Jagat Pintar
  • Headset Bluetooth umumnya hadir dengan bentuk yang kecil, ringan dan sengaja dirancang khusus agar menyesuaikan dengan lekukan telinga manusia. Tapi tidak semua headset menganut filosofi yang sama.

    Salah satunya adalah headset Bluetooth dari Samsung berikut ini: HM5000.



    Dari tampilan luarnya, Anda mungkin tidak akan mengira bahwa ini adalah headset Bluetooth. Dengan bentuk yang nyaris mirip dengan sebuah pena dan tanpa pengait untuk di telinga, Samsung HM500 terlihat berbeda dengan headset Bluetooth lainnya. Keuntungan desain yang panjang ini, mikrofon akan lebih dekat ke mulut sehingga Anda tidak perlu bicara terlalu keras saat menelpon.

    Di luar desainnya, HM5000 hadir dilengkapi dengan berbagai fitur terkini. Sebut saja, fitur getar yang dapat berfungsi sebagai penanda adanya telepon masuk, fitur penyambungan (pairing) aktif serta kemampuannya terkoneksi ke dua perangkat telepon seluler secara bersamaan.

    Untuk lebih mengoptimalkan kinerjanya, fitur pengatur suara otomatis juga

    Selengkapnya »dari Samsung HM5000, Headset Bluetooth Berbentuk Pena
  • Kondisi mata lelah tidak hanya dialami para pekerja kantor yang duduk di depan komputer dari pagi sampai sore, tapi juga ibu rumah tangga atau mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

    Untuk mengatasinya, banyak cara yang bisa dilakukan. Dari melakukan pijatan-pijatan kecil pada area mata hingga memejamkan mata sejenak, yang pada intinya untuk membuat mata lebih nyaman.

    Panasonic menawarkan cara lebih canggih untuk mengatasi mata lelah. Dengan produk terbarunya Panasonic Este EH-SW50, ada solusi yang lebih cepat untuk membuat mata Anda segar kembali.



    Meski bentuknya mirip, Panasonic Este EH-SW50 bukanlah sebuah alat pijat mata yang biasa kita temukan di pasaran, karena alat ini bekerja dengan mengusung teknologi uap — atau mungkin lebih cocok disebut sebagai alat kompres mata abad 21.

    Sistem kerjanya cukup sederhana. Air yang diisi kedalam perangkat ini akan dipanaskan lalu uap hangat bersuhu sekitar 40 derajat Celcius akan dihasilkan untuk mengompres mata Anda yang lelah. Jangan lupa

    Selengkapnya »dari Panasonic Este: Pijat Mata Dengan Uap
  • Melanjutkan jajaran produk kamera prosumer miliknya, Samsung merilis generasi kedua EX-series yaitu Samsung EX2F. Ciri khas EX-Series seperti lensa dengan diafragma besar dan bodi berkualitas tinggi masih dipertahankan. Bahkan EX2F merupakan satu-satunya lensa prosumer yang memiliki lensa dengan diafragma f/1.4, terbesar untuk kelasnya saat ini.



    Untuk desain, sekilas mirip dengan Samsung EX1. Bodi dari bahan magnesium alloy masih dipercaya untuk menawarkan ketahanan yang tinggi. Dipadukan dengan layar putar LCD AMOLED berukuran 3-inci, kamera saku ini cukup fleksibel untuk mengambil foto dari berbagai sudut yang sulit.

    Pada bagian sensor, Samsung EX2F menggunakan sensor CMOS BSI (back-side illuminated) yang memiliki resolusi 12,4 megapixel. Sensor baru ini sepertinya akan lebih unggul dibandingkan sensor CCD 10 megapixel yang ada pada Samsung EX1. Namun, yang paling menarik dari Samsung EX-series tetap terletak pada spesifikasi lensanya.



     Samsung EX1 hadir dengan lensa 24mm berdiafragma

    Selengkapnya »dari Samsung EX2F Kamera Prosumer dengan Diafragma Terbesar Saat Ini
  • Kehadiran robot yang mirip manusia masih berupa impian yang hanya bisa dilihat di film. Seperti tahun lalu, misalnya, sebuah film berjudul Real Steel menggambarkan pertandungan tinju antar robot yang dikendalikan oleh manusia. Tapi baru-baru ini merek mainan yang cukup ternama asal Jepang, Takara Tomy, merilis versi mininya dengan BattroBorg 2.0.

