Postingan Blog oleh Plasadana

  • Tentara dan Beragam Kisah Kekerasan

    Oleh: Fachrurozi

    Pelaku penyerangan dan pembunuhan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Cebongan, Sleman, Yogyakarta terkuak sudah. Investigasi Tim 9 Angkatan Darat yang dikomandani Brigadir Jenderal TNI Unggul K. Yudhoyono membuktikan, 11 anggota Komando Pasukan Khusus atau  Kopassus Grup II Sukoharjo, Jawa Tengah sebagai penyerang dan bertanggung jawab atas insiden Sabtu (23/3) dini hari itu.

    Markas Besar TNI AD mencopot Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso yang membantah keterlibatan anggotanya dalam penyerangan tersebut. Namun para prajurit justru mengakui perbuatannya.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut para prajurit itu sebagai ksatria lantaran mengakui perbuatannya. “Bagi saya itu sifat kesatria, bertanggung jawab atas apa yang dilakukan,” ujarnya, dua minggu setelah pembunuhan. “Itulah prajurit sejati yang harus ditunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia.”

    Para prajurit yang kena tuduhan pembunuhan itu bakal diadili di Peradilan Militer.

    Selengkapnya »dari Tentara dan Beragam Kisah Kekerasan
  • Tips Aman Gunakan Kartu Plastik Versi Bank Indonesia

    Oleh: Heru Budhiarto

    TUJUAN utama penggunaan kartu plastik, baik kartu kredit maupun kartu debet adalah untuk memudahkan proses transaksi. Konsumen tidak perlu membawa uang tunai secara berlebihan yang dapat merepotkan, bahkan berpotensi memancing kejahatan.

    Namun sering kali penggunaan kartu malah tidak aman lantaran ada pencurian data. Terakhir, seperti terjadi di The Body Shop, toko yang menyediakan sistem pembayaran dengan kartu plastik. Lalu bagaimana sebenarnya agar penggunaan kartu kredit dan kartu debet aman? Berikut ini tips yang disampaikan oleh juru bicara Bank Indonesia Difi A. Johansyah, agar konsumen bisa tetap nyaman dan aman dari tindak kejahatan :

    1. Selalu aktifkan telepon selular agar mudah menerima peringatan transaksi dari bank penerbit kartu. Segera informasikan ke bank jika ada perubahan nomor ponsel agar mudah dihubungi.

    2. Teliti dan cek transaksi di lembar tagihan, terutama jika ada transaksi yang tidak dilakukan sendiri oleh pemegang kartu. Segera kontak bank

    Selengkapnya »dari Tips Aman Gunakan Kartu Plastik Versi Bank Indonesia
  • Kartu Plastik Bobol, Siapa Bertanggung Jawab?

    Oleh: Heru Budhiarto/Fachrurozi

    MARAKNYA pembobolan kartu plastik, baik berbentuk kartu kredit, kartu anjungan tunai mandiri, maupun kartu debet, jelas merugikan nasabah. Tapi tak tegas, siapa  bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

    Menurut Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Husna Zahir, seharusnya tanggung jawab ada pada bank. Jika bank penerbit kartu mampu menjaga kerahasiaan dan pengawasan terhadap data nasabah, kejahatan itu tidak perlu terjadi.

    “Bank yang paling bertanggung jawab sebagai penyedia jasa dan penerbit kartu. Bank sebagai penerbit seharusnya mampu menjamin keamanan data nasabah, terutama ketika menggunakan mesin Electronic Data Capture atau mesin di toko-toko,” ujar Husna.

    Dia memaparkan, ketika bank bekerja sama dengan pihak merchant atau toko untuk menyediakan layanan transaksi kartu kredit, seharusnya bank sudah mengantisipasi kemungkinan pencurian data. Caranya, membuat standar tertentu dalam layanan agar data nasabah terlindungi.

    Biasanya,

    Selengkapnya »dari Kartu Plastik Bobol, Siapa Bertanggung Jawab?
  • 18 Modus Pembobolan Kartu Plastik

    Oleh: Heru Budhiarto/Fachrurozi

    Pembobolan kartu plastik (kartu kredit atau debet) makin marak saja. Kejahatan tersebut dilakukan dengan beragam modus. General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Martha mengungkapkan, salah satu modus pembobolan kartu kredit/debet adalah dengan mencuri data nasabah.

