Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Postingan Blog oleh Isyana Artharini

    • Berapa Kantung Plastik yang Kita Pakai Sehari?

      Sampah plastik yang mengambang di utara Samudera Pasifik berkembang 100 kali lipat selama 40 tahun terakhir.

      Yayasan Plastic Oceans yang berfokus pada upaya mengurangi sampah plastik di lautan mencatat, ada 500 miliar tas plastik yang digunakan per tahun di seluruh dunia. Pembuatan plastik pun menggunakan bahan bakar minyak dalam jumlah besar, bahkan mencapai 8 persen dari total produksi minyak dunia.

      Infografik Plastik

      Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya kita memakai 100 miliar kantung plastik. Untuk memproduksi kantung plastik dalam jumlah itu, kita menggunakan 12 juta barel minyak bumi. Dengan hitungan itu, artinya setiap orang di Indonesia kurang lebih menggunakan 700 tas plastik per tahun. Kira-kira dua tas plastik dalam sehari.

      Apakah Anda merasa angka itu sesuai dengan kenyataan dan masuk akal?

      Mari kita tanyakan pada diri sendiri. Berapa kira-kira jumlah tas plastik yang kita pakai dalam sehari? Dari mana saja tas plastik tersebut didapat? Lalu apa yang Anda lakukan dengan tas-tas plastik yang

      Selengkapnya »
    • Celah di Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi

      Batal menaikkan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu, pemerintah menyiasati dengan menerapkan rencana pembatasan bahan bakar untuk kendaraan pribadi. Tujuannya, agar tingkat konsumsi BBM bersubsidi 40 juta kiloliter.

      Menteri Perindustrian M.S Hidayat sudah menyatakan bahwa pemerintah pasti akan melakukan pembatasan bahan bakar minyak tersebut meski waktu pelaksanaannya masih belum jelas.

      "Secara resmi akan diumumkan pada Mei nanti,” kata Hidayat ketika dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Rabu, 25 April 2012, lewat pemberitaan Tempo. Lewat cara ini diasumsikan ada penghematan bahan bakar antara 2-3 juta kiloliter.

      Hidayat juga mengatakan bahwa pembatasan ini akan dilakukan berdasarkan kapasitas mesin mobil, yaitu mobil-mobil 1500 cc ke atas. Hanya saja, mobil-mobil pribadi yang banyak dijual dan ada di jalanan sekarang kebanyakan memiliki kapasitas mesin di bawah 1500 cc (lihat daftar di sini).

      Bahkan mobil-mobil dengan kisaran harga Rp 120-150 juta yang laku sekarang pun banyak yang

      Selengkapnya »
    • Ancaman Dalam Sebungkus Tas Plastik

      Kemudahan kita mendapat tas plastik ketika berbelanja di pasar, pasar swalayan, warung, atau toko menjadi ancaman tersendiri buat lingkungan sekitar. Indonesia tak sendiri, di tingkat dunia antara 500 miliar sampai 1 triliun tas plastik dipakai setiap tahunnya.

      Tak semuanya terdaur ulang, bahkan tas plastik butuh ratusan tahun untuk hancur. Kebanyakan tas plastik berakhir di lautan, mencemari laut serta saluran dan sumber air.

      Tertelan tak sengaja oleh mamalia dan hewan yang bergantung pada ekosistem laut untuk mencari makan. Setiap tahunnya ada satu juta mamalia laut, reptil, dan burung mati karena plastik.

      Tas plastik juga menjadi ancaman buat hewan di darat. Kliwon, jerapah afrika milik Kebun Binatang Surabaya, mati dengan gumpalan plastik seberat 18 kg di dalam perutnya.

      Dengan usia tas plastik yang panjang, butuh ratusan tahun untuk hilang dari Bumi, dan banyaknya tas plastik yang menjadi sampah serta membahayakan ekosistem laut, sudah selayaknya kita mengurangi penggunaan tas

      Selengkapnya »
    • Bersiap Menghadapi Gempa Besar 'Mega Thrust'

      Hidup di Indonesia artinya harus bersiap menghadapi bencana yang bisa datang setiap saat. Pada 12 April lalu, kita diingatkan lagi betapa gempa bisa datang tanpa diduga waktu tepatnya. Berdasarkan pengalaman gempa besar Aceh pada Desember 2004 lalu, penduduk sudah lebih sadar untuk mengevakuasi diri ke dataran tinggi, berjaga-jaga dari kemungkinan terjangan tsunami.

