• They're dancing with the missing..
    They're dancing with the dead..
    They dance with the invisible ones..
    One day we'll dance on their grave..
    They dance alone..

    - Sting-

    Seberapa pentingkah angka 300 untuk anda?  Setidaknya saya masih mengingat, uang dengan nominal itu pernah menjadi bekal saku saat dulu duduk di bangku SD. Cukup untuk membeli sarapan bubur dan makan “sego megono” saat jam istirahat.

    Hal lain dari angka “300” yang saya ingat adalah sebuah film dari adaptasi novel grafis Frank Miller yang konon mengangkat kisah peperangan 300 tentara Sparta melawan Persia.

    Angka 300 juga bisa menjadi kumpulan hari dalam hitungan waktu 10 bulan, jika satu bulan terdiri dari 30 hari.

    Bagaimana jika 300 kali itu adalah mewakili minggu?

    Artinya sudah kurang lebih enam tahun jika demikan. Bagaimana jika dalam waktu yang tidak bisa dikatakan sebentar itu ada yang terus berdiri di depan Istana Presiden?

    Ini bukan rekayasa apalagi ingin mencari sensasi atau rekor Muri.

    Enam tahun itu mereka berdiri di

    Selengkapnya »dari Memperingati 300 Minggu Aksi Kamisan
  • Perang antara kota Jakarta dan kemacetan sudah berlangsung lama. Berbagai senjata sudah dipersiapkan, beberapa ada yang sudah meluncur dan beberapa masih dikaji terus. Proyek busway, misalnya, sudah terwujud sejak 2004. Tetapi MRT dan monorel masih dalam rencana.

    Ada satu moda transportasi yang murah, praktis, modern, dan ramah lingkungan, yang cocok menjadi senjata melawan kemacetan selanjutnya. Perkenalkan: sewa sepeda alias bike share. Setelah sukses di Cina dan Eropa, sewa sepeda segera menyebar cepat ke kota-kota besar dunia khususnya di Amerika Serikat. Sejak 2010, sistem ini sudah diterapkan di Washington DC, New York, Denver, dan lain-lain.

    Sistem bikeshare di Zhuzhou, Cina.

    Sistem sewa sepeda paling dahsyat adanya di Hangzhou, Cina. Di kota itu, ada lebih dari 50 ribu sepeda yang tersebar hampir di seluruh kota — dan siap digunakan oleh siapa saja penduduk yang telah mendaftar jadi anggota.

    Sewa sepeda, atau ada juga yang menyebutnya public bike, merupakan sistem sewa sepeda murah yang memiliki jaringan stasiun

    Selengkapnya »dari Melupakan Kemacetan Dengan Sewa Sepeda

  • Pada tanggal 5 Mei 2013, Malaysia akan mengadakan pemilu atau dalam bahasa setempat, “Pilihan Raya Umum ke-13”.

    Dalam rangka menyongsong hari penting tersebut, pada Minggu 14 April beberapa warga Malaysia mendatangi Lucky Garden Roundabout di Bangsar, Kuala Lumpur. Di bundaran itu, mereka menanam ribuan “bunga” kecil berwarna-warni sebagai simbol gerakan perubahan Malaysia.

    Gerakan itu diberi nama “Malaysian Spring”. Tujuannya, menyebarkan pesan perubahan dan mengajak rakyat ikut berperanserta dalam proses perubahan. Rakyat bisa membuat “bunga” mereka sendiri dengan mudah, lalu menanamnya di lingkungan sekitar mereka, dan kemudian mengirimkan foto bunga yang telah ditanam ke website Malaysian Spring. Semboyan gerakan ini: Plant for hope, plant for change, plant for Malaysia.

    Malaysian Spring dimulai oleh seorang arsitek lanskap sahabat saya, Ng Sek San. Dia mengatakan ada dua tindakan subversif dalam kegiatan itu.

    “Yang pertama, tindakan menanam di ruang publik yang tadinya tak pernah

    Selengkapnya »dari Menanam ‘Bunga’ untuk Perubahan Malaysia
  • Tidak ada kalimat "ibu kita Kartini" dalam lirik lagu yang ditulis oleh WR. Soepratman. 

    Setelah meliput Kongres Perempuan I yang digelar di Yogyakarta pada 1928, WR. Soepratman terinspirasi untuk menulis lagu tentang Kartini. Soepratman menulis lirik yang bunyinya (dan judulnya) "Raden Ajeng Kartini....", bukan "Ibu kita Kartini...".