    Memang bentuknya jauh lebih kecil dibandingkan robot petarung yang ada di film Real Steel. Namun robot mungil ini dapat dikendalikan secara nirkabel melalui kontroler nunchaku khusus yang mirip seperti nunchaku untuk Nintendo Wii.



    Saat sang pengguna menghentakkan salah satu tongkat yang ada di tangannya, maka BattroBorg juga ikut melakukan gerakan pukulan dengan tangan yang sama. Jadi dengan sedikit latihan, robot Anda akan dapat meluncurkan berbagai variasi pukulan dengan lancar. Bicara soal latihan, tidak terbatas pada latihan pukulan tapi juga melatih pergerakan yang juga penting bagi seorang petinju.

    Sistem kendali BattroBorg 2.0 ini

    Selengkapnya »dari Tomy Takara BattroBorg 20, Robot Petinju yang Dikendalikan Remote Control
  • Pengguna Sony VAIO mungkin pernah mengenal jajaran notebook VAIO seri T yang sudah bermunculan sekitar 8 tahun silam. Kala itu, belum banyak notebook yang kecil dan ringan. Jadi tidak heran jika VAIO Seri T tergolong notebook yang "wah", baik dari segi gengsi maupun harga.

    Kini Sony menghidupkan kembali jajaran Seri T dalam wujud Ultrabook. Ada dua pilihan yang ditawarkan oleh Sony, yaitu T11 Series dengan layar 11,6 inci (1366x768 pixel) dan prosesor Intel Core i5 serta T13 yang hadir dengan layar 13,3 inci (1366x768 pixel) dan prosesor Intel Core i7. Semua prosesor yang digunakan sudah termasuk generasi ketiga atau Ivy Bridge. Kedua tipe ini juga dilengkapi RAM 4GB dan Intel HD Graphics 4000 terbaru.



    Desainnya cukup ramping, tapi bukan yang paling tipis (tebalnya sekitar 1,8cm) atau paling ringan. Acuan desain yang digunakan lebih mirip ke Sony VAIO Z yang jauh lebih mahal, dengan garis-garis tajam dan minimalis.

    Seperti anggota keluarga Ultrabook lainnya, Vaio seri T juga  dilengkapi

    Selengkapnya »dari Vaio T-Series, Ultrabook pertama dari Sony
  • IPad tidak hanya untuk main game atau browsing Internet. Selain bisa menghibur Anda saat bepergian, ternyata iPad juga dapat bermanfaat di dapur. Berbagai aplikasi yang mengulas tentang resep masakan hingga mengajari memasak dapat ditemukan dengan mudah di AppStore.

    Tapi agar dapat digunakan di dapur dengan lebih sempurna, iPad membutuhkan aksesori tambahan. Salah satunya seperti produk Belkin berikut ini, Belkin Chef Stand.


    Tampil dengan lapisan kromium yang modern, penyangga iPad ini memang memiliki desain yang minimalis dan manis. Tapi yang membuat tambah istimewa adalah disertakannya pena stylus yang dilengkapi dengan sistem magnet dalam paket penjualannya.

    Bagi Anda yang menggunakan iPad 2, sistem magnetik pada stylusnya dapat digunakan untuk menghidupkan layar iPad 2 tanpa harus menyentuh layarnya dengan jari tangan. Selain itu dengan bantuan pena stylus, Anda juga tidak akan mengotori layar iPad ketika harus mencari resep atau mengetik dengan keyboard virtual di iPad.

    Mengingat

    Selengkapnya »dari Belkin Chef Stand, Aksesoris Dapur untuk iPad
  • Pernahkah Anda meminta orang untuk mengambil foto Anda saat berlibur dan orang tersebut bertanya, tekan tombol yang mana ya? Jika kamera berikut ini berhasil diproduksi secara massal, mungkin hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

    Iris Camera mengusung teknologi biometrik yang bekerja dengan mengenali bola mata dan pergerakan mata. Desain Iris Camera sendiri lebih mirip seperti sebuah lensa untuk kamera DSLR. Bagian depan dan belakangnya hanya terdiri dari elemen kaca yang berfungsi sebagai “jendela” untuk melihat dan membidik gambar.



    Untuk konektivitas, kamera ini hanya dilengkapi dengan konektivitas Wi-Fi untuk terhubung ke jaringan dan mempercepat kegiatan berbagi foto antar pengguna lewat jejaring sosial atau dapat disimpan di kartu memori SD.