      Meski gempa tak bisa diduga waktunya, namun para peneliti sudah memperkirakan akan terjadinya gempa besar (mega thrust) di Padang dengan 8,9 SR.

      Menurut ahli gempa dari Program Studi Geodesi Institut Teknologi Bandung Irwan Meilano, mega thrust di Sumatera adalah kawasan yang selama ini banyak dipelajari oleh peneliti gempa. Kawasan ini terbentuk ketika lempeng Indoaustralia menunjam lempeng Eurasia.

      Penunjaman ini menyimpan energi sangat besar yang bisa dilepaskan sewaktu-waktu sebagai gempa besar. Gempa 9 Skala Richter pada 2004 yang melanda Aceh merupakan megathrust yang berasal dari zona subduksi di pantai barat Aceh.

      Selengkapnya »
    • Menimbang Kandidat Gubernur dari Luar DKI Jakarta

      Posisi Jakarta sebagai ibu kota negara membuat pemilihan gubernurnya seolah menjadi urusan skala nasional. Mungkin itu pula yang menyebabkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufiq Kiemas, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, sampai politisi PPP Djan Faridz sampai turun sendiri untuk mengacak-acak peta koalisi demi menentukan kandidat terbaik DKI 1.

      Yang menarik, jika kampanye-kampanye gubernur DKI Jakarta sebelumnya sering menonjolkan unsur kedekatan lokal sang bakal calon gubernur dengan wilayah yang akan ia pimpin, kini ada kandidat-kandidat yang sudah jelas dari awal sangat lekat dengan daerah-daerah yang memberi mereka 'nama'. Asal wilayah sang kandidat jadi tak penting lagi.

      Ada Joko Widodo, Wali Kota Solo yang kini mencoba peruntungan di Jakarta dengan ikut mendaftar sebagai bakal calon gubernur. Ada juga Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan. Pendamping Jokowi, Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama adalah Kabupaten

      Selengkapnya »
    • Korban Jatuh Lagi di Kebun Binatang Surabaya

      Laporan yang muncul dari Kebun Binatang Surabaya semakin mencemaskan. Setelah Kliwon, jerapah afrika usia 30 yang sakit, kini seekor banteng jawa yang mati.

      Pada Selasa (14/3) lalu, banteng ini mengalami patah kaki karena diseruduk banteng jawa lain saat berebut mendapatkan betina. Salah satu penyebab banteng bisa saling menyeruduk adalah kandang yang terlalu penuh.

      Sebelumnya, Kliwon, jerapah afrika mati dengan gumpalan plastik seberat 18 kg di dalam perutnya. Diduga, karena kelaparan, maka ia mencari makanan lain. Yang ia temukan adalah plastik-plastik sisa penampung jajanan yang dibuang oleh para pengunjung kebun binatang.

      Selain nasib banteng jawa dan jerapah afrika, ada harimau yang kurus kering, dan 180 burung pelikan yang kandangnya kepenuhan. Mereka sampai tak bisa mengembangkan sayap tanpa mengenai burung lain. 

      Associated Press sudah menurunkan laporan khusus soal keberadaan kebun binatang ini. Berita tentang keberadaan kebun binatang ini pun sudah muncul di Time. Kebun

      Selengkapnya »
    • Sudah Berimbangkah Media Anda?

      Kepemilikan media di Indonesia sudah pada tahap yang membahayakan. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) dan HIVOS. Hasil penelitian itu memetakan 12 media besar yang menguasai hampir semua kanal media di Tanah Air.

      Para penguasa media tersebut adalah Grup MNC, Kompas Gramedia, Jawa Pos, Mahaka Media, Elang Mahkota Teknologi, CT Corp, Visi Media Asia, MRA Media, Femina, Tempo Inti Media, dan Beritasatu Media Holding.

