Postingan Blog oleh Isyana Artharini

  • Agus Martowardojo ke Kursi Gubernur Bank Indonesia

    Agus Martowardojo ke Kursi Gubernur Bank Indonesia

  • Gubernur Jawa Barat Pilihan Pembaca

    Sejak Rabu (20/2), kami meminta pembaca Yahoo! Indonesia yang berdomisili di Jawa Barat untuk menentukan pilihan mereka akan gubernur yang baru. Pemilihan kepala daerah provinsi Jawa Barat akan berlangsung pada Minggu, 24 Februari ini. Lima kandidat bertarung dalam pemilihan tersebut, dan ada tiga figur selebritas.

    Pasangan independen Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib mendapat nomor urut 1, lalu Irianto MS 'Yance' Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim di nomor urut 2, wakil Gubernur Jawa Barat incumbent Dede Yusuf memilih maju sendiri jadi calon gubernur dengan wakil Lex Laksamana di nomor 3, sementara gubernur petahana Ahmad Heryawan dari PKS memilih menggaet artis Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur. Artis lain, Rieke Diah Pitaloka memilih sosok sekjen Transparency International Indonesia Teten Masduki menjadi wakilnya.

    Lalu siapa yang unggul dalam survey pembaca Yahoo! Indonesia

    Ternyata pasangan nomor 5, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendapat pilihan

    Selengkapnya »dari Gubernur Jawa Barat Pilihan Pembaca
  • Apa Solusi Manjur Jokowi-Ahok Mengatasi Banjir?

    Melalui sebuah polling, kami menanyakan pada pembaca Yahoo! Indonesia mengenai kesiapan Gubernur DKI Jakarta Jokowi serta wakilnya, Ahok, dalam menghadapi banjir Jakarta. Kami bertanya, apakah Anda percaya bahwa Jokowi-Ahok sudah siap dengan konsep manjur untuk atasi banjir Jakarta?

    Ada 4868 orang yang menjawab "ya" atau 76 persen dari responden, sementara 1057 orang menjawab "tidak" atau 16 persen responden, dan sisanya 503 orang menjawab tidak tahu.

    Pada malam Natal lalu, sudah ada 2425 rumah yang tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana terendam banjir di Jakarta.

    "Percaya" adalah sebuah kata yang kuat, karena sampai sekarang belum ada bukti jelas akan konsep manjur apa yang dimaksud untuk mengatasi banjir Jakarta. Mungkin karena Jokowi sudah menjadi sebuah 'figur', maka apapun yang ia lakukan dianggap sebagai yang terbaik. Pak Gubernur memang sudah berjanji akan membuat 10 ribu sumur resapan di Jakarta. Selain itu, yang kini hangat di media adalah upaya membangun deep

    Selengkapnya »dari Apa Solusi Manjur Jokowi-Ahok Mengatasi Banjir?
  • Peringatan Hari Ibu yang Jadi Terlalu Sederhana

    Berbeda dengan mayoritas negara lain di dunia yang 'merayakan' Hari Ibu pada minggu kedua bulan Mei, Indonesia memilih untuk memperingatinya pada 22 Desember.

    Pada hari ini, biasanya para ibu di Indonesia dimanjakan, tak perlu memasak atau melakukan pekerjaan rumah, sementara anak dan suami mengucapkan terima kasih atas apa yang dilakukan sang ibu buat keluarganya selama ini dengan membantu melakukan pekerjaan rumah. Setidaknya gambaran itulah yang sering muncul di media populer, iklan terutama, akan aktivitas seputar Hari Ibu. Hari ini berfungsi sebagai pengingat buat para ibu yang melahirkan kita, ibu yang merawat dan membesarkan kita, bahkan mungkin pengorbanan yang harus mereka lakukan untuk merawat kita.