    Pencurian data nasabah digunakan untuk membuat kartu duplikat. Dengan kartu duplikat tersebut, pelaku bisa bertransaksi menggunakan data asli nasabah. Steve mengingatkan, pencurian data nasabah bisa terjadi ketika pengguna berbelanja di toko. Pada kasus terakhir yang marak, misalnya, terjadi di sebuah gerai penjual perawatan tubuh, The Body Shop.

    Lazimnya, lanjut Steve, prosedur pembayaran menggunakan kartu yang dibutuhkan bank hanya satu kali gesek. Akan tetapi seringkali pihak toko menggesek kartu hingga dua kali (double swiping) dengan alasan membutuhkan data nasabah. 

    "Data yang masuk ke merchant inilah biasanya yang dicuri pelaku kejahatan," ujar Steve.

    Dalih pihak toko

    Selengkapnya »dari 18 Modus Pembobolan Kartu Plastik
  • Macan Tutul dan Manusia Bisa Hidup Berdampingan

    Becky Oskin, Staf Penulis OurAmazingPlanet | LiveScience.com

    Sebuah kamera tersembunyi menunjukkan bukti kuat bahwa macan tutul dan manusia dapat hidup berdampingan di wilayah padat penduduk di India barat.

    Kamera itu menangkap gambar macan tutul dan kucing hutan lainnya, seperti hyena, yang mondar-mandir di dekat perumahan pada malam hari di area pertanian di Maharashtra barat, India. Hewan pemakan daging itu bahkan memiliki jalur berjalan yang sama dengan manusia — sampai-sampai para ilmuwan harus mematikan kamera pada siang hari supaya tidak menangkap gambar orang dan hewan lain.

    Meski begitu, kehadiran macan tutul itu tidak dirasakan oleh manusia. Demikian pernyataan Wildlife Conservation Society, yang mendanai penelitian.

    “Serangan macan tutul jarang terjadi meski berpotensi tinggi,” kata Ullas Karanth dari WCS, yang juga salah seorang peneliti. “Hasil studi kami ini membantu memahami kemampuan adaptasi oleh manusia dan hewan liar terhadap keberadaan satu sama lain.”

    Hasil temuan itu

    Selengkapnya »dari Macan Tutul dan Manusia Bisa Hidup Berdampingan
  • Lima Syarat Agar Kudeta Berhasil

    Oleh: Fachrurozi

    BEBERAPA hari belakangan ini isu kudeta terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marak menghiasi media massa, termasuk media sosial. Tapi mungkinkah itu terjadi?

    Menurut pengamat politik Gun Gun Heryanto, isu yang dilontarkan sejumlah elit dari Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) terkait hal itu hanya konsumsi elit belaka. “Tidak ada persinggungan dengan masyarakat akar rumput sama sekali,” ujar pengamat dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

    Isu kudeta yang bergulir sekitar satu bulan terakhir ini, menurutnya, merupakan buntut dari isu yang digulirkan lingkaran Istana. Kemudian menggelinding bak bola salju dan ditanggapi banyak kalangan di Indonesia.

    Namun bagi Guru Besar Politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah, gerakan dari sejumlah tokoh sipil tersebut masih sebatas kekuatan moral untuk menegur pemerintahan SBY yang dianggap tidak lagi amanah. Bahkan dianggap gagal menjalankan perannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

    Selengkapnya »dari Lima Syarat Agar Kudeta Berhasil
  • 10 Kasus Kudeta di Dunia

    Oleh: Fakhrurozi

    INDONESIA punya pengalaman dengan kudeta saat menurunkan kekuasaan Presiden Soeharto yang sudah memimpin 32 tahun. Pengamat politik Gun Gun Heryanto menyebut, salah satu penyebab terjadinya kudeta adalah hadirnya empat tokoh pemersatu yang tergabung dalam Kelompok Ciganjur dan menjadi figur sentral: Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. “Mereka meneruskan ide-ide perjuangan mahasiswa,” ujarnya. Bagaimana pengalaman negara lain? Apa yang membuat kudeta mereka berhasil?

