Postingan Blog oleh Dodi Ibnu Rusydi

  • Menengok Zoetrope di Goelali

    Akhir pekan lalu, kerumunan anak-anak berkumpul di sebuah mal di Jakarta Selatan. Yang mereka tunggu adalah gelaran festival anak-anak bernama Goelali Festival.

    Tahun ini, tema acara itu adalah "The Secret Garden-Taman Imajinasi" pada 22 hingga 26 Juni lalu. Tahun ini, mereka mengusung konsep hijau dalam kreativitas.

    Ada rangkaian film gratis, sejumlah pameran, workshop membuat film dan animasi. Aktivitas interaktif bagi anak-anak yang terlibat, antara lain, adalah memberi makan kuda poni, menanam padi, mendengar dongeng di rumah pohon, menghias cupcake.

    Animasi Zoetrope, berbentuk silinder besar ilusi animasi dengan cara diputar, juga diboyong ke arena pameran animasi.

    Tentu saja, sejumlah film pilihan dari luar juga dari dalam negeri diputar. Salah satu film Indonesia yang diputar adalah sebuah film lama berjudul "Ira Maya dan Kakek Ateng".

    Selengkapnya »dari Menengok Zoetrope di Goelali
  • Di Balik 'Teror' Peti Mati Senin Pagi

    Sudahkah Anda menerima peti mati hari ini? Senin (6/6) pagi, sejumlah kantor media kedatangan paket mengejutkan. Bentuknya peti mati dengan tulisan "R.I.P" alias rest in peace.

    Peti-peti yang antara lain diterima Tempo, Detik, Kompas, Jakarta Post, ANTV, itu dialamatkan ke nama tertentu yang bekerja di media tersebut. Di Tempo, yang jadi tujuan adalah Wicaksono, wakil pemimpin redaksi tempointeraktif.com. Di ANTV, yang jadi tujuan adalah Uni Lubis.

    Tak hanya media, sejumlah tempat yang dekat dengan komunitas dan pemasaran juga menjadi tujuan. Misalnya Enda Nasution di markas salingsilang.com di kawasan Jalan Langsat, Jakarta Selatan. Melalui akun Twitternya, Enda berkomentar bahwa peti mati itu tak bisa dianggap sukses bila disebut teror, sebab tak ada tuntutannya.

    Di Twitter, soal peti mati itu memang menjadi topik hangat. Ada yang mengaitkan dengan teror, ada juga yang menduga itu sejenis kampanye pemasaran. Yang mana yang benar?

    Melalui alamat web yang ditinggalkan pengirim di peti

    Selengkapnya »dari Di Balik 'Teror' Peti Mati Senin Pagi
  • Yudhoyono: Jalan Tengah Saya Dipandang Kurang Tegas

    AP Photo/Michel EulerAP Photo/Michel Euler
    Senin lalu, wawancara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disiarkan televisi Amerika Serikat di The Charlie Rose Show. Charlie Rose adalah seorang jurnalis AS. Baru-baru ini, ia datang ke Indonesia mewawancara sejumlah orang sebelum sesi tanya jawab dengan Yudhoyono.

    Di wawancara itu, Rose menodong Yudhoyono dengan sejumlah pertanyaan menarik, seperti bagaimana ia menanggapi pendapat umum bahwa sang presiden kurang tegas, terutama dalam menghadapi sejumlah gerakan radikal, juga siapa yang ia persiapkan untuk 2014. "Saya belum temukan sekarang, tapi saya harap nantinya bisa memberikan dukungan kepada seseorang," kata Yudhoyono.

    Indonesia tak butuh orang kuat
    Sebelum wawancara dengan Yudhoyono, Charlie Rose bertanya ke sejumlah tokoh, antara lain anggota Dewan Pers Bambang Harymurti, tentang kritik publik terhadap Yudhoyono yang dipandang kerap terlalu berhati-hati, dipandang lemah dan peragu. "Bagi saya pribadi, dan pendapat saya ini minoritas, rakyat Indonesia saat ini tidak butuh orang

    Selengkapnya »dari Yudhoyono: Jalan Tengah Saya Dipandang Kurang Tegas
  • Ketika WordPress dkk Dibobol

    Judul tulisan di blog itu "Insiden Keamanan". Penting, sebab penulisnya adalah Matt Mullenweg, pendiri WordPress, dan ditulis di blog resmi WordPress. Singkatnya, server Automattic.com, yang menyimpan data sejumlah layanan seperti WordPress, dibobol dan Mullenweg memutuskan untuk jujur kepada publik.

    Di blog itu, kata Mullenweg, pembobolan ke sejumlah server Automattic terjadi pada Rabu (13/4). Menurut dia, pembobolan itu berkategori "low-level (root) break-in". Artinya, ada potensi apa pun yang ada di server itu diakses oleh si pembobol.

    Bagi pengguna WordPress, ini tentu bukan hal menggembirakan. Selain WordPress, server-server Automattic juga menyimpan kode-kode dan data partner seperti Akismet, Gravatar, dan lain-lain.

    Automattic sudah mempelajari bagaimana pembobolan itu dilakukan, dan sejauh apa informasi yang terekspos ke si pembobol. Dan, "Kami sudah mengamankan jalan masuk yang dipakai si pengakses," kata Mullenweg.

    Mullenweg menambahkan, pihaknya menganggap source code mereka

    Selengkapnya »dari Ketika WordPress dkk Dibobol