    Tak ada yang salah dengan peringatan-peringatan ini. Namun, ada alasan kuat kenapa 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu di Indonesia dan maknanya lebih besar dari hanya mengingat sosok ibu dalam hidup kita. Tanggal ini penting diperingati karena pada hari ini di 1928, berlangsung

    Selengkapnya »dari Peringatan Hari Ibu yang Jadi Terlalu Sederhana
  • Kalla yang jadi Alternatif untuk Elektabilitas Ical

    Pemilihan presiden kita selanjutnya baru akan terjadi pada 2014, namun nama-nama yang diperkirakan akan maju menjadi capres sudah mengkristal sejak sekarang.

    Yang jelas-jelas sudah mulai mensosialisasikan namanya dan memasang iklan adalah Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar. Ambisi ini sudah tercium publik sejak lama, namun masalah lumpur Lapindo masih menjadi ganjalan moral serta finansial buat Aburizal Bakrie.

    Lembaga Survei Indonesia sudah pernah menyurvei kualitas Ical sebagai calon presiden. Hasilnya, ia mendapat nilai sangat jelek. Dari lima kategori -- bisa dipercaya, tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN, tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan tindakan kriminal, diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan, dipercaya mampu berdiri di atas semua golongan yang berbeda-beda -- Ical tak sampai mendapat nilai 60 dari 100.

    Bersama Ical, ada Anas Urbaningrum, Wiranto, Suryadarma Ali, Sutiyoso, dan Muhaimin Iskandar yang juga dianggap tak layak.

    Selengkapnya »dari Kalla yang jadi Alternatif untuk Elektabilitas Ical
  • Pernikahan Siri Menghebohkan si Bupati Garut

    Pernikahan siri Bupati Garut Aceng Fikri mendominasi pemberitaan media dalam beberapa hari terakhir ini. Yahoo! Indonesia pun menanyakan pada pembaca, menurut Anda, apa tindakan yang patut diberikan pada atau dilakukan oleh Bupati Garut tersebut menanggapi pemberitaan ini?

    Hasilnya, 1277 pembaca atau 67% meminta bupati untuk mengundurkan diri, 535 orang atau 28% menyarankan perlunya penyelidikan dan sanksi hukum. Hanya 81 orang atau 4% yang memilih untuk menunggu klarifikasi, dan 1% atau 27 orang yang meminta Bupati Aceng diberi peringatan.

    Kasus ini pun bergulir cepat ke media massa nasional. Bahkan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun sudah turun langsung, meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk menangani kasus ini.

    Presiden masih menunggu hasil laporan dari Mendagri, namun, dalam rekam jejaknya, SBY termasuk atasan yang mempertimbangkan atau memperhatikan kasus kawin lagi atau kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh bawahannya. Meski begitu, juru bicara

    Selengkapnya »dari Pernikahan Siri Menghebohkan si Bupati Garut
  • Obama Menangis saat Berterimakasih pada Para Sukarelawan Tim Kampanye

    Kesuksesan Barack Obama memenangkan lagi jabatan Presiden AS tak lepas dari bantuan dari para sukarelawan muda. Merekalah yang bertugas menelpon orang-orang untuk meminta donasi, mendatangi satu-satu rumah calon pemilih dan berkampanye, atau menyebarkan brosur.

    Kerja keras mereka itu pun mendapat pengakuan dari sang presiden terpilih. Dalam sebuah pidato singkat yang videonya diunggah oleh tim kampanyenya ke internet, Obama mengucapkan rasa terima kasihnya yang mendalam terhadap kerja keras anak-anak muda itu sehingga ia bisa menang. Bahkan, pada menit 3:30 dari video tersebut, suara Obama bergetar dan ia meneteskan air mata.

    Beberapa hal yang disampaikan Obama adalah pujian buat para sukarelawan muda tersebut. "Apa yang kalian capai akan tercatat dalam sejarah, dan orang-orang akan membaca dan mengaguminya," kata dia, Rabu pagi, di markas kampanye di Chicago. 

