Penghargaan buat SBY

Newsroom Blog

  • Suasana ruang koleksi perpustakaan. Foto: Robin Hartanto

    Jika apa yang anda bayangkan dari perpustakaan milik pemerintah adalah interior yang membosankan, lampu yang remang, fasilitas yang seadanya, dan koleksi yang tak tersusun rapi, maka Perpustakaan Direktorat Jenderal Penataan Ruang—baru saja diresmikan sekitar tiga bulan yang lalu—akan berseru tak setuju.

    Ruangannya tak seberapa besar, tapi begitu intim. Alas karpet meredam suara langkah kaki pengunjung, warna cokelat mudanya selaras dengan lemari-lemari cokelat tua tempat menyimpan koleksi buku. Sofa-sofa empuk mengitari sisi-sisi ruangan koleksi, siap memanjakan punggung pengunjung; tempat duduk yang lebih privat—tempat membaca yang lebih serius—terdapat di salah satu sudut. Dinding-dinding kaca menuntun masuk cahaya matahari, penerangan terbaik untuk membaca buku. Di kolom-kolom bangunan dipajang beberapa foto yang menghangatkan suasana: pepohonan di alam bebas, kompas, dan pena bulu dan secarik kertas. Ada juga jam dinding, tepat di bawahnya terdapat pajangan globe dunia yang terbuat

    Selengkapnya »dari Ada Perpustakaan Baru di Jakarta!
  • Tips Absurd Jakarta adalah seri tulisan yang berisikan tips-tips umum sehari-hari di sebuah kota, yang rupanya tidak benar-benar berlaku di Jakarta. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan anjuran-anjuran berikut, hanya saja... Jakarta keras, bung!
               
    Dengan jumlah kendaraan lebih dari 10 juta, tak ayal lagi untuk dapat berkendara di jalanan Jakarta dengan aman, apalagi nyaman, bukanlah perkara mudah.

    Masalahnya, selain jumlah kendaraan yang membludak, jalanan Jakarta, mengutip kolumnis Goenawan Mohamad, adalah “arena pergulatan tanpa marka”, yang sering kali juga tanpa makna. Ibarat hutan, hukum yang berlaku di jalanan Jakarta adalah hukum rimba.

    Tetapi, siapa yang sebenarnya berkuasa di hutan itu? Tidak pernah jelas.

    Apakah polisi yang berwenang menghukum pengendara yang melanggar? Atau pengemudi mobil berplat merah atau berhuruf depan “RI”? Atau pengendara motor yang gesitnya bukan main?

    Ataukah sopir angkutan kota yang beringas dan boleh berhenti sesuka hati; pemuda-pemuda

    Selengkapnya »dari Tips Absurd Jakarta: Mengendarai Kendaraan Bermotor
  • Para pemangku kepentingan yang menginginkan adanya pembatasan terhadap kepemilikan asing dalam saham bank nasional di negeri ini harus gigit jari.

    Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/ 8/PBI/2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum semakin mengukuhkan diperbolehkannya asing menguasai bisnis bank di Tanah Air.

    Pada regulasi tersebut hanya ditulis, kepemilikan 40 persen dari modal bank untuk pemegang saham badan hukum lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank. Sementara, untuk kategori pemegang saham berupa badan hukum bukan lembaga keuangan, besarannya 30 persen.

    Sedangkan untuk kategori pemegang saham perorangan pada bank umum konvensional, batasnya 20 persen dari modal bank. Khusus batas maksimum kepemilikan saham untuk kategori pemegang saham perorangan pada bank umum syariah, besarannya 25 persen dari modal bank.

    Bagaimana jika ada institusi perbankan baik asing maupun lokal yang ingin memiliki saham bank di atas batas yang ditentukan? Jawabannya, tetap diperkenankan

    Selengkapnya »dari Regulasi Bank Indonesia Mengundang Masuknya Pihak Asing
  • Masih ingat rasanya ketika pertama kali bergabung ke Twitter dan mendapatkan follower?

    Beberapa orang mungkin berusaha mendapat follower dengan cara konservatif: saling menyapa, mencari teman-teman lama, mengajak teman bergabung ke Twitter juga, atau cara sedikit radikal: mencari gara-gara alias twitwar, atau mengetik “Folbek dong kakak!” ke seribu akun lain.

