Sudah delapan bulan lamanya pecinta sepak bola Indonesia tidak menyaksikan penampilan timnas Indonesia di stadion legendaris, Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Bambang Pamungkas dkk terakhir kali beraksi di ajang Piala AFF 2010 pada Desember tahun lalu.
Setelah itu kegiatan timnas praktis mati suri karena konflik kepemimpinan PSSI. Selama berbulan-bulan pecinta bola tanah air disuguhkan egoisme dari para pemilik suara dan pengurus PSSI untuk memperebutkan jabatan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI.
Ditambah ketidakjelasan sikap FIFA terhadap krisis kepemimpinan PSSI yang semakin menambah ruwet masalah.
Tapi setelah Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman terpilih sebagai ketua umum dan wakil ketua umum PSSI, optimisme meraih prestasi melambung tinggi. Apalagi duet Djohar dan Farid didukung pengusaha minyak yang gila bola, Arifin Panigoro.
Meski beberapa keputusan Djohar-Farid dikritik seperti memecat Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal atau menyapu bersih sisa-sisa kepengurusan PSSI era Nurdin Halid, padahal beberapa di antaranya dinilai punya kompetensi soal pengelolaan sepak bola.
Masyarakat bola kini perhatiannya teralihkan ke penampilan timnas di pra-Piala Dunia 2014 melawan Turkmenistan. Di laga pertama di Ashgabat, Sabtu (23/7) pekan lalu, tim garuda mampu menahan imbang Turkmenistan dengan skor 1-1.
Padahal kondisi lapangan saat itu sangat buruk, dengan permukaan rumput yang tidak rata. Meski penampilan negara pecahan Uni Soviet tersebut bisa dibilang tidak luar biasa, toh penampilan timnas merah putih tetap dipuji.
Mantan pelatih timnas, Danurwindo menilai kalau hasil imbang di Ashgabat karena kualitas dan kekompakan pemain. Walau lebih dari enam bulan tidak bersama, chemistry Firman Utina dkk dinilai masih padu.
Kualitas asisten pelatih Rahmad Darmawan juga menjadi faktor penunjang. Rahmad memang sudah paham kualitas pemain Indonesia. Perwira korps Marinir itu juga punya kemampuan memompa mental pemain dan peracik strategi yang baik.
Peran pelatih kepala baru, Wim Rijsbergen bisa dibilang belum menonjol. Hanya saja sejumlah media nasional memberitakan kalau Rijsbergen punya peran soal menentukan taktik di Ashgabat. Rijsbergen langsung mengubah pola permainan timnas sesaat setelah melihat kondisi lapangan di sana.
Lalu bagaimana dengan penampilan timnas di GBK, Kamis (28/7)? Melihat penampilan dan kepercayaan diri timnas ditambah pemberitaan media, tak aneh jika Kamis (28/7) nanti kawasan Senayan akan kembali memerah.
Kami pun menanti kemenangan dan permainan indah timnas merah putih. Mari kita dukung dan doakan mereka.
Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda
Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Penomoran Halaman
Pilihan Redaksi
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Postingan Blog Pilihan
Empat Bulan Kemudian
Newsroom Blog - 47 menit yang laluBergerak Mengurangi Sampah Kantung Plastik
Newsroom Blog - 7 jam yang laluSeberapa Besar Pengaruh Hukuman Kartu?
Arena - 8 jam yang laluPhoneSoap: Case Sekaligus Pembersih Ponsel
Jagat Pintar - Sen, 14 Mei 2012Cinemagram: Menangkap Foto Bergerak
Jagat Pintar - Sen, 14 Mei 2012Max Payne Bagi iOS: Mengungkap Kejahatan dari Sisi Kegelapan
Jagat Pintar - Sen, 14 Mei 2012Ulasan BlackBerry Curve 9220: BlackBerry OS 7 Termurah Saat Ini
Jagat Pintar - Sen, 14 Mei 2012Mancini dan Optimalisasi Kualitas Skuad
Arena - Sen, 14 Mei 2012Mempertahankan Tempat Duduk di KRL
Newsroom Blog - Sen, 14 Mei 2012John Carew Dinyatakan Bangkrut
Arena - Kam, 10 Mei 2012
Blog

Arena
Diedit oleh Dodi Ibnu Rusydi

Jagat Pintar

Newsroom Blog
Menurut Anda, apakah penahanan Angelina Sondakh akan berhasil mengungkap kasus korupsi anggaran Wisma Atlet?
328 komentar