    "Hal terpenting yang harus diingat adalah ini hanyalah awal perjalanan kalian. Kalian baru mulai. Dan hal baik apapun yang

    Selengkapnya »dari Obama Menangis saat Berterimakasih pada Para Sukarelawan Tim Kampanye
  • Lima Momen Paling Absurd Dalam Kampanye Pemilihan Presiden AS

    Sengitnya persaingan politik antara dua kandidat presiden Amerika Serikat tak urung menghasilkan banyak momen-momen absurd yang bisa membuat penontonnya, baik warga Amerika Serikat maupun audiens internasional, geleng-geleng kepala.

    Presiden AS Barack Obama ingin melanjutkan ke masa jabatan yang kedua, sementara pesaingnya dari Partai Republik Mitt Romney, menilai Obama telah gagal dalam membereskan masalah ekonomi dan menjanjikan perbaikan ekonomi yang lebih signifikan jika dia terpilih. Obama, meski populer, tak terjamin akan terpilih. Semua bisa berubah di saat-saat terakhir.

    Saking berlebihannya peliputan media terhadap proses yang berlangsung setiap empat tahun sekali ini, seorang gadis kecil bernama Abigael Evans, 4, asal Colorado menangis karena bosan mendengar atau menonton berita tentang "Bronco Bama dan Mitt Romney".  

    Election-weary toddler sobs her way to internet fame



    Lalu, apa lima momen paling absurd dalam kampanye pemilihan presiden AS?

    1. 47%
    Wartawan David Selengkapnya »dari Lima Momen Paling Absurd Dalam Kampanye Pemilihan Presiden AS
  • Ambisi Globalisasi dan Kota yang Keminggris

    Penguasaan bahasa Inggris, pada sebuah generasi orang Indonesia, sempat ditanamkan sebagai sebuah keharusan. Alasannya? Memenangi persaingan pekerjaan di era global. Namun, saat globalisasi yang digembar-gemborkan itu akhirnya datang, kita melihat bahwa penguasaan bahasa Inggris bukanlah hal yang penting.

    Setidaknya, globalisasi menunjukkan, pusat-pusat ekonomi baru di dunia justru berada di tempat yang tak mengandalkan bahasa Inggris sebagai salah satu kekuatannya. Contohnya Cina, Brasil, dan Korea Selatan. Mereka beberapa contoh negara kekuatan ekonomi baru yang tak pusing soal penguasaan bahasa Inggris.

    Lalu kenapa, sampai sekarang kita masih tak bisa terlepas dari mementingkan penguasaan bahasa Inggris, bahkan sampai pada anak-anak usia dini?

    Mungkin ini fenomena yang hanya ada di Jakarta (dan belum menyebar ke kota-kota lain di Indonesia). Namun sangat sering saya bertemu dengan anak-anak yang bahkan belum cukup umur untuk masuk TK tapi sudah berbicara dengan lancar dalam bahasa

    Selengkapnya »dari Ambisi Globalisasi dan Kota yang Keminggris
  • Setengah Hati Menuju Ekonomi Hijau

    KTT Bumi atau Rio+20 United Nations Conference on Sustainable Development di Rio de Janeiro, Brasil, berakhir dengan hasil medioker. Pertemuan yang didatangi 50 ribu orang dari seluruh dunia ini seharusnya mengeluarkan deklarasi kuat, sebuah peta untuk membangun sistem ekonomi baru yang memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan.

    Meski begitu, tuan rumah konferensi ini, Brasil, terutama Menteri Lingkungan Hidup Brasil Isabella Teixeira, dalam sebuah konferensi pers menyatakan teks yang berhasil muncul dari KTT Bumi ini sebagai sebuah "kemenangan besar" dalam proses negosiasi internasional.

    Dokumen sebanyak 49 halaman berjudul "The Future We Want" ini mengenalkan konsep Sustainable Development Goals atau tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan yang harus dipenuhi baik oleh negara maju dan negara berkembang untuk tetap menjaga prinsip-prinsip perlindungan lingkungan saat meraih kesejahteraan ekonomi atau 'ekonomi hijau'.

    Hanya saja, kelompok masyarakat sipil, kelompok bisnis, bahkan

    Selengkapnya »dari Setengah Hati Menuju Ekonomi Hijau

Penomoran Halaman

(59 Artikel)