    Sebagian orang, lebih progresif lagi: nazar telanjang tengah malam bila dapat 3000 follower.

    Twitter memang lebih dari sekadar bertukar kalimat berisikan 140 karakter. Twitter telah menjelma jadi rutinitas, komunitas, dan akhirnya ajang pencarian popularitas. Sampai-sampai, banyak orang rela bersusah-susah membangun citra di Twitter. Terdengar sepele? Mungkin.

    Tapi tidak bagi mereka yang menganggap Twitter teramat serius. Tak jarang, mereka yang punya follower banyak bisa menghasilkan uang dari Twitter. Dan di sisi lain, mereka juga bisa menciptakan percakapan yang populer (trending) mengenai sebuah topik hanya dengan kicauan.

    Kini

    Selengkapnya »dari Bayarlah Daku Kau 'Kufollow'
  • Foto: Gelar Pradipta
    Bagi sebuah kota besar alias megapolitan dengan penghuni jutaan jiwa, memiliki sarana transportasi umum yang baik tentu sebuah keharusan. Tak terkecuali Jakarta.

    Secara umum sarana transportasi di ibukota negara ini memang belum bisa dibilang baik. Tetapi di sektor kereta listrik, terdapat beberapa kemajuan yang patut dipuji. Antara lain:

    Commuter Line
    Saat pertama sistem ini diperkenalkan, banyak pengguna kereta listrik yang mengeluh. Bisa dimaklumi, kehadiran Commuter Line secara otomatis mengurangi dan menghapus jenis kereta Ekspres/Pakuan yang hanya berhenti di stasiun tertentu — sehingga waktu tempuh lebih cepat. Sementara Commuter Line berhenti di tiap stasiun.

    Lalu di mana letak kemajuannya? Ada di “rasa keadilan” yang diterapkan pengelola kereta. Dengan Commuter Line (serta penghapusan Ekspres) tidak ada lagi kereta yang harus mengalah berhenti sebentar demi menunggu Ekspres lewat.

    Lagipula, dengan sistem ini pengguna KRL tidak perlu mengingat banyak jadwal dan jenis kereta. Cukup

    Selengkapnya »dari Beberapa Kemajuan Kereta Listrik yang Patut Dipuji
  • Pemerintah menuai hujatan karena tak mampu mengendalikan stok serta harga kedelai. Akibatnya, perajin tahu dan tempe mogok produksi selama tiga hari. Makanan sehari-hari rakyat Indonesia itu pun jadi langka.

    Masalah kedelai bukan masalah baru. “Lubang besar” krisis kedelai telah menganga sejak pertengahan dekade 1990-an. Dan setelah hampir dua dekade, kita selalu jatuh pada lubang yang sama.

    Ada peristiwa apa gerangan di pertengahan dekade 1990-an itu? Sekitar tahun 1995, pemerintah mulai intens membuka keran impor. Tren ini lalu berlanjut dan akhirnya memuncak pada tahun 1998. Tarif masuk kedelai dipatok nol persen, alias bebas bea — persis seperti solusi jangka pendek pemerintah di pertengahan 2012 ini.

    Bedanya, saat itu kita masih getol memproduksi kedelai. Di tahun 1995, Indonesa tercatat bisa memproduksi sekitar 1,6 juta ton kedelai (dari kira-kira kebutuhan 2 hingga 2,2 juta ton). Dulu kita cuma impor 600 ribu ton per tahun.

    Sekarang yang terjadi kebalikannya: kita produksi hanya

    Selengkapnya »dari Kedelai Jatuh ke Lubang yang Sama
  • Saat saya masih kecil, orangtua saya melarang saya menyeberang jalan raya sendirian. Alhasil, ketika pertama kali nekat menyeberang jalan raya sendiri, saya — masih begitu lucu dan polos — merasa seperti jagoan yang berada di medan perang, hendak menundukkan musuh-musuh, yang tak lain tak bukan adalah kendaraan-kendaraan bermotor.

    Sebenarnya pengalaman itu biasa saja dan dapat saya lalui dengan mudah, tetapi imajinasi anak kecil yang senang melebih-lebihkan membuat saya bangga akan pengalaman itu.

    Saya memulai dengan tengokan kiri-kanan, memastikan keberadaan lawan. Menyadari jangkauan kaki yang tak seberapa, saya melangkah cepat dan gesit, sembari sesekali melihat ke bawah agar tidak tersandung. Tak lama, saya pun sampai di tujuan dengan merasa gagah.

