Postingan Blog oleh Isyana Artharini

  • Perubahan yang Tertunda di Malaysia

    Koalisi partai berkuasa Malaysia, Barisan Nasional, sudah meraih 120 dari 222 kursi yang diperebutkan dalam parlemen berdasarkan perhitungan jam 00.22 WIB (01.22, Senin dini hari di Kuala Lumpur, Malaysia). Artinya, koalisi ini menjadi pemenang pemilu dan tetap mempertahankan status quo yang berlangsung di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Najib Razak.

    Dalam waktu yang sama oposisi Pakatan Rakyat di bawah mantan deputi Perdana Menteri Anwar Ibrahim mendapat 70 kursi parlemen. Belum jelas, apakah Barisan Nasional akan mendapat 2/3 kursi parlemen atau 148 kursi.

    Perdana Menteri Najib Razak dalam konferensi pers usai diumumkannya kemenangan Barisan Nasional mengatakan, "Saya ingin berterimakasih kepada para pemilih dan warga Malaysia yang memilih kami. Saya harap oposisi menerima hasil ini dan membiarkan prosesnya berjalan mulus."

    Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim berhasil mempertahankan kursi parlemennya dari daerah pemilihan Permatang Pauh, Penang, dan anak perempuannya Nurul Izzah unggul

    Selengkapnya »dari Perubahan yang Tertunda di Malaysia
  • Antrian Harapan di Tempat Pemungutan Suara Pemilu Malaysia

    Pemilu di Malaysia ternyata tak mengenal konsep masa tenang. Sampai sehari sebelum pemilu Malaysia digelar pada 5 Mei, kampanye politik dalam skala besar pun masih dilakukan. Bahkan di luar tempat-tempat pemungutan suara, atribut partai dalam jumlah banyak tetap terlihat.

    Pendukung partai pun dikerahkan untuk berdiri di luar sekolah-sekolah negeri yang diberdayakan jadi tempat pemungutan suara, menyapa dan mengucapkan terima kasih pada para pemilih yang sudah datang.

    Tempat pemungutan suara pada pemilu di Malaysia buka mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Begitu datang, pemilih harus menyerahkan kartu berisi nomor pemilih mereka pada petugas. Lalu petugas akan mengecek dan 'mengirim' mereka ke antrian (saluran) dengan nomor tertentu.

    Ada pemilih yang dari datang melaporkan nomor antrian sampai selesai memilih (dengan memberi tanda silang di samping partai pilihan mereka) hanya butuh 15 menit, ada yang harus menunggu sampai 1,5 jam. Tak jelas kenapa ada yang dapat jatah harus menunggu

    Selengkapnya »dari Antrian Harapan di Tempat Pemungutan Suara Pemilu Malaysia
  • Kampanye 'Putri Reformasi' di Pasar Malam

    Jika pemilu Malaysia punya seorang bintang, mungkin dia adalah Nurul Izzah. Putri pemimpin koalisi oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim itu akan mempertahankan kursi parlemen dari daerah Lembah Pantai pada pemilu 5 Mei nanti. Pada pemilu 2008, Nurul yang waktu itu berusia 27 tahun berhasil menang sebagai seorang kandidat muda.

    Kini, ia berhadapan dengan seorang kandidat unggulan, Raja Nong Chik, menteri daerah federal dan kesejahteraan kota. Di hadapan lawannya yang kuat dengan dukungan mesin kampanye berdana tak terbatas, Nurul Izzah jadi tampak kecil.

    Sebuah truk dengan layar LCD besar menyala di depan pasar malam Taman Desa Pesona, Petaling Jaya, Kamis (2/5) lalu. Wajah Raja Nong Chik tampil di sana, memperlihatkan berbagai aksinya di masyarakat. Tiga pemuda membagikan sebuah buku bersampul mengilap dengan foto Raja Nong Chik berisi laporan kerjanya selama ini. Setidaknya itulah gambaran apa yang bisa dibeli oleh dana besarnya.

    Selama 45 menit, Nurul Izzah akan datang ke pasar malam ini.

    Selengkapnya »dari Kampanye 'Putri Reformasi' di Pasar Malam
  • Media yang Tak Seimbang Pada Pemilu Malaysia

    Media seharusnya menjadi pemantau dan pengawas, apalagi dalam proses pemilihan umum. Namun, membaca artikel koran soal kampanye pemilihan umum Malaysia di berbagai media cetak dan elektronik, terlihat jelas bias yang muncul dari nada pemberitan media setempat. Sering sekali tak terlihat bedanya antara advertorial politik dan sebuah berita.

    Misalnya, sebuah berita tentang kampanye Perdana Menteri Najib Razak di daerah pedesaan yang mencantumkan lengkap apa yang dia katakan dan uang yang dia bagikan, termasuk tuduhan-tuduhannya pada partai opisisi tanpa ada kutipan penyeimbang.

    Model berita semacam ini terus sampai halaman 17 di samping satu halaman iklan koalisi berkuasa Barisan Nasional di setiap lembarnya. Sekalinya ada tokoh partai oposisi yang dikutip, hanya satu orang untuk satu berita dan tidak menjawab tuduhan-tuduhan dari berita-berita sebelumnya.

    Sebuah penelitian 'Watching the Watchdog' tentang peliputan media Malaysia untuk pemilu 2013 dari peneliti University of Nottingham

    Selengkapnya »dari Media yang Tak Seimbang Pada Pemilu Malaysia
  • Pemilih Gelap vs Pemilih Ekspatriat

    Di tengah pasar malam yang ramai, Nurul Izzah, anak sulung dari pemimpin Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, membagi-bagikan brosur dan kartu buat mereka yang tengah berbelanja. Beberapa media asing sudah menunggu untuk mewawancara, tapi dia tak mau. "Tunggu saya selesai bagikan ini dulu," katanya.

