• Pemilu di Malaysia ternyata tak mengenal konsep masa tenang. Sampai sehari sebelum pemilu Malaysia digelar pada 5 Mei, kampanye politik dalam skala besar pun masih dilakukan. Bahkan di luar tempat-tempat pemungutan suara, atribut partai dalam jumlah banyak tetap terlihat.

    Pendukung partai pun dikerahkan untuk berdiri di luar sekolah-sekolah negeri yang diberdayakan jadi tempat pemungutan suara, menyapa dan mengucapkan terima kasih pada para pemilih yang sudah datang.

    Tempat pemungutan suara pada pemilu di Malaysia buka mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Begitu datang, pemilih harus menyerahkan kartu berisi nomor pemilih mereka pada petugas. Lalu petugas akan mengecek dan 'mengirim' mereka ke antrian (saluran) dengan nomor tertentu.

    Ada pemilih yang dari datang melaporkan nomor antrian sampai selesai memilih (dengan memberi tanda silang di samping partai pilihan mereka) hanya butuh 15 menit, ada yang harus menunggu sampai 1,5 jam. Tak jelas kenapa ada yang dapat jatah harus menunggu

    Selengkapnya »dari Antrian Harapan di Tempat Pemungutan Suara Pemilu Malaysia
  • Jika pemilu Malaysia punya seorang bintang, mungkin dia adalah Nurul Izzah. Putri pemimpin koalisi oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim itu akan mempertahankan kursi parlemen dari daerah Lembah Pantai pada pemilu 5 Mei nanti. Pada pemilu 2008, Nurul yang waktu itu berusia 27 tahun berhasil menang sebagai seorang kandidat muda.

    Kini, ia berhadapan dengan seorang kandidat unggulan, Raja Nong Chik, menteri daerah federal dan kesejahteraan kota. Di hadapan lawannya yang kuat dengan dukungan mesin kampanye berdana tak terbatas, Nurul Izzah jadi tampak kecil.

    Sebuah truk dengan layar LCD besar menyala di depan pasar malam Taman Desa Pesona, Petaling Jaya, Kamis (2/5) lalu. Wajah Raja Nong Chik tampil di sana, memperlihatkan berbagai aksinya di masyarakat. Tiga pemuda membagikan sebuah buku bersampul mengilap dengan foto Raja Nong Chik berisi laporan kerjanya selama ini. Setidaknya itulah gambaran apa yang bisa dibeli oleh dana besarnya.

    Selama 45 menit, Nurul Izzah akan datang ke pasar malam ini.

    Selengkapnya »dari Kampanye 'Putri Reformasi' di Pasar Malam
  • Media seharusnya menjadi pemantau dan pengawas, apalagi dalam proses pemilihan umum. Namun, membaca artikel koran soal kampanye pemilihan umum Malaysia di berbagai media cetak dan elektronik, terlihat jelas bias yang muncul dari nada pemberitan media setempat. Sering sekali tak terlihat bedanya antara advertorial politik dan sebuah berita.

    Misalnya, sebuah berita tentang kampanye Perdana Menteri Najib Razak di daerah pedesaan yang mencantumkan lengkap apa yang dia katakan dan uang yang dia bagikan, termasuk tuduhan-tuduhannya pada partai opisisi tanpa ada kutipan penyeimbang.

    Model berita semacam ini terus sampai halaman 17 di samping satu halaman iklan koalisi berkuasa Barisan Nasional di setiap lembarnya. Sekalinya ada tokoh partai oposisi yang dikutip, hanya satu orang untuk satu berita dan tidak menjawab tuduhan-tuduhan dari berita-berita sebelumnya.

    Sebuah penelitian 'Watching the Watchdog' tentang peliputan media Malaysia untuk pemilu 2013 dari peneliti University of Nottingham

    Selengkapnya »dari Media yang Tak Seimbang Pada Pemilu Malaysia
  • Sirajudin Hasbi

    Setiap siswa yang bersekolah sebenarnya sudah terbiasa dengan ujian. Baik ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Jadi evaluasi hasil belajar bukanlah sesuatu yang asing lagi.

    Tetapi mengapa setiap kali ada ujian nasional, selalu terjadi kehebohan?

