Arena

Menanti Petualangan Rodgers di Liverpool

Brendan Rodgers (Getty Images/Clint Hughes)


Liverpool punya pelatih (manajer) baru mulai musim 2012/2013. Pelatih kelahiran Irlandia Utara, Brendan Rodgers, dipercaya menangani The Reds dengan kontrak tiga tahun. Dia mengalahkan persaingan dengan sesama pelatih termuda di EPL, Roberto Martinez yang masih berada di Wigan Athletic.

Kehadiran Rodgers di Anfield sebenarnya baru terbaca dalam waktu tiga hari sebelum kepastiannya. Awalnya, menurut sejumlah bandar judi di Inggris Raya, Rodgers bukan pilihan pertama. Rodgers dan Martinez kebetulan sesuai dengan kualifikasi FSG sebagai pemilik Liverpool yang dikenal punya prinsip "sedikit belanja banyak untung". Istilah populernya, Moneyball.

Namun seiring negosiasi, tiada kesepakatan antara Liverpool (FSG) dengan Martinez dan Wigan. Salah satu poin yang mengganjal adalah keinginan Martinez untuk memegang penuh kontrol skuad, termasuk kebijakan transfer. Itu sebabnya nama Juergen Klopp, Rafael Benitez dan Fabio Capello rontok di bursa awal. Ketiga pelatih itu dikenal selalu memegang kewenangan penuh atas tim.

Rodgers sebenarnya juga pelatih yang tak senang dengan intervensi manajemen klub. Tetapi kemampuannya bekerja dengan sumber daya terbatas menjadi jaminan kepercayaan FSG.

Menanti sepak terjang Rodgers di Liverpool akan sangat menarik. Patut ditunggu bagaimana dia menangani tekanan suporter Liverpool yang "lapar" gelar juara (liga), ego para pemain bintang, dan kompetisi Eropa. Itu semua hal baru bagi pelatih berusia 39 tahun tersebut.

Secara teknis, Rodgers pantas masuk dalam jajaran elit pelatih masa depan. Meski baru semusim di EPL, ia sudah mendapat banyak pujian dari sesama pelatih. Dua di antaranya adalah Harry Redknapp (Tottenham) dan Jose Mourinho (Real Madrid, eks bosnya di Chelsea).

Mengantarkan Swansea ke posisi 11 EPL saat diramal akan degradasi, mengalahkan Man. City (kandang), menahan imbang Chelsea (tandang), menundukkan Arsenal dan Liverpool (kandang; termasuk imbang tanpa gol di Anfield), adalah pencapaian positif untuk pelatih tanpa pengalaman.

Rodgers adalah penggemar fanatik gaya Tiki-Taka ala Barcelona dan Spanyol. Adaptasi itu pula yang ia terapkan di Swansea selama semusim terakhir dalam kemasan skema 4-3-3 (saat menguasai bola) dan sesekali 4-2-3-1 (saat kehilangan bola) dengan zona pendek merapat. Dia melakukan itu dengan prima hanya bersama pemain-pemain berharga murah. Dia dinilai mampu memaksimalkan teknik individual para pemainnya untuk bermain kolektif.

Yang paling menarik dari Rodgers adalah filosofi permainan menyerangnya. Dia senang mengendalikan permainan dan memberi tekanan ketat sepanjang 90 menit. Dalam sebuah wawancara The Telegraph bulan Januari, dia mengakui itu.

"Saya senang mengendalikan permainan. Tim harus bertanggung jawab terhadap nasibnya sendiri. Jika Anda menguasai 79% permainan maka peluang menang cukup besar. Logikanya, tak penting Anda tim besar atau kecil, jika Anda tidak menguasai bola maka Anda tak bisa mencetak gol," demikian kata Rodgers.

Dan Rodgers bukan cuma bisa bicara. Menurut WhoScored.com, keberhasilan operan Swansea musim lalu (85,7%) hanya kalah tipis dari Barcelona (88,5%), Bayern Muenchen (86,3%) dan juara EPL, Manchester City (85,9%).

Kesuksesan operan para pemain Swansea kemungkinan besar dipengaruhi latihan ala Rodgers. Ia selalu melatih para pemainnya melakukan satu sentuhan dengan bola, 3 vs 6 pemain di mana tim tiga pemain harus mampu merebut bola dari tim enam pemain dan metode terakhir adalah 12 vs 6 di mana tim dengan enam pemain harus menjaga bola tidak direbut.

Di tangan Rodgers, hampir pasti permainan cepat Liverpool akan berubah drastis. Mungkin akan jarang pula permainan bola atas khas Inggris. Apakah Rodgers akan mampu mengakhiri dahaga juara EPL bagi Liverpool?

Waktu yang akan menjawab. Sepak bola bukan makanan instan siap lahap.


Baca Juga:

Klub Idola Para Diktator

Akankah Piala Eropa 2012 Mendulang Sukses?

Dongeng 2,8 Miliar Dolar dari Chelsea

Kompetisi yang Mengaburkan Orientasi

Pengaruh Hukuman Kartu

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat