Postingan Blog oleh Syanne Susita

  • Pesta Icip-icip Kuliner Nusantara di Senayan

    Suasana Festival Jajanan Bango. (Syanne Susita)
    Festival Jajanan Bango, pesta kuliner jajanan pasar dari seluruh Indonesia, kembali digelar. Perhelatan yang diprakarsai Kecap Bango sejak 2005 ini tak pernah sepi peminat. Antrean di tiap kios selalu panjang. Bila ada kios sepi, itu bukan karena tak ada peminat tapi karena makanan sudah habis.
    Sate Padang Ajo Ramon. (Syanne Susita)


    Harga makanan yang dijual Festival Jajanan Bango bisa dibilang terjangkau. Sekitar 50 kios makanan ini rata-rata menjual seporsi makanannya Rp15 ribu. Hanya beberapa saja, seperti sop buntut ibu Samino, yang menjual seporsinya Rp25 ribu.
    Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. (Syanne Susita)
    Pengunjung FJB beruntung bisa menikmati makanan “dari jauh” tanpa harus mengunjungi tempat asalnya. Menghemat ongkos dan waktu. Yang diperlukan hanya kesabaran mengantre di kios tujuan.
    Sop Buntut Ibu Samino. (Syanne Susita)
    Ada 10 kios yang mewakili tema festival tahun ini: Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta, Tengkleng Klewer Bu Edi Solo, Sate Jamur Cak Oney, Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya, Nasi Pindang Pak Ndut Semarang, Mie Aceh Sabang, Mie Koclok Mas Edy Cirebon, Oseng-oseng Mercon Bu Narti

    Selengkapnya »dari Pesta Icip-icip Kuliner Nusantara di Senayan
  • Semalaman Jajan Kuliner di Surabaya

    Sebelum menginjakkan kaki di Surabaya, seorang teman mengingatkan agar saya jangan lupa menjajal tiga tujuan kuliner: Rawon Setan, Sate Klopo Ondomohen dan Bebek Binjay. Sayang, berhubung lokasi restoran kuliner yang terakhir ini agak jauh (karena harus melewati jembatan Suramadu terlebih dahulu) saya pun hanya bisa mendatangi dua tempat.

    Walau tidak semua “target” tidak tercapai, pengalaman kuliner saya di Surabaya tidak mengecewakan.

    Dua tempat yang saya kunjungi sangat terjaga keotentikannya — mulai dari segi penyajian, suasana restoran, hingga rasa. Begitu ketatnya, pengumuman tidak membuka cabang langsung terpampang di depan restoran. Entah ini memang jadi kebanggaan tempat atau trik agar tetap ramai dikunjungi.
    Tampak depan Restoran Rawon Setan. (Syanne Susita)
    Yang pertama, saya mengunjungi Rawon Setan. Terletak di jalan Embong Malang, salah satu jalan utama di Surabaya, restoran ini tidak akan sulit ditemukan pendatang. Apalagi papan nama di atas restoran berwarna hijau-merah cukup besar.

    Ruang makan dibagi dua, yang berpenyejuk

    Selengkapnya »dari Semalaman Jajan Kuliner di Surabaya
  • Mengunjungi Museum-museum di Surabaya

    Sebenarnya, saya cukup sering mengunjungi Surabaya atas nama tugas kantor. Tetapi justru karena atas nama kantor itulah, setiap ke sana saya tidak bisa menikmati kota itu sebagai pelancong. Beberapa waktu lalu, barulah kesempatan itu datang.
    Salah satu karya seni di Museum Sampoerna.
    Sebagai pelancong, saya direkomendasikan teman mengunjungi House of Sampoerna di Jl Taman Sampoerna. Ketika memasuki pintu gerbang, saya langsung takjub dengan empat pilar menjulang tinggi dan arsitek bangunan utama yang berfungsi sebagai museum.
    Warung rokok zaman dahulu.
    Di dalam museum ini tersimpan semua benda yang menjadi cikal-bakal pembuatan rokok di bawah label Sampoerna, juga dokumentasi aktivitas sosial dan pemasaran perusahaan rokok kretek ini. Selain itu, di bagian depan museum, pengunjung juga bisa menikmati foto-foto keluarga Lim Seeng Tee, lengkap dengan beberapa pakaian dan perabot rumah keluarga.
    Jejeran peralatan tradisional melinting rokok dan ibu-ibu pelinting.
    Bagian paling menarik di museum ini terletak di lantai dua. Pengunjung bisa menyaksikan aktivitas ibu-ibu pelinting rokok yang duduk rapi dalam satu aula luas.

    Selengkapnya »dari Mengunjungi Museum-museum di Surabaya
  • Tiga Langkah Mengatasi Jet Lag

    Jalan-jalan ke suatu tempat yang berbeda zona waktu cukup jauh selalu punya efek tidak enak. Hal ini karena jam biologis tubuh berbeda dengan waktu setempat. Repotnya, melawan kantuk gara-gara jet lag kadang butuh waktu yang cukup lama untuk kembali normal. Berikut ini tiga langkah yang saya rasa efektif mengatasi jet lag:
    Membawa peralatan bantuan yang membuat waktu istirahat selama perjalanan juga sangat membantu. (iStockphoto)
    Atur jadwal tidur
    Saya sangat terbantu jika mengetahui zona waktu negara yang dikunjungi. Dengan begitu saya bisa tahu jam berapa tiba di tujuan, berapa lama di perjalanan, sehingga bisa beristirahat sebelum berangkat.

    Ke London, misalnya. Penerbangan biasanya transit terlebih dahulu di Abu Dhabi, menjelang tengah malam dan harus menunggu sekitar tiga jam untuk melanjutkan penerbangan. Saat mata mulai mengantuk, kita harus mengantre untuk masuk pesawat dan terbang. Sementara penerbangan ke London juga tidak terlalu panjang. Hanya sekitar tiga atau empat jam. Dan, tiba di London sekitar jam tujuh pagi.

    Jika sudah begitu, saya pun mengantisipasi untuk tidur sekitar dua

    Selengkapnya »dari Tiga Langkah Mengatasi Jet Lag
  • Dua Jam di Duomo Milan

    Sebagai kota pusat desain dan fashion, Milan jelas indah. Saya langsung menikmatinya begitu menginjakkan kaki ke stasiun kereta Milan pusat (Centrale FS). Langit-langit stasiun yang berbentuk kubah menampilkan lukisan khas Eropa yang dikombinasikan oleh detail-detail bangunan modern di beberapa sudut.

    Berhubung menggunakan kereta, mengunjungi kota pun tidak terlalu lama. Begitu tiba di Milan, saya langsung menuju lapangan dan gereja katedral Duomo yang terletak di jalan Arcivescovado. Katedral Milan atau Duomo di Milano ini merupakan gereja kedua terbesar di Italia dan kelima terbesar di dunia. Kabarnya, katedral ini mampu menampung 40 ribu jemaat dalam setiap ibadah.
    Katedral Duomo dari depan.
    Sebelum memasuki katedral, saya sudah terpesona terlebih dahulu dengan lapangan di depan gereja dan gedung-gedung di sekeliling katedral. Begitu keluar dari stasiun bawah tanah, terlihat patung Raja Victor Emmanuel kedua yang didirikan di akhir pembuatan lapangan dan gereja.
    Patung Raja Victor Emmanuel II yang terletak dekat pintu keluar kereta bawah tanah.
    Seperti halnya kebanyakan lapangan di belahan

    Selengkapnya »dari Dua Jam di Duomo Milan
  • Menikmati Bandung Tanpa 'Factory Outlet'

    Bandung sudah identik dengan tujuan wisata belanja baju, tas, sepatu serta aksesori murah. Bila Anda, seperti saya, ingin mencoba sesuatu yang lain dari Bandung — misalnya keindahan alam sekaligus keindahan budaya Sunda, berikut ini beberapa rekomendasi:

    Rumah Stroberi
    Terhampar di pegunungan Lembang yang masih hijau berudara sejuk, Rumah Stroberi adalah salah satu dari beberapa kebun stroberi yang menarik dikunjungi. Ketika saya mengintip tempat ini (setelah mengunjungi kebun lain namun sudah kehabisan), stroberi mereka mulai bertumbuhan. Perburuan stroberi saya pun membuahkan hasil.
    Stroberi yang baru tumbuh.
    Pengunjung harus membayar paket makan siang dan stroberi 600 gram seharga Rp120 ribu. Paket makan siangnya berupa nasi liwet untuk empat orang. Jika 600 gram stroberi terlalu sedikit buat Anda, silakan petik lebih tetapi ada biaya tambahan Rp2500 per ons. Saung dan meja lesehan di situ membuat saya dan teman semakin nyaman menikmati suasana.
    Pose di depan Rumah Stroberi.
    Rumah Stroberi
    Jl. Cigugurgirang 145 Parongpong
    Telp 022-91144247

    The

    Selengkapnya »dari Menikmati Bandung Tanpa 'Factory Outlet'
  • Menikmati Keindahan Musim Gugur di Makam Dinasti Ming

    Harus saya akui, salah satu momen terindah menikmati musim gugur adalah tatkala saya menyusuri kompleks makam para raja Dinasti Ming di barat laut Beijing, atau tepatnya di daerah Changping. Dikelilingi pegunungan Yanshan, pemakaman yang telah berumur kira-kira dua abad ini punya pemandangan indah dan mengagumkan.
    Pemakaman ini dikelilingi pegunungan Yanshan.
    Deretan pohon dengan dedaunan yang mulai memerah, dihiasi hamparan salju di beberapa sudut tembok, membuat saya tidak menyesal menyempatkan diri mampir ke tempat ini.

    Seperti halnya Tembok Cina yang super luas, makam 13 raja ini tersebar di tanah seluas 120 kilometer persegi. Namun, cuma tiga makam yang dibuka untuk umum: Changling, Dingling dan Zhaoling. Harga tiket untuk masuk ke kompleks makam ini 60 yuan (Rp75 ribu).