    Ya, karena lewat ujian nasionallah kelulusan seorang siswa ditentukan. Hasil belajar selama bertahun-tahun akan dipertaruhkan pada ujian yang berlangsung beberapa hari. Tak heran bila selalu ada kesibukan tambahan gara-gara UN. Banyak tempat bimbingan belajar menawarkan berbagai trik jitu menjawab soal. Sekolah-sekolah bikin jam tambahan dan berharap semua siswa lulus (angka kelulusan 100 persen).

    Yang lebih dahsyat, persiapan menghadapi ujian nasional juga merambah ke segi spiritual. Kita sudah sering dengar murid dan guru berkumpul, berdoa bersama, atau bahkan mengunjungi makam orang-orang yang dianggap sakti. Banyak pula orangtua mengontak dukun agar mendapatkan “bala bantuan” supaya anaknya lulus UN.

    Di kota

    Selengkapnya »dari Ujian Nasional Nan Menakutkan
  • Soekarno-Hatta, Peringkat ke-9 Bandara Tersibuk di Dunia

    RumahCom – Bandara Soekarno-Hatta menduduki peringkat kesembilan sebagai bandar udara tersibuk di dunia selama 2012 lalu. Hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh Airports Council International (ACI) didasari oleh jumlah trafik penumpang, termasuk penumpang yang melakukan transit.

    Tahun lalu, Bandara Soekarno-Hatta berhasil membukukan jumlah penumpang sebanyak 57.772.762, dengan peningkatan 12,1% dibanding tahun sebelumnya. Di 2011, Bandara terbesar di Indonesia ini hanya menduduki peringkat ke-12.

    Bandara Internasional Hartsfield-Jackson
    di Atlanta, Amerika Serikat, masih menjadi bandara tersibuk di dunia sejak 2000, dengan total penumpang sebanyak 95.462.867 sepanjang 2012 lalu. Dibanding tahun 2011, terjadi peningkatan penumpang sebanyak 3,3%.

    Di peringkat kedua dan ketiga diduduki Bandara Internasional Beijing dan Bandara London Heathrow dengan jumlah penumpang masing-masing 81.929.359 dan 70.037.417.

    Di kawasan ASEAN, Bandara Suvarnabhumi Thailand berada di peringkat

    Selengkapnya »dari Soekarno-Hatta, Peringkat ke-9 Bandara Tersibuk di Dunia
  • Di tengah pasar malam yang ramai, Nurul Izzah, anak sulung dari pemimpin Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, membagi-bagikan brosur dan kartu buat mereka yang tengah berbelanja. Beberapa media asing sudah menunggu untuk mewawancara, tapi dia tak mau. "Tunggu saya selesai bagikan ini dulu," katanya.

    Selain wartawan, tak banyak yang mendatangi Nurul untuk berbicara. Seringnya malah Nurul yang harus menghentikan orang untuk berbicara dengannya.


    Seorang perempuan etnis Tionghoa langsung maju mengenalkan dirinya dengan suara keras. Dia bilang, dia datang langsung dari Swiss, pulang ke Malaysia hanya demi 'undi' atau ikut pemilu. "Saya baru datang sore ini. Saya dapat info Nurul Izzah akan datang ke pasar ini, saya langsung ke sini untuk memberi semangat," kata Veronica Liew Hui Mei.

    Konsultan investasi ini bolak-balik mengatakan penerbangannya butuh 23 jam, dan dia sama sekali belum bertemu keluarganya. Bahkan mungkin ia baru akan bertemu keluarganya hari Senin nanti usai pemilu. Pada hari

    Selengkapnya »dari Pemilih Gelap vs Pemilih Ekspatriat
  • Fakta Mencengangkan Seputar Gedung-gedung di Dunia

    RumahCom – Eksistensi gedung ramah lingkungan alias green building sangat diperlukan, mengingat isu pemanasan global yang kian parah.

    Dalam acara Journalist Property Workshop yang diselenggarakan Sinar Mas Land, Selasa (30/4), Imam S. Ernawi, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan fakta mencengangkan seputar bangunan gedung yang ada di dunia:

    1. Gedung-gedung di dunia menghabiskan lebih dari sepertiga sumber daya dunia untuk konstruksinya.
    2. Gedung-gedung di dunia menggunakan 40% dari total energi global.
    3. Gedung-gedung di dunia menggunakan 12% dari total persediaan air bersih.
    4. Gedung-gedung di dunia menghasilkan 40% dari total emisi greenhouse gas (GHG).

    “Pada 2030 nanti, diperkirakan sepertiga total emisi CO2 dunia berasal dari bangunan gedung, dengan penyumbang terbesar dari negara-negara di Asia,” paparnya.