      Shita Laksmi, Program Officer HIVOS Regional Office Asia Tenggara, seperti dilaporkan Tempo mengatakan, "Media dikelola sebagai bisnis yang hanya mewakili kepentingan pemilik dan kekuasaan yang dimilikinya." Akibatnya warga tidak mendapat hak yang layak akan informasi.

      Peneliti CIPG Yanuar Nugroho dari Universitas Manchester mengatakan bahwa kepemilikan media yang hanya terpusat pada beberapa kelompok saja menyebabkan masyarakat hanya mendapat informasi yang itu-itu saja, seragam antara satu sama lain.

      Prinsip pasar pun

      Selengkapnya »
    • Memutus Rantai Korupsi pada Anak Muda

      Dalam komentar untuk menanggapi kolom Bilik Suara berjudul "Korupsilah Saat Masih Muda?", pembaca Ary Budy menulis, "Generasi (lama) yang korupsi hanya dapat menurunkan generasi (baru) yang korupsi (juga). Kalau yang baru korup, siapa yang mengajari? Semoga kelak, kala generasi (baru) sekarang sudah menjadi senior, tidak menurunkan generasi korup!"

      Inilah yang kini menjadi fokus masalah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

      Bahwa para tersangka korupsi seperti Gayus Tambunan, M Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan Dhana Widyatmika adalah bagian dari generasi baru yang seharusnya tidak korupsi. Mereka adalah orangtua yang seharusnya bisa menjadi pemutus rantai korupsi pada generasi selanjutnya, yaitu anak-anak mereka. Nyatanya, mereka malah terlibat dalam kasus-kasus atau tindakan serupa yang menjebak generasi sebelum mereka.

      Jika generasi mereka saja tidak bisa terlepas dari jeratan korupsi, harus berapa generasi lagi sebelum korupsi di Indonesia menurun drastis, bahkan menghilang?

      Dari

      Selengkapnya »
    • Korupsilah Saat Masih Muda?

      Salah satu hal menarik untuk diamati dari para tersangka pelaku korupsi yang tengah disorot belakangan ini adalah usia mereka yang tergolong muda.

      Mantan pegawai pajak Gayus Tambunan lahir pada 9 Mei 1979 atau kini berusia 32 tahun. Muhammad Nazarudin, mantan bendahara umum Partai Demokrat, lahir pada 26 Agustus 1978 atau kini baru berusia 33 tahun.

      Angelina Sondakh, tersangka korupsi dalam kasus dana pembangunan Wisma Atlet, lahir pada 28 Desember 1977. Artinya, ia kini baru berusia 34 tahun. Yang terbaru, Dhana Widyatmaka, tersangka dugaan penggelapan pajak dan pemilik rekening gendut sekaligus karyawan Ditjen Pajak, lahir pada 3 Maret 1974, atau ia baru saja berusia 38 tahun.

      Dan dalam usia muda itu, uang yang terkumpul lewat tindakan mereka bisa mencapai jumlah fantastis. Total harta Gayus yang disita oleh negara mencapai Rp 74 miliar. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara milik Komisi Pemberantasan Korupsi melaporkan harta M Nazaruddin mencapai Rp 112 miliar.

      Angelina

      Selengkapnya »
    • Bisakah Lepas dari Tambang?

      Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber-sumber alam. Tak heran jika pengelolaan sumber-sumber alam tersebut menjadi andalan dalam meningkatkan kesejahteraan negara. Dari minyak bumi, batubara, gas, emas, timah, nikel, biji besi, hampir semuanya diekstraksi untuk meningkatkan kekayaan negara.

      Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Sekitar 70 persen dari pendapatan non pajak Indonesia berasal dari sumber-sumber alam, sehingga sudah pasti sektor pertambangan dan energi akan jadi penyumbang besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

      Melihat daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes pada 2011 lalu pun, ada lima orang yang berhasil meraup harta dari sektor tambang (batubara).

      Di saat bersamaan, kita melihat begitu banyak konflik-konflik perusahaan pertambangan dengan masyarakat sekitar yang muncul di berbagai pemberitaan. Konflik-konflik lahan pertambangan tersebut juga memakan korban. Belum lagi jika

      Selengkapnya »

    Penomoran Halaman

    (32 Artikel)

    Blog