Kemeja lusuh berwarna biru itu membalut tubuhnya yang penuh keriput. Matanya sayu, terhalangi oleh sebuah kacamata tua yang tebal. Di antara jemarinya terselip sebatang rokok kretek yang belum terbakar. Ia berjalan dengan langkah lemah, namun sesekali berlari mengejar kendaraan di sekitar.
Pak Majuta, umur 70 tahun, bekerja sebagai seorang juru parkir di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Lelaki yang berasal dari Bogor ini mengadu nasib di ibu kota sejak tahun ’60-an untuk menghidupi keluarganya.
Mungkin benar kata orang bahwa sekejam-kejamnya ibu tiri, masih lebih kejam ibu kota. Sebagai juru pakir, Pak Majuta mendapatkan penghasilan Rp35 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari. Namun tidak semua uang itu bisa dibawa pulang, karena Pak Majuta masih harus memberikan jatah kepada polisi yang berpatroli di kawasan tersebut.
Biasanya jatah yang harus disetor per hari adalah 3-4 bungkus rokok atau beberapa cangkir kopi. "Jadinya kadang saya dapat Rp15 ribu atau Rp20 ribu. Lumayanlah bisa saya
Postingan Blog oleh Jonathan Rian Christandar
Jalan Bendungan Hilir (Benhil) menjadi tumpah ruah di waktu sore. Hal yang umum disaksikan warga Jakarta, khususnya bagi mereka yang tinggal atau bekerja di sekitar wilayah protokol, Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Selengkapnya »dari Sepotong Senja di Bendungan Hilir
Saat ini Benhil masih dianggap sebagai pusat tujuan kuliner Ramadan bagi penduduk ibu kota. Jangankan di saat bulan suci, pencinta kuliner menganggap Benhil sebagai tujuan wisata makanan di bulan-bulan biasa.
Momen sebulan ini digunakan banyak pedagang untuk menjajakan makanan yang menggoda selera. Membludaknya penjualan makanan dan tingginya permintaan membuat para pedagang mendapat untung berlipat di Ramadan ini.
Jenis kuliner yang dijajakan pun bermacam-macam; kue-kue manis, takjil yang berbasis rasa asin, variasi minuman dingin, sampai makanan "berat" yang menjadikan Benhil menjadi ramai di saat dekat waktu berbuka puasa.
Jonathan Rian Christandar dari Yahoo! Indonesia menyusuri dan merekam suasana riuhnya penjualan makanan di wilayah favorit pencinta kuliner ibu kota ini.Kebiasaan Buruk Pengendara Sepeda Motor yang Harus Diubah
Oleh Jonathan Rian Christandar | Newsroom Blog – Sel, 19 Jun 2012
Selengkapnya »dari Kebiasaan Buruk Pengendara Sepeda Motor yang Harus Diubah
Entah sudah berapa kali saya melihat dan mendengar kecelakaan sepeda motor seumur hidup saya. Yang terakhir terjadi, melibatkan dua motor yang saling menabrak dengan kecepatan tinggi di daerah Pademangan, Jakarta Pusat.
Salah satu korbannya (rekan saya) mengalami luka yang cukup hebat di kepalanya, dan harus menjalani operasi otak. Mengerikan!
Para pengendara sepeda motor punya kesadaran yang rendah mengenai keselamatan mereka, membuat mereka sering meletakkan nasib dalam taruhan tiap kali bepergian.
Dan tak jarang, tingkah laku mereka dalam berkendara juga membuat pengguna jalan lainnya merasa tidak nyaman dan terganggu. Tetapi tak jarang pengendara motor yang melanggar aturan justru lebih galak.
Berikut kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang membahayakan dan juga menyebalkan.
Tidak mengenakan helm
Helm dibuat untuk melindungi pengguna sepeda motor, bukan kepentingan atau kesenangan polisi, maupun produsen helm. Namun justru pengendara motor seperti tidak suka terhadap benda yangSebuah pengalaman mengubah cara pandang saya terhadap para pengemis yang meminta-minta di lampu merah.
Selengkapnya »dari Haruskah Memberi Sedekah?
Para pengemis dan pengamen yang menghampiri kendaraan yang tengah berhenti di lampu merah adalah pemandangan sehari-hari yang bisa dijumpai di kota-kota besar, termasuk Jakarta.
Tak hanya penyandang cacat, sekarang banyak anak kecil, ibu-ibu, bahkan anak remaja yang menjadi peminta-minta. Sering saya merasa tersentuh dan akhirnya memberikan sedikit uang yang saya miliki.
(Apalagi saya banyak mendengar ajaran agama yang mengatakan bahwa kita harus memberikan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.)
Tetapi beberapa hari yang lalu, sepulang saya beribadah, saya berada di sebuah lampu merah di daerah Sawah Besar, Jakarta Barat. Saya melihat seorang anak lelaki berumur sekitar 9-10 tahun sedang meminta-minta.
Pengemudi mobil di depan saya memberikan uang dalam jumlah yang cukup besar. Uang kertas yang berwarna merah. Dengan lima angka 0.
Seketika setelah mendapat uang, anak itu mendekati
Artikel Terpopuler
Postingan Blog Pilihan
Potret Pelaksanaan Hukuman Mati di Asia
Newsroom Blog - Jum, 14 Jun 2013Praktik Hukuman Mati di Timur Tengah dan Afrika Utara
Newsroom Blog - Kam, 13 Jun 2013Langkah Panjang Menuju Penghapusan Hukuman Mati
Newsroom Blog - Kam, 13 Jun 2013Ketika Ustaz Yusuf Mansur Berbisnis
Newsroom Blog - Rab, 12 Jun 2013Jangan Lagi Tabukan Pendidikan Seksualitas
Newsroom Blog - Sen, 10 Jun 2013Melihat Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas di Pesantren
Newsroom Blog - Sen, 10 Jun 2013Berapa Kali Seumur Hidup Anda Kemalingan?
Newsroom Blog - Sen, 10 Jun 2013RFID Bagai Salep untuk Penyakit Jantung
Newsroom Blog - Jum, 7 Jun 2013Saatnya Meninggalkan Tabungan?
Newsroom Blog - Sel, 4 Jun 20135 Hal yang Sebaiknya Anda Tahu Tentang Transaksi Uang Elektronik
Newsroom Blog - Rab, 29 Mei 2013



