Sebagian besar penduduk Indonesia bergantung kepada angkutan umum dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama mereka yang hidup di kota besar. Namun, apakah angkutan umum dan fasilitasnya telah cukup mengakomodasi kebutuhan orang banyak sepenuhnya?
Bagaimana dengan bus yang suka menurunkan penumpang tidak pada tempatnya? Jadwal kereta yang sering berubah-ubah? Sistem rel yang kerap mengalami gangguan? Beragam keluhan penumpang tak kunjung terselesaikan.
Yahoo! Indonesia bertanya lewat Facebook: Apa yang membuat Anda tetap menggunakan angkutan umum, meski jelas-jelas tidak nyaman?
Dari 534 komentar yang diterima, mayoritas menjawab karena mereka tidak ada pilihan lain. Mereka mengesampingkan kenyamanan karena tidak memiliki kendaraan pribadi. Inilah jalan yang termurah bagi mereka yang berpenghasilan kecil.
Tapi, tidak sedikit juga yang menjawab, mereka memilih angkutan umum karena menyenangi pengalaman yang didapat. Selalu saja ada kisah hidup yang tidak terduga saat bertemu dengan macam-macam orang di perjalanan. Beragam orang dengan latar belakang yang berbeda mewakili sikapnya masing-masing.
Selain itu, untuk ukuran kemacetan seperti Jakarta, beberapa responden lebih senang memilih angkutan umum terlebih busway dan kereta komuter untuk mempersingkat waktu. Memiliki jalur sendiri sepertinya menjadi sebab yang rasional meski belum tentu kehadirannya sesuai jadwal.
Setiap tahun, jumlah pengguna angkutan umum di perkotaan terus menurun. Digantikan oleh kepemilikan kendaraan pribadi yang dapat diraih dengan mudah. Ya, bukanlah suatu hal sulit untuk menebus satu buah sepeda motor dengan uang muka rendah.
Butuh kesabaran memang, untuk mendapatkan transportasi umum yang layak di Jakarta. Belum lagi masalah pendataan angkutan umum untuk mencegah maraknya kasus kriminal yang terjadi.
Kalau Anda, lebih suka menggunakan transportasi apa?
Penomoran Halaman
Jajak Pendapat Yahoo!
Apa kendaraan andalan Anda di Jakarta?
Memuat...
Berita Lainnya
- Pengamat: Pembatasan BBM Bikin Repot
- Premium Dibatasi Ada Untungnya!
- Jakarta Macet, Ahli Salahkan Pemerintah
- 3 Rayuan Ahok Agar Masyarakat Naik Angkutan Umum
- Legislator Pekanbaru Dampingi Pelajar Tersangka Geng Motor
- Hasil Penjualan Buku "Untukmu Uje" akan Disumbangkan ke Pesantren
- Urai Kemacetan, Mulai dari Revisi UU Perumahan
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Bantu Beri Jawaban
Postingan Blog Pilihan
Setelah Bensin Bersubsidi Naik, Muncul Proyek Lanjutan
Newsroom Blog - Sen, 13 Mei 2013Proyek Beranak-pinak Pada KTP Elektronik
Newsroom Blog - Sen, 13 Mei 2013Artis dan Karir Politik
Newsroom Blog - Jum, 10 Mei 2013Fenomena Artis Berpolitik
Newsroom Blog - Jum, 10 Mei 2013Wajah Arsitektur Indonesia Dalam Penghargaan Aga Khan
Newsroom Blog - Jum, 10 Mei 2013Perubahan yang Tertunda di Malaysia
Newsroom Blog - Sen, 6 Mei 2013Antrian Harapan di Tempat Pemungutan Suara Pemilu Malaysia
Newsroom Blog - Min, 5 Mei 2013Kampanye 'Putri Reformasi' di Pasar Malam
Newsroom Blog - Jum, 3 Mei 2013Media yang Tak Seimbang Pada Pemilu Malaysia
Newsroom Blog - Jum, 3 Mei 2013Ujian Nasional Nan Menakutkan
Newsroom Blog - Jum, 3 Mei 2013
Jajak Pendapat Yahoo!
Apa kendaraan andalan Anda di Jakarta?
Memuat...
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 35