    Menggunakan Iris Camera tergolong sangat mudah. Anda hanya perlu menempatkan Iris Camera persis di depan mata, mirip seperti teropong. Iris Camera akan membaca pergerakan mata Anda untuk mengidentifikasi perintah tertentu. Untuk zoom in atau

    Selengkapnya »dari Iris Camera, Kamera Konsep yang Memotret Dengan Kedipan Mata
  • Tiga tahun lalu, tepatnya pada Oktober 2009, Apple mengeluarkan inovasi mutakhir bernama Apple Magic Mouse yang menggabungkan fungsi touchpad dengan mouse nirkabel. Namun kini Gigabyte melangkah satu tahap di depan Apple dengan mengeluarkan Aivia Xenon yang memiliki fungsi dual-mode touchpad.

    Gigabyte mengklaim bahwa, mouse laser dengan resolusi 1000dpi yang berbentuk seperti kepala ular ini merupakan yang pertama di dunia dengan teknologi semacam ini. Walau mouse dengan permukaan sentuh sudah lama beredar, namun memang teknologi dual-mode yang ditawarkan Gigabyte cukup unik.

    Aivia Xenon memiliki sebuah tombol untuk mengganti mode dari fungsi mouse ke fungsi touchpad. Pada mode mouse, lampu indikatornya akan mengeluarkan warna biru dan seketika itu akan mengubah sebagian besar permukaan mouse menjadi klik “kiri”. Di sisi kanan terdapat sebuah tombol untuk klik “kanan” dan satu tombol lagi untuk scrolling bebas yang akan membatasi permukaan untuk fungsi scrolling.



    Ketika diubah ke mode

    Selengkapnya »dari Gigabyte Aivia Xenon, Menggabungkan Mouse dan Touchpad
  • Mencetak bukanlah aktivitas yang menyenangkan, apalagi jika dokumen yang ingin dicetak berada di perangkat lain yang tidak terhubung ke printer. Walaupun printer yang sudah dilengkapi koneksi Wi-Fi sudah bermunculan, namun tentunya itu bukan alasan yang kuat bagi pengguna mengganti printernya yang masih berfungsi dengan baik.

    Untuk solusi yang lebih murah, Anda dapat menggunakan produk Lantronix XPrintServer Home Edition.

    Dengan Lantronix XPrintServer Home Edition sendiri, Anda dapat menambahkan fitur AirPrint pada printer yang belum dilengkapi fitur mencetak tanpa kabel tersebut. Jadi kini Anda dapat langsung mencetak dokumen atau foto dari perangkat berbasis iOS seperti iPhone, iPad atau iPod Touch, tanpa perlu lagi harus memindahkan dokumen ke PC atau laptop.


    Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu menghubungkan Lantronix XPrintServer Home Edition ke printer yang ada. Kemudian pastikan perangkat iOS dan Lantronix XPrintServer Home Edition terhubung dalam satu jaringan Wi-Fi yang sama.

    Selengkapnya »dari Cetak Langsung dari iPhone dan iPad Dengan Lantronix XPrintServer Home Edition
  • Samsung Galaxy SIII disiapkan sejak awal untuk merajai pasar smartphone dunia. Dengan berbagai fitur terbaru dan inovatif yang belum ada di smartphone lain, Galaxy SIII seakan menjadi pembuktian Samsung atas kemampuannya meracik smartphone yang paling canggih dan inovatif. Seberapa tangguh kinerjanya? Simak ulasan kami berikut ini.



    Desain
    Galaxy SIII (tebal 8,6 mm) tidak akan membuat orang langsung melirik. Tidak ada bahan dengan nama-nama eksotis yang digunakan. Bahkan sekilas Galaxy SIII terlihat seperti telepon kelas menengah ke bawah yang menggunakan plastik biasa — walau sebenarnya sudah berbahan polikarbonat. Perbedaannya dengan seri terdahulu baru akan terasa saat digenggam.

    Baterai SIII dapat diganti sendiri dengan membuka tutup belakang. Di dekat baterai, Anda akan menemukan slot microSD dan kartu micro SIM. Ukuran layar 4,8 inci masih cukup nyaman saat digunakan dengan satu tangan. Permukaan mengilap pada bagian belakang SIII kadang terasa licin di tangan, tapi masih terjaga

    Selengkapnya »dari Ulasan Samsung Galaxy SIII

Penomoran Halaman

(249 Artikel)

Penulis Blog / Profil