    Dari tiga makam ini, saya mendatangi makam Dingling. Makam ini adalah makam pertama yang dibuat untuk raja Zhu Yijun bersama dua permaisurinya. Hamparan taman dan patung batu pahatan berbagai macam bentuk (kura-kura dan naga). Bentuk bagian depan istana

    Selengkapnya »dari Menikmati Keindahan Musim Gugur di Makam Dinasti Ming
  • Jelajah Jakarta Demi Tahu Telor

    Salah satu tantangan (atau mungkin juga kemudahan?) tinggal di Jakarta adalah mencari sesuatu yang enak disantap. Begitu banyak tempat yang menyediakan hidangan kuliner yang memikat selera — entah itu di kafe, restoran, hotel, atau warung pinggir jalan.

    Pada suatu hari saya berburu tahu telor, yang “sangat Indonesia”. Ini hidangan sederhana — tahu dicelupkan ke telur kocok, lalu digoreng. Setelah itu disajikan dengan kuah kecap dan wijen. Untuk menambah manis penampilan, di bagian atas ditambahkan tauge dan sayur kol mentah serta kacang goreng.

    Yang menarik adalah walau terlihat sederhana, rasa dan kenikmatan rasa bisa sangat bervariasi. Kenikmatan rasa tentunya sangat bergantung pada kelembutan tekstur tahu dan bumbu pendukung saat meracik.

    Tempat pertama yang saya kunjungi untuk mencoba tahu telor adalah restoran Sate Khas Senayan di daerah Pakubowono. Suasana restoran yang menggunakan bangku dan meja kayu dan nuansa ruangan berwarna coklat memberi kesan nyaman dan kalem. Sebagai

    Selengkapnya »dari Jelajah Jakarta Demi Tahu Telor
  • Dua Jam Keliling Kota Terlarang dan Lapangan Tiananmen

    Rasanya kurang afdol jika berkunjung ke Beijing tanpa mengunjungi Kota Terlarang dan lapangan Tiananmen. Kedua tempat ini merupakan tempat terjadinya dua peristiwa penting dalam sejarah Cina. Dan bukan kebetulan kedua lokasi ini hanya berseberangan jalan dan terletak di pusat kota.
    Lapangan Tiananmen. (Syanne Susita)
    Berhubung Kota Terlarang dan lapangan Tiananmen luas, bersiap-siaplah berjalan jauh untuk melihat-lihat dua lokasi ini. Dan, agar nyaman menikmati pemandangan di sekeliling dua tempat ini, sebaiknya lakukan pada pagi hari. Karena jika ingin benar-benar mengelilingi Kota Terlarang, setidaknya perlu dua jam sendiri untuk menjelajah hingga pintu gerbang paling belakang, Gate of Divine Prowess.
    Kendaraan unik di sekitar Lapangan Tiananmen. (Syanne Susita)
    Sebagai saksi sejarah, dua lokasi ini dikelilingi museum. Di sekeliling lapangan Tiananmen, terdapat Museum Nasional Cina. Di museum ini tersimpan buku, lukisan, dan peninggalan sejarah lain yang menggambarkan perjalanan sejarah Cina, terutama perkembangan Cina Modern.
    Foto studio dengan latar belakang Kota Terlarang dengan menggunakan kos kerajaan. (Syanne Susita)
    Sedangkan Kota Terlarang sendiri sering dianggap

    Selengkapnya »dari Dua Jam Keliling Kota Terlarang dan Lapangan Tiananmen
  • Jalan Sehat Menyusuri Tembok Raksasa Cina

    Tembok Raksasa Cina adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Beijing. Lokasinya yang agak jauh di pinggir kota memang merepotkan. Awalnya, saya sempat kebingungan karena tidak tahu transportasi apa yang nyaman untuk mencapai Tembok Raksasa ini.

    Setelah cek-cek ombak lewat internet dan konsultasi dengan beberapa teman di komunitas perjalanan, akhirnya saya memilih menggunakan jasa tur. Beruntung, pilihan jasa tur keliling satu hari banyak. Malah, bisa pesan langsung di tempat. Baik hotel mewah maupun kecil menyediakan jasa ini.
    Struktur tembok pun mengikuti bukit. (Syanne Susita)
    Kisaran harganya sekitar Rp300 ribu. Harganya cukup terjangkau, mengingat harga itu mencangkup transportasi keliling tidak hanya ke Tembok Raksasa, tetapi beberapa tempat lain. Dan sudah termasuk tiket masuk ke tempat wisata dan makan siang dan malam di restoran.

    Hal menyenangkan lainnya adalah selama perjalanan kita akan bertemu dengan tamu lain yang biasanya datang dari berbagai negara. Jadi, selama perjalanan, obrolan pun pasti akan

    Selengkapnya »dari Jalan Sehat Menyusuri Tembok Raksasa Cina

Penomoran Halaman

(28 Artikel)