Postingan Blog oleh Sigit Adinugroho

  • Menjadi Pejalan yang Bertanggungjawab

    Setelah mengetahui bahwa beberapa tempat merupakan cagar alam atau budaya, saya jadi lebih berpikir soal tujuan perjalanan saya. Saya berpikir masak-masak soal dampak yang saya timbulkan, memilah-milah lokasi mana yang harus ditinggalkan, hal apa saja yang harus saya ulas dan lain sebagainya.
    Lebih banyak gunakan sarana transportasi ramah lingkungan, seperti kereta api atau sepeda. (Sigit Adinugroho)
    Menjadi pelancong bukan hanya soal konsumsi semata, tetapi juga tanggung jawab. Mungkin kita bertanya, jika tujuan melancong adalah bersenang-senang, kenapa masih juga dikejar tanggung jawab?

    Jawabannya adalah yang melancong kita, tetapi tujuan perjalanan kita dan orang-orang yang tinggal di daerah itu tidak. Mereka justru adalah objek pelancongan. Kita bertamu saja. Layaknya bertamu, tentulah kita harus menghormati tuan rumah. Beberapa cara menghormati tuan rumah itu adalah:

    Apakah tujuan wisata tersebut memiliki status cagar alam, budaya, sosial atau masih daerah konflik? Contohnya, Pulau Sempu di Jawa Timur adalah cagar alam yang rentan kerusakan. Pulau Banyak di Aceh adalah lokasi penangkaran

    Selengkapnya »dari Menjadi Pejalan yang Bertanggungjawab
  • Tradisi Teh Sore Ala Inggris

    Tradisi meminum teh sore amat populer di Inggris, sebagai pengisi waktu sore sekitar pukul 15:00 sampai 17:00. Jika Italia terkenal dengan budaya minum kopi, maka Inggris minum teh — seperti di Cina Jepang, serta di Indonesia (khususnya Jawa).

    Suasana minum teh bersama. (Sigit Adinugroho)Ketika berkunjung ke Singapura beberapa waktu lalu, saya mencoba melakukan teh sore ala Inggris ini. Tidak ada alasan spesifik kenapa harus di Singapura, hanya semata persoalan waktu luang dan rasa ingin tahu. Kebetulan saya bepergian dengan istri saya yang pecinta teh.

    (Saya sendiri bukan peminum teh sejati, namun saya suka menikmati kualitas seremoninya.)

    Ada beberapa tempat minum teh yang saya lirik hasil membaca rekomendasi di internet. Beberapa tempat itu adalah St. Regis Hotel, Fullerton Hotel, Marmalade Pantry, Raffles Hotel, Halia, dan beberapa tempat pilihan di Dempsey Rd. Masing-masing menawarkan pengalaman minum teh berbeda-beda, mulai dari yang benar-benar ala Inggris sampai kontemporer.

    Setelah berpikir panjang kami memutuskan pergi ke

    Selengkapnya »dari Tradisi Teh Sore Ala Inggris
  • Oasis Kota di Wessex Estate

    Sering pergi mengunjungi suatu tempat, belum tentu membuat bosan. Bosan hanyalah kondisi yang ada hanya bagi para turis, tapi bukan pengelana atau pejalan independen. Tempat yang sama tidak selalu menghadirkan pengalaman yang sama, dan tidak perlu dijalani dengan cara yang sama dengan orang lain.

    Kami memberanikan diri untuk membaur dengan kebiasaan setempat (alias go local) dengan tinggal di rumah penduduk. Berbekal reservasi dari situs internet, kami mendapatkan tempat penginapan di Wessex Estate, kompleks hunian yang terdiri dari 26 bangunan apartemen tiga lantai peninggalan hunian militer Inggris dan 58 rumah kavling. Bangunan-bangunannya sederhana, hanya dicat putih dan hitam, diberi nomor dan nama. Di antaranya terhampar luas ruang terbuka hijau dan pohon-pohon besar yang rindang.

    Tuan rumah kami adalah pasangan musisi yang sudah bermukim di sini selama lebih kurang sepuluh tahun. Apartemennya berada di lantai tiga. Luasnya lebih kurang 90-100 meter persegi dengan dua kamar.

    Selengkapnya »dari Oasis Kota di Wessex Estate
  • Berkeliling Singapura Dengan Bus Umum

    Saya selalu suka mencoba transportasi umum dalam kota, terutama yang berbasis rel seperti subway, dan bus. Kelebihan bus dibanding sistem berbasis rel adalah jangkauannya lebih luas dan dalam kondisi tertentu jumlah kendaraan lebih banyak sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Selain itu, kita bisa melihat banyak hal sambil jalan-jalan. Lain dengan subway yang sebagian berada di bawah tanah.
    Kondisi bus berkondisi prima. (Sigit Adinugroho)
    Berkeliling dengan bus dapat menciptakan kesan menarik, karena kita dapat bertemu dengan banyak orang setempat dan mempelajari perilaku mereka.

