun, maka total investasi 2012 sangat memungkinkan menembus Rp300 triliun," katanya.
Ia menambahkan, dari sisi realisasi investasi PMDN sampai dengan September 2012 sudah mencapai 85 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp76,7 triliun. Sedangkan realisasi PMA sudah mencapai 79,4 persen dari target Rp206,8 triliun.
Sektor yang masih menjadi favorit PMA meliputi industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, pertambangan, transportasi, industri kertas dan barang dari kertas dan percetakan, serta industri alat angkutan dan transportasi.
Sedangkan investasi PMDN meliputi industri mineral non logam, industri makanan, industri tekstil, tanaman pangan dan perkebunan, konstruksi. Dari sisi lokasi PMA, tertinggi investasi terjadi di DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Riau.
Sementara PMDN tersebar di Jawa Barat tertinggi, disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Kalimantan Timur.
"Upaya pemerataan investasi ke daerah-daerah luar Jawa dan peningkatan peran perusahaan PMDN telah menunjukkan hasil menggembirakan," ujarnya.
Secara keseluruhan, peningkatan investasi yang dilakukan pengusaha nasional juga meningkat, dengan penyebaran kegiatan investasi penanaman modal di luar Jawa. (tp)