    Di masa Sukarno, judul dan lirik itu diubah menjadi "Ibu kita Kartini". Pengubahan judul dan lirik lagu itu tak lain dan tak bukan untuk menghilangkan elemen feodalisme dari narasi Kartini -- dan dengan itulah sebenarnya dilakukan sebentuk kekerasan terhadap kisah hidup Kartini.

    Feodalisme dan kolonialisme adalah dua simpul yang jadi lawan utama gerakan-gerakan kiri pasca Indonesia merdeka sampai kejatuhan Soekarno. Menghapuskan embel-embel Raden Ajeng pada Kartini adalah bagian dari pertarungan politik dan ideologi di masa itu (lihat bagian ketiga artikel saya).

    Yang tidak pernah diduga oleh Sukarno dan gerakan-gerakan kiri di masa itu adalah Orde Baru

    Selengkapnya »dari Kartini Sebagai "Kuntilanak Wangi"
  • 20 Mal Baru Harap-Harap Cemas Nantikan Izin

    RumahCom - Sedikitnya perencanaan 20 mal baru belum dapat direalisasikan pembangunannya. Pasalnya, para pengembang masih menantikan terbitnya izin pembangunan bagi mal-mal tersebut.

    Vivin Harsanto, Head of Strategic Consulting Jones Lang LaSalle Indonesia memgatakan, permintaan ruang ritel masih terus berdatangan. "Terutama dari para peritel asing yang sangat tertarik untuk berinvestasi di sini. Tapi dari pihak pengembang agak kesulitan menyediakan pasokan akibat izinnya tidak kunjung terbit," ungkap Vivin dalam paparan Tinjauan Pasar Properti Jakarta Q1-2013 di Jakarta, Rabu (17/4).

    Vivin melanjutkan, dari survei yang dilakukan oleh Jones Lang LaSalle, sedikitnya ada 20 rencana proyek mal baru yang disiapkan oleh para pengembang. Tetapi realisasinya urung dilakukan menyusul belum terbitnya izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Masih dari hasil survei, sepanjang kuartal I-2013, tercatat penyerapan ruang ritel sebesar 26.000 meter persegi. Jumlah tersebut hanya sepertiga dari

    Selengkapnya »dari 20 Mal Baru Harap-Harap Cemas Nantikan Izin
  • Pertama di Dunia: Gedung Bertenaga Ganggang

    RumahCom – Jerman lagi-lagi memperkenalkan teknologi ramah lingkungan terbaru. Kali ini, sebuah gedung bertenaga ganggang hijau yang diberi nama BIQ House resmi diperkenalkan dan dibuka untuk umum di Hamburg.

    Gedung yang didesain memiliki fasad yang ditanami ganggang ini merupakan proyek gotong royong antara firma internasional Arup, konsultan SSC Jerman, dan Splitterwerk—perusahaan arsitek asal Austria.

    Dinukil dari situs inhabitat.com, ganggang yang dipasang pada di bio-reaktor fasad dimaksud agar efek panas matahari dapat ditahan sehingga penggunaan pendingin ruangan dapat diminimalisir. Bio-reaktor tersebut juga dapat memproduksi energi panas yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi tambahan, sehingga akan menghasilkan sumber energi sendiri untuk menyalakan berbagai peralatan listrik di dalam gedung.

    Im Suryani
    imsuryani@rumah.com

    Foto: inhabitat.com

    Selengkapnya »dari Pertama di Dunia: Gedung Bertenaga Ganggang
  • RumahCom – Jika Anda merasa nyaman menyecap secangkir kopi di area kamar mandi, maka café yang satu ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk nongkrong di akhir pekan. Berlokasi di London, Inggris, The Attendant merupakan sebuah café teranyar di Negeri Ratu Elizabeth yang menawarkan nuansa kamar mandi era Victoria.

    Sejatinya, café bawah tanah ini memang bekas bangunan kamar mandi umum zaman Victoria pada masa 1890-an. Adalah Pete Tomlinson dan Ben Russell, dua sekawan yang menangkap peluang ini ketika melihat tanda ‘disewakan’ berada di bangunan kamar mandi itu. Dan terbayang di benak mereka untuk menyulap bangunan itu menjadi sebuah area café tempat kawan-kawan mereka menghirup espresso hangat.