    Di Singapura, tidak banyak turis yang mau mencoba transportasi bus meski sangat efisien dan efektif. Kebanyakan turis lebih suka menggunakan taksi, bus tur hop on-hop off, atau sesekali MRT.

    Padahal, dengan membeli kartu ez-Link, kita mendapatkan tarif murah dan kemudahan. Daripada berkeliling membayar dengan uang receh, lebih praktis beli kartu dan isi dalam nominal tertentu, lalu tinggal menempelkannya di mesin pembaca tarif di pintu masuk

    Selengkapnya »dari Berkeliling Singapura Dengan Bus Umum
  • Inspirasi Bulan Madu yang Berbeda

    Ke mana Anda akan pergi berbulan madu? Biasanya orang berpikir tidak jauh-jauh dari pantai (dari yang dekat dan murah seperti Jawa dan Bali, sampai yang mahal seperti di Maladewa). Sementara, mereka yang mampu biasanya pergi ke Eropa, terutama tempat-tempat romantis seperti Laut Mediteranea, Italia dan Prancis.

    Beberapa ide di bawah ini mungkin berguna bagi Anda yang ingin berbulan madu dengan unik dan berbeda.
    Bangkitkan sisi petualang di dalam diri dan pasangan Anda. (iStockphoto)
    Pasangan backpacker
    Pilihlah tujuan yang asing dan tidak lazim dijadikan tempat bulan madu, namun tetap berpotensi romantis. Sebut saja Siem Reap di Kamboja atau Vientiane dan Luangprabang di Laos. Dengan gaya berwisata yang lebih hemat, tetapi tidak mengurangi kenyamanan, bangkitkan sisi petualang di dalam diri dan pasangan Anda.

    Menginap di hostel yang lebih bagus dari biasanya, rencanakan kegiatan sendiri, perbanyak jalan kaki untuk eksplorasi, mencoba berhemat layaknya backpacker sejati.

    Jalan kenangan
    Tidak perlu terbang menuju suatu tempat. Anda bisa merencanakan perjalanan

    Selengkapnya »dari Inspirasi Bulan Madu yang Berbeda
  • Berjalan Menyeberangi Jembatan Golden Gate

    Hari itu lewat pukul tiga petang. Angin laut menerpa keras, musim gugur di ambang mata. Di depan mata kami, jembatan bercat merah sepanjang hampir tiga kilometer menunggu. Inilah jembatan Golden Gate yang melintasi teluk San Francisco.

    Saya berjalan bersama grup yang akan membawa kami melintasi jembatan megah ini dengan berjalan kaki ke ujung, lalu kembali lagi ke titik awal. Total jarak yang akan kami tempuh hampir enam kilometer.
    Inilah jembatan Golden Gate yang melintasi teluk San Francisco. (Sigit Adinugroho)
    Untuk apa melintasi jembatan dengan kaki jika bisa dengan kendaraan bermotor atau sepeda? Pertama, tentu saja lebih murah. Biaya tol melintasinya mencapai $ 6. Kedua, kami ingin menikmati pemandangan petang dengan matahari yang sudah tidak tepat di atas kepala. Suhu pun bersahabat karena sudah hampir musim gugur.

    Ketiga, kami akan mendegarkan beberapa cerita menarik tentang sejarah dan seluk-beluk jembatan ini dari pemandu. Keempat, siapa yang tidak mau mencoba melintasinya dengan kaki dan tenaga sendiri? Ada rasa kebanggaan yang belum tentu bisa diulangi

    Selengkapnya »dari Berjalan Menyeberangi Jembatan Golden Gate
  • Menikmati Kota New York di Top of the Rock

    Hampir setiap kota terkemuka di dunia memiliki tempat strategis bagi orang untuk melihat pemandangan secara keseluruhan atau 360 derajat dari ketinggian tertentu, apakah itu melalui menara atau puncak gedung tertentu. Sebut saja Sydney, Kuala Lumpur, Singapura, Tokyo dan Paris. Jakarta juga memiliki Monumen Nasional (Monas), yang, walau tidak terlalu tinggi, tetap memberikan pengalaman itu.
    Top of the Rock berada di gedung tertinggi di Rockefeller Center, yang dinamai GE Building. (Sigit Adinugroho)
    Kota New York juga memberikan sensasi ini melalui Top of the Rock, dek observasi yang berada di puncak kompleks gedung Rockefeller Center. Kompleks gedung ini cukup terkenal dalam sejarah kota New York dan merupakan salah satu cagar sejarah nasional di Amerika Serikat.