    Itulah kisah yang sudah berumur belasan tahun, yang terjadi saat jumlah kendaraan bermotor di Jakarta masih sekitar dua-tiga juta.

    Sekarang ini, apa yang harus dihadapi pejalan kaki yang hendak menyeberang jalanan Jakarta adalah arena

    Selengkapnya »dari Menyeberang Jalanan, Menantang Jakarta
  • Lima tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk mengubah dan memperbaiki suatu kota. Pemimpin berperan sangat penting menentukan arah, apalagi untuk Daerah Khusus Ibukota Jakarta, poros berputarnya Indonesia.

    Masing-masing calon Gubernur DKI Jakarta punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Fauzi Bowo sebagai incumbent pastinya sudah berpengalaman. Foke adalah wakil gubernur pada masa Sutiyoso dan menjadi Gubernur 5 tahun terakhir. Namun banyak pula yang berpendapat bahwa pada lima tahun kepemimpinannya yang pertama tak banyak perubahan yang terjadi di Jakarta.

    Hendarji Supandji punya kelebihan sebagai calon independen yang tidak dilatarbelakangi kepentingan partai. Sayang, dia berkampanye dengan cara menyudutkan calon lainnya. Joko Widodo dipuji karena keberhasilannya dalam mengatur kota Solo, tapi juga dikritik karena meninggalkan Solo sebelum masa kerjanya berakhir.

    Hidayat Nur Wahid adalah negarawan yang menjadi ketua MPR periode 2004-2009. Slogan kampanyenya "Beresin

    Selengkapnya »dari Memilih Nasib Jakarta
  • Jakarta, adalah salah satu kota megapolitan yang memiliki sistem angkutan umum yang paling buruk. Kota yang dihuni puluhan juta manusia ini, tidak memiliki sebuah angkutan umum yang didesain untuk mengangkut ribuan hingga jutaan komuter tiap harinya.

    Akibatnya, populasi kendaraan pribadi pun meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Pembelian mobil dan motor yang semakin mudah dengan sistem kredit membuat hampir siapa-saja bisa memiliki kendaraan bermotor hari ini. Dengan penambahan populasi yang begitu cepat, dan infrastruktur yang tidak seimbang, bisa dipastikan hasilnya adalah satu: kemacetan yang semakin parah.

    Tadinya, saya adalah pengendara sepeda motor. Setiap harinya, saya menghabiskan 3 jam di jalan untuk mencapai kantor di daerah Senayan, dan lalu pulang lagi ke Depok. Setiap harinya, saya mengkonsumsi 3-4 liter bahan bakar hanya untuk mengantarkan saya, seorang diri. Setiap harinya, hampir pasti saya terlibat konflik dengan pengguna jalan raya lainnya - entah terserempet,

    Selengkapnya »dari Alasan Asyik Naik Angkutan Umum
  • Fisikawan Indonesia, Suharyo Sumowidagdo, terlibat dalam penemuan partikel yang dijuluki sebagai partikel Tuhan, Higgs boson. Lembaga penelitian nuklir Eropa Conseil Europeene pour la Recherche Nucleaire atau CERN mengumumkan penemuan Higgs boson pada 4 Juli 2012.

    Dunia fisika dikejutkan dengan penemuan partikel Higgs Bosson. Selama ini keberadaan partikel ini hanya ada dalam model teori standar. "Tanpa partikel ini tak ada akan ada berat, maka tak ada alam semesta. Tak akan ada apa-apa," kata Haryo saat diwawancara melalui voice chat, 5 Juli 2012.

    Partikel Tuhan adalah partikel terakhir dalam teori model standar. Ilmuwan mulai mencarinya sejak tahun 1964. Dalam model ini, alam semesta tercipta dari 12 partikel dasar dan enam pembawa gaya. Sebelumnya, baru lima partikel pembawa gaya yang ditemukan.

    "Selama ini kita melihat benda-benda yang punya berat, ada gravitasi yang membuat bumi berputar. Artinya, harus ada sesuatu yang menghasilkan massa untuk partikel-partikel itu," kata pria

    Selengkapnya »dari Fisikawan Indonesia Terlibat Dalam Penemuan Partikel Tuhan

Penomoran Halaman

(343 Artikel)