    1. Libya, 2011
    Pelaku: Pemberontak lokal, NATO dan Amerika
    Isu: Kediktatoran

    Disokong oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), pasukan anti-Khadafi secara sistematis mampu menjatuhkan para loyalis Kolonel Muammar Khadafi dalam perang saudara. Kota Sirte tercatat paling lama tumbang. Namun pada Oktober 2011, bukan hanya seluruh kota dikuasai pemberontak, presiden berpangkat kolonel sudah berkuasa selama 41 tahun itu pun tewas dalam aksi serangan pemberontak.

    Selengkapnya »dari 10 Kasus Kudeta di Dunia
  • Sembilan Kelangkaan Komoditas di Masa Pemerintahan SBY

    Oleh: Fachrurozi

    KELANGKAAN komoditas sebenarnya bukan cerita baru dalam perjalanan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hampir satu dekade. Bahkan hampir setiap tahun kebutuhan rakyat mengalami “musim sepi” di pasar-pasar, sampai akhirnya menaikkan harga dan membebani rakyat.

    Berikut ini kelangkaan demi kelangkaan yang terjadi sepanjang pemerintahan Presiden SBY:

    1. Bahan Bakar Minyak bersubsidi
    2004-2005
    Setelah Susilo Bambang Yudhoyono memimpin, tiba-tiba harga bahan bakar minyak bersubsidi diturunkan. Mungkin bagi calo ini menguntungkan, sehingga bisa dijual ke luar negeri atau ke industri yang tidak dapat subsidi. Kelangkaan pun tak terhindarkan di Sumatera, Indonesia Timur bahkan Pulau Jawa.

    Solusi:
    Presiden terjun langsung, bahkan sempat berkunjung ke Lampung. Pantauan diarahkan ke simpul-simpul distribusi BBM di Lampung antara lain SPBU, depo BBM dan kapal yang membongkar BBM. Pembenahan distribusi melalui pengawasan ketat menjadi fokus pemerintah, dengan menugaskan

    Selengkapnya »dari Sembilan Kelangkaan Komoditas di Masa Pemerintahan SBY
  • Operasi Penyelamatan Hutan Indonesia

    Oleh: Fachrurozi

    Indonesia punya banyak rencana untuk melindungi hutan dari korupsi dan kerusakan hutan. Salah satunya, pada September ini, sebuah program perlindungan hutan dengan nama mentereng “Heart of Borneo”, bakal digelar. Isinya adalah operasi penyelamatan hutan Kalimantan. Dengan bantuan dana miliaran dari Bank Pembangunan Asia, Kementerian Kehutanan akan memimpin gerakan ini.

    Sebagai pemanasan mungkin, Kementerian Kehutanan juga terlibat dalam agenda Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. Tekadnya, mengawasi pelaksanaan perbaikan tata kelola hutan. Ada 12 kementerian yang terlibat di sini, bahkan peresmiannya disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

    Indonesia sempat masuk daftar 10 negara dengan luas hutan terbesar di dunia. Namun Indonesia juga masuk di peringkat kedua dari 10 negara dengan laju kerusakan hutan tertinggi di dunia versi Organisasi Pangan Dunia

    Selengkapnya »dari Operasi Penyelamatan Hutan Indonesia
  • Panglima Jalanan Dalam Tahanan

    Oleh: Fachrurrozi

    Dua tokoh kelompok pemuda yang namanya kerap tersangkut saat ada bentrokan massa kini dalam tahanan aparat keamanan. Satu masih dalam status tersangka, yaitu Hercules Rozario Marshal, sementara John Kei sudah divonis pengadilan.

    Jumat petang, 8 Maret 2013 silam, bisa jadi hari yang nahas bagi Hercules, tokoh yang sebelumnya dikenal sebagai pentolan Tanah Abang.

    Kata polisi, ada laporan masyarakat tentang tindakan pemerasan dan intimidasi yang dilakukan Hercules serta anak buahnya di pembangunan ruko milik PT Tjakra Multi Stategi, Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Anak buah Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru itu juga dituding merusak kaca dan bangunan ruko serta kedapatan membawa senjata tajam. Kepolisian pun membekuk mereka.

    Kini, Hercules berstatus tersangka bersama 49 orang lain atas tuduhan mengganggu ketertiban umum, penghasutan, dan kepemilikan senjata api. Undang-Undang Darurat siap menghakiminya.

    Polisi memang menyita barang bukti, seperti tiga bilah

    Selengkapnya »dari Panglima Jalanan Dalam Tahanan

Penomoran Halaman

(33 Artikel)