    Saat ini terdiri dari 19 bangunan, ia dibangun oleh keluarga Rockefeller, keluarga konglomerat yang memiliki penghasilan utama dari industri pertambangan minyak. Lokasinya ada di Midtown Manhattan, tepatnya di persimpangan Fifth Avenue dan Sixth Avenue.
    Dari sini Anda dapat melihat kota New York dari atas. (Sigit Adinugroho)
    Mungkin banyak dari kita yang pernah menonton "Home Alone 2: Lost in New York" dan

    Selengkapnya »dari Menikmati Kota New York di Top of the Rock
  • Berlin ke Kopenhagen Dengan Bus dan Kapal Feri

    Sarana transportasi favorit saya, sesuai prioritas, adalah kereta api, bus, pesawat terbang, dan kapal/feri. Jika sarana transportasi ini bisa berhenti di suatu tempat di tengah-tengah perjalanan, maka akan jauh lebih baik. Saya tidak keberatan membayar lebih mahal untuk bepergian lewat darat atau air daripada udara, sebab menurut saya ada bagian dari perjalanan yang hilang jika terus naik pesawat.

    Ketika melancong menuju Kopenhagen, Denmark, dari Berlin, Jerman dua tahun silam, saya memilih jalan darat. Dilihat di peta, tentu saja, tanah Jerman dan Denmark tersambung. Tapi dilihat dari jaraknya terlihat memutar jauh. Bagaimana jika dikombinasikan dengan kapal feri?

    Setelah mencari informasi, saya dapat informasi jasa bus dan feri yang dikombinasikan. Jalurnya adalah Berlin ke Rostock, sebuah kota pelabuhan di utara Jerman. Dari Rostock, saya akan naik feri ke Gedser, kota kecil di pesisir selatan Denmark. Dari Gedser, saya akan melanjutkan dengan bus lain ke tujuan akhir saya,

    Selengkapnya »dari Berlin ke Kopenhagen Dengan Bus dan Kapal Feri
  • Monumen ''Bergerak'' di San Francisco

    Saya berdiri dengan rasa tak sabar di tengah antrean melingkar di Market St. untuk menaiki trem jalur Powell-Hyde ke Fisherman’s Wharf. Jalur ini adalah salah satu dari tiga jalur yang beroperasi hari ini — lainnya adalah jalur Powell-Mason dan jalur California.

    Hiruk-pikuk manusia di Hallidie Plaza di sekitarnya membuat tempat ini tak pernah sepi pengunjung.

    Trem di San Francisco adalah atraksi wisata yang banyak dicoba pengunjung, selain lokasi lain yang populer seperti Pulau Alcatraz, bekas penjara yang berada di pulau terpisah di teluk San Francisco dan Golden Gate Bridge.
    Trem di San Fransisco merupakan daya tarik utama para turis di Amerika. (Sigit Adinugroho)
    Dulu, trem (dengan 23 jalur) adalah sarana transportasi publik yang utama dari tahun 1873-1890. Sekarang moda transportasi ini lebih diarahkan menjadi atraksi wisata. Selain karena waktu tempuhnya yang lambat, kapasitasnya yang tak mencukupi, tarifnya juga cukup mahal sekali naik: enam dolar.
    Dulu tarifnya mahal sekali. (Sigit Adinugroho)
    Pengunjung lebih mencari sensasi “masa lalu” dan menikmati jalan-jalan berbukit di kota ini. Trem di San Francisco adalah

    Selengkapnya »dari Monumen ''Bergerak'' di San Francisco
  • Nyaman Menjadi Penghuni Hostel

    Ada banyak hal yang bisa mengganggu sesama penghuni hostel, terutama jika kita tinggal di asrama (dormitory), yang satu kamarnya bisa diisi hingga puluhan orang. Ketika satu orang ingin tidur, yang lain ingin membaca, ada yang ingin mengobrol dan ada yang baru saja pulang.

    Lebih parah lagi, ada yang mungkin mabuk, atau sedang berasyik-masyuk dengan kekasihnya. Walau demikian, pengalaman hostel saya selalu menyenangkan dan aman. Penghuninya sama-sama toleran dan mengerti kebutuhan penghuni lain.
    Travellers House Hostel di Lisbon disebut sebagai hostel terbaik di dunia. (AFP Relax)
    Hostel — walau banyak yang mengklaim dirinya sebagai "hostel butik" dengan kualitas apik dan dekorasi menawan — pada dasarnya dirancang menjadi penginapan yang terjangkau. Sebagai konsekuensi, privasi penghuni bisa sedikit terganggu.

    Sebagai sesama penghuni hostel, apa yang harus kita lakukan agar setiap penghuninya merasa tenang dan nyaman? Mari kita simak!

    Jangan biarkan ada yang salah kamar, kunci pintunya!
    Daerah asrama khususnya perlu memperhatikan keamanan bersama ini. Setiap penghuni

    Selengkapnya »dari Nyaman Menjadi Penghuni Hostel

Penomoran Halaman

(25 Artikel)