    Selain wartawan, tak banyak yang mendatangi Nurul untuk berbicara. Seringnya malah Nurul yang harus menghentikan orang untuk berbicara dengannya.


    Seorang perempuan etnis Tionghoa langsung maju mengenalkan dirinya dengan suara keras. Dia bilang, dia datang langsung dari Swiss, pulang ke Malaysia hanya demi 'undi' atau ikut pemilu. "Saya baru datang sore ini. Saya dapat info Nurul Izzah akan datang ke pasar ini, saya langsung ke sini untuk memberi semangat," kata Veronica Liew Hui Mei.

    Konsultan investasi ini bolak-balik mengatakan penerbangannya butuh 23 jam, dan dia sama sekali belum bertemu keluarganya. Bahkan mungkin ia baru akan bertemu keluarganya hari Senin nanti usai pemilu. Pada hari

    Selengkapnya »dari Pemilih Gelap vs Pemilih Ekspatriat
  • Merayakan Penulis Perempuan

    Buku menerabas batasan yang mengungkung pemikiran kita akan apa yang bisa atau tak bisa kita lakukan. Dalam rangka Hari Perempuan Sedunia, kami menyajikan karya dari para sosok penulis perempuan ini. Dari karya mereka kita belajar, ada begitu banyak cara yang bisa kita pilih untuk memaknai hidup.

  • Sebuah Desa di Tengah Iklim yang Berubah

    Perubahan iklim, buat penduduk kota-kota besar di Indonesia, mungkin baru sebuah kemungkinan buruk di masa depan. Namun, sebuah desa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sudah merasakan bagaimana hidup mereka pelan-pelan, namun pasti, terguncang oleh alam yang sedang berubah.

    Sawah di desa Magepanda

    Desa Magepanda, yang berdiri resmi pada 1970-an, dihuni 12 ribu penduduk. Sekitar 8 ribu penduduk, menurut statistik resmi, bekerja sebagai petani. Tempat tinggal dan jalan untuk para penduduk sudah jadi dan tinggal mereka tempati. Orang-orangnya didatangkan dari berbagai permukiman dari perbukitan dan pegunungan yang mengelilingi desa subur bentukan pemerintah tersebut.

    Mereka yang kemudian beranak-cucu di Magepanda tertarik untuk meninggalkan kampung-kampung di perbukitan karena melihat potensi lahan yang cukup subur, kondisi alam yang bagus, dan melimpahnya ketersediaan air. Dari gambaran Pencratius Vitalis Padji atau Piet, ketua gabungan kelompok petani di sana, Magepanda adalah sebuah desa permai seperti

    Selengkapnya »dari Sebuah Desa di Tengah Iklim yang Berubah
  • Agus Martowardojo ke Kursi Gubernur Bank Indonesia

    Agus Martowardojo ke Kursi Gubernur Bank Indonesia

  • Gubernur Jawa Barat Pilihan Pembaca

    Sejak Rabu (20/2), kami meminta pembaca Yahoo! Indonesia yang berdomisili di Jawa Barat untuk menentukan pilihan mereka akan gubernur yang baru. Pemilihan kepala daerah provinsi Jawa Barat akan berlangsung pada Minggu, 24 Februari ini. Lima kandidat bertarung dalam pemilihan tersebut, dan ada tiga figur selebritas.

    Pasangan independen Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib mendapat nomor urut 1, lalu Irianto MS 'Yance' Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim di nomor urut 2, wakil Gubernur Jawa Barat incumbent Dede Yusuf memilih maju sendiri jadi calon gubernur dengan wakil Lex Laksamana di nomor 3, sementara gubernur petahana Ahmad Heryawan dari PKS memilih menggaet artis Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur. Artis lain, Rieke Diah Pitaloka memilih sosok sekjen Transparency International Indonesia Teten Masduki menjadi wakilnya.

    Lalu siapa yang unggul dalam survey pembaca Yahoo! Indonesia

    Ternyata pasangan nomor 5, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendapat pilihan

    Selengkapnya »dari Gubernur Jawa Barat Pilihan Pembaca
  • Apa Solusi Manjur Jokowi-Ahok Mengatasi Banjir?

    Melalui sebuah polling, kami menanyakan pada pembaca Yahoo! Indonesia mengenai kesiapan Gubernur DKI Jakarta Jokowi serta wakilnya, Ahok, dalam menghadapi banjir Jakarta. Kami bertanya, apakah Anda percaya bahwa Jokowi-Ahok sudah siap dengan konsep manjur untuk atasi banjir Jakarta?

    Ada 4868 orang yang menjawab "ya" atau 76 persen dari responden, sementara 1057 orang menjawab "tidak" atau 16 persen responden, dan sisanya 503 orang menjawab tidak tahu.

    Pada malam Natal lalu, sudah ada 2425 rumah yang tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana terendam banjir di Jakarta.

    "Percaya" adalah sebuah kata yang kuat, karena sampai sekarang belum ada bukti jelas akan konsep manjur apa yang dimaksud untuk mengatasi banjir Jakarta. Mungkin karena Jokowi sudah menjadi sebuah 'figur', maka apapun yang ia lakukan dianggap sebagai yang terbaik. Pak Gubernur memang sudah berjanji akan membuat 10 ribu sumur resapan di Jakarta. Selain itu, yang kini hangat di media adalah upaya membangun deep

    Selengkapnya »dari Apa Solusi Manjur Jokowi-Ahok Mengatasi Banjir?

Penomoran Halaman

(56 Artikel)