    Tidak banyak perubahan yang dilakukan terhadap bangunan bawah tanah itu. Selain perombakan satu sisi dinding dan sedikit pengecatan ulang, sisa pekerjaan yang ada hanyalah membersihkan debu di dalam ruangan. Untuk furniturnya, urinal porselain asli buatan Doulton & Co tetap digunakan sebagai

    Selengkapnya »dari The Attendant: Cafe Unik Bernuansa Kamar Mandi Era Victoria
  • Markas James Bond Pelopori Mandatori Regulasi Hijau

    RumahCom – Markas Besar M16, atau yang sekarang disebut dengan Dinas Rahasia Inggris berencana mengungkapkan pengurangan emisi karbon dan penggunaan energi secara efektif. Hal itu sejalan dengan Regulasi Inggris tentang Eviromental Information tahun 2004.

    Meski kerahasiaan aktivitas Dinas Rahasia yang berkantor di tepi Sungai Thames ini sangat terjaga (lihat foto DISINI), namun mereka pernah merilis angka konsumsi energi pada 2009 lalu. Seperti dinukil dari laman inhabitat.com, penggunaan listrik M16 tercatat mencapai GBP3,58 juta (Rp53,2 miliar), dan penggunaan gas lebih dari GBP215.000 (Rp3,2 miliar).

    Yang lebih mengejutkan, jumlah sampah yang diproduksi staf M16 di dalam kantor mencapai 1.546 ton, atau 55,6% lebih besar dari ketentuan pemerintah. “Oleh karenanya, kami ingin mempelopori langkah ini agar dapat menjadi teladan bagi banyak pihak, bahwa Dinas Rahasia juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Rencananya, data itu akan dirilis di akhir tahun ini ,” ungkap juru bicara

    Selengkapnya »dari Markas James Bond Pelopori Mandatori Regulasi Hijau
  • Proklamasi kemerdekaan segera diikuti merebaknya semangat anti-kolonialisme. Segala yang berbau kolonial dipersoalkan dan ditentang.

    Tapi tidak dengan Kartini. Anak emas kaum etisi kolonial ini tidak dihapus namanya, tapi diambil-alih sekaligus dikukuhkan peranannya dengan lebih jelas dalam sejarah Indonesia.

    Tidak butuh waktu lama proses pengambil-alihan Kartini dari wacana kolonial ke wacana nasional. Pada Kongres Perempuan Nasional yang digelar 4 bulan setelah proklamasi, Kartini sudah "gentayangan" dalam pidato-pidato para peserta. April 1946, belum setahun umur Indonesia merdeka, perayaan Hari Kartini sudah digelar.

    Sejak itu, narasi Kartini di masa pasca-kolonial tak bisa lagi dihentikan. Ketika itu narasi tentang Kartini hampir sama dengan yang direproduksi di masa kolonial. Kartini disebut sebagai pejuang hak pendidikan perempuan dan (tentu saja) emansipasi perempuan. Nyaris tidak ada yang baru.

    Modifikasi terhadap narasi Kartini justru dilakukan oleh gerakan kiri di Indonesia.

    Selengkapnya »dari Kartini "Menjadi" Gerwani
  • Sebagai narasi, Kartini memang dibikin oleh orang-orang Belanda. Dan inilah salah satu soal (atau "sial"?) utama yang merongrong narasi Kartini. Apa bisa kita kenal Kartini jika Belanda tak membuatkan narasi tentangnya?

    Kartini sudah dikenal oleh banyak orang Belanda sebelum ajal menjemputnya pada 17 September 1904. Pembicaraan tentangnya sudah muncul sejak dia mulai menulis di beberapa surat kabar — tentu saja dalam bahasa Belanda.

    Ketika dia meninggal, beberapa surat kabar memberitakannya. Bagaimanapun, Kartini sudah menjadi figur. Setidaknya dia adalah istri seorang bupati — istri utama Raden Djojoadiningrat, tapi bukan istri yang pertama. Tapi waktu itu belum ada gelagat Kartini akan menjadi sebuah narasi yang menonjol. Beberapa surat kabar hanya menulis ala kadarnya tentang kematian Kartini.

    Saya ambil contoh berita di surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad dan Het Niuews van den Dag voor Nederlandsch-Indie. Pada hari yang sama, 31 Desember 1904, dua surat kabar itu menurunkan daftar

    Selengkapnya »dari Kartini ‘Bikinan’ Belanda

Penomoran Halaman

(50 Artikel)