    Menurutnya, pemerintah sudah mengisyaratkan pembangunan green building yang tertuang dalam UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan

    Selengkapnya »dari Fakta Mencengangkan Seputar Gedung-gedung di Dunia
  • Ternyata, Presiden Uruguay Tinggal di Rumah Ladang

    RumahCom – Tidak akan ada yang menyangka jika rumah ladang (farmhouse) yang berada jauh di luar kota Montevideo ini merupakan kediaman Presiden Uruguay, Jose Mujica. Seperti farmhouse pada umumnya, halaman rumah Jose “Pepe” Mujica ‘berhiaskan’ baju-baju yang dijemur, sebuah sumur, dan seekor anjing penjaga. Hanya kehadiran dua orang polisi berseragam yang menjadi pembeda. Lihat gambar>>di sini

    Seperti diberitakan BBC, setelah menjual rumah kepresidenan Uruguay seharga USD2,7 juta (Rp26,2 miliar) saat ia baru menjabat pada 2010 lalu, pria berjuluk Presiden Termiskin di Dunia ini tinggal di farmhouse milik istrinya, Lucia Topolansky, hingga sekarang. Baru-baru ini, presiden nyentrik itu mendaftarkan lahan, rumah, dan traktor senilai USD213.200 (Rp2 miliar) milik istrinya tersebut sebagai miliknya.

    Selain pilihan kediaman yang tidak biasa. Presiden berumur 77 tahun ini juga mendonasikan nyaris 90% dari gajinya sebagai presiden untuk program rumah rakyat di negerinya. Untuk membiayai
    Selengkapnya »dari Ternyata, Presiden Uruguay Tinggal di Rumah Ladang
  • Sirajudin Hasbi

    Hari Pendidikan Nasional 2 Mei diambil dari hari lahir Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan yang namanya masyhur dalam lembaran sejarah bangsa. Berikut ini cerita singkat mengenai menteri pendidikan pertama republik ini, yang punya sumbangsih begitu besar:

    Perjalanan hidup
    Sebagai bangsawan yang besar di lingkungan keraton Yogyakarta, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (nama asli Ki Hadjar) memperoleh pendidikan yang layak. Setelah menamatkan sekolah dasar di Europeesche Lagere Scholen (ELS, sekolah rendah berbahasa Belanda selama tujuh tahun), dia kemudian melanjutkan sekolah ke Stovia. Sayang, sekolahnya tidak selesai lantaran sakit.

    Ki Hadjar Dewantara kemudian bekerja sebagai jurnalis. Dia terkenal andal menyajikan tulisan komunikatif, dengan pesan yang mampu membangkitkan semangat antikolonialisme bagi pembaca. Ada beberapa harian yang tercatat pernah menjadi tempat Ki Hadjar Dewantara menerbitkan tulisannya, yakni Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia,

    Selengkapnya »dari Ki Hadjar Dewantara dan Perkembangan Pendidikan di Nusantara
  • Oleh Yoga Adiwinarto

    PT Jakarta Monorail dan Adhi Karya kembali mencetuskan ide pembangunan proyek monorel. Bila terlaksana, rencana ini akan membuka koridor monorel yang bersinggungan dengan beberapa segmen koridor busway.

    Koridor Transjakarta yang bersinggungan itu antara lain Koridor 1 (70 ribu penumpang/hari), Koridor 6 (30 ribu penumpang/hari), Koridor 5 (30 ribu/hari), dan Koridor 9 (40 ribu/hari). Mengingat tarif monorel (Rp9000) jauh lebih tinggi dari busway (Rp3500), memang kecil kemungkinan monorel akan “mengambil jatah” penumpang busway.

    Tetapi tarif Rp9000 itu pulalah yang membuat proyek monorel sulit diandalkan.

    Dengan tarif Rp9000, seperti yang diusulkan, seorang pengguna monorel rata-rata akan menghabiskan hampir Rp400 ribu per bulan untuk bepergian dari dan ke tempat kerja. Ini hampir sama dengan biaya bensin mobil per bulan, atau empat kali lipat biaya bensin pengendara motor.

    Dari sini bisa terlihat, monorel tidak diperuntukkan bagi pengguna kendaraan umum, busway ataupun

    Selengkapnya »dari Perlukah Proyek Monorel Dilanjutkan?

Penomoran Halaman

(50 Artikel)