Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Newsroom Blog

    Argumen Hemat Buat Memiliki Pesawat

    Sadar akan kritikan yang muncul soal pembelian pesawat resmi kepresidenan, Kementerian Sekretariat Negara pun mengeluarkan jawaban. Intinya adalah soal hitung-hitungan ekonomi.

    Dalam konferensi pers di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (9/2), pembelian pesawat kepresidenan lebih murah $ 32,136 juta daripada biaya sewa pesawat kepresidenan selama lima tahun.

    Pernyataan ini dikeluarkan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V Nathans. Dalam keterangan resmi yang dimuat di situs setkab.go.id, hitung-hitungan yang muncul adalah, pesawat kepresidenan menelan biaya total $ 138,166 juta. Sementara biaya sewa pesawat selama 5 tahun untuk periode 2011-2015 sebesar $ 89,57 juta sehingga ada selisih sekitar $ 48,64 juta.

    "Ada selisih kemahalan membeli dibandingkan menyewa sebesar 48,64 juta dollar AS. Namun dengan membeli, negara memiliki aset pesawat dengan nilai buku setelah 5 tahun operasi sebesar 80,78 juta dollar AS. Dari hitungan itu negara lebih hemat 32,136 juta dollar AS jika memiliki pesawat," katanya.

    Pemerintah sendiri telah menganggarkan sebesar $ 58,600 juta pada 2010 untuk membayar pembelian pesawat yang dilakukan secara bertahap, yaitu sebesar $ 11,72 juta pada 2010, sebesar $ 10,28 juta pada 2011, dan $ 36,6 juta pada 2012. Pemerintah juga membayar biaya administrasi pembelian pesawat sebesar $ 54 juta pada 2010 dan $ 179,1 juta untuk 2011.

    Lambock mengatakan Menteri Keuangan telah menyetujui kontrak tahun jamak (multiyears contract) dengan surat nomor S-566/MK.2/2010 tertanggal 21 Desember 2010 untuk pengadaan "green aircraft".

    Menteri Keuangan juga telah menyetujui kontrak tahun jamak dengan surat bernomor S-8/MK.2/2012 tertanggal 17 Januari 2012 untuk pengadaan kabin interior dan sistem keamanan pesawat kepresidenan.

    Pesawat kepresidenan kini dalam proses pengerjaan sesuai spesifikasi yang diminta pemerintah, yaitu pesawat VVIP negara dari segi kemananan yang dapat mendukung efektivitas kerja.

    Lewat pernyataan tersebut, Lambock juga membantah rumor interior pesawat super mewah, tetapi rancangan pesawat disesuaikan untuk kebutuhan mobilitas dan sarana kerja presiden. "Kami pastikan pesawat ini tidak semewah yang dihebohkan dan gambar-gambar pesawat super mewah yang beredar di publik. Mungkin ada yang pernah melihat pesawat pribadi milik orang terkenal yang kemudian diasosiasikan sama seperti itu," ujarnya.

    Pesawat ini bisa digunakan selama 35 tahun sesuai aturan penerbangan dan mampu mengangkut 70 penumpang. Menurut Lambock, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya bakal menikmati pesawat ini selama 14 bulan sampai berakhir masa jabatan pada 2014, karena pesawat baru bisa digunakan mulai Agustus 2013.

    Dengan semua hitung-hitungan ekonomis yang diajukan oleh Kementerian Sekretariat Kabinet, apa pendapat Anda soal pembelian pesawat kepresidenan ini? Seperti biasa, kami menunggu tanggapan Anda lewat forum komentar di bawah ini.

    Spesifikasi

    Tipe
    : 737-800 Boeing Business Jet 2

    Harga
    : $ 91,209 juta (sekitar Rp 814 miliar)

    Status
    : Sudah selesai pada tahap green aircraft, diserahterimakan ke pemerintah Indonesia di Seattle, Amerika Serikat.

    Perjanjian pembelian
    : 27 Desember 2012

    Selesai
    : Agustus 2013

    Pembayaran
    : Tiga tahap,
    2010=$ 11,7 juta
    2011=$ 10,28 juta
    Januari 2012=$ 36,6 juta

    Fasilitas tambahan
    :
    Enam tangki, agar pesawat dapat terbang non-stop 10-12 jam
    Interior kabin $ 27 juta
    Sistem keamanan $ 4,5 juta

    Alasan pemilihan Boeing
    :
    - Segi operasional dan perawatan pilot di dalam negeri termasuk pilot TNI-AU lebih siap dan familiar
    - Pesawat Boeing juga banyak digunakan untuk penerbangan VVIP negara-negara di dunia

    Kriteria dan spesifikasi pesawat kepresidenan

    - Pesawat yang mampu terbang jauh 10-12 jam
    - Pesawat yang mampu mendarat di bandara kecil
    - Memiliki kapasitas sesuai untuk rombongan presiden (lebih kurang 70 orang)
    - Harus memiliki peralatan navigasi, komunikasi, cabin insulation, dan inflight entertainment khusus

    Setujukah Anda dengan pembelian pesawat kepresidenan dengan alasan menghemat?

    Setuju Tidak setuju
    62%

    2.090 orang telah menjawab pertanyaan ini.

    38%
    Memuat...

    Setujukah Anda dengan pembelian pesawat kepresidenan dengan alasan menghemat?

    Setuju Tidak setuju
    62%

    2.090 orang telah menjawab pertanyaan ini.

    38%
    Memuat...
    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    501 komentar

    • Wong Ndeso  •  3 bulan yang lalu
      Gimana ya cara ngitungnya bingun aku, bukannya kalo beli selalu dihitung modal beserta bunganya, ditambah dengan biaya operasionalnya, ditambah dengan biaya perawatan termasuk perawatan berbasis kalender yang harus dilakukan walaupun pesawat tidak dipakai sedangkan benefitnya adalah pemakaian pesawat yang paling hanya beberapa kali saja dalam sebulan ditambah pendapatan senilai harga jual pesawat jika kelak tidak dipakai lagi. Sedangkan jika menyewa dari Garuda yang merupakan BUMN bukankah berarti memberi tambahan pemasukan kepada Garuda yang merupakan BUMN yang berarti kembali kepada Negara.
      • Power_99 3 bulan yang lalu
        Kalau sewa Citra Negara Kita dimata Dunia bagaimana gan yang jadi pertanyaan kenapa harus Tipe 737-800 Boeing Business Jet 2 yang notabene mahal buat si rupiah dan apakah terjamin keamanannya. Kalau Ide Saya sie pesawat made in dalam Negeri. justru ada yang penting lagi pesawat pengawalnya
      • Ki Ageng Pambucatan 3 bulan yang lalu
        Orang waras pasti perhitungannya seperti Anda Wong Ndeso!.
        salam
      • Handaru 3 bulan yang lalu
        Biasa Indon suka Pamer
    • moh teguh  •  3 bulan yang lalu
      kalo untuk kepentingan pejabat, berapapun dananya pasti cepat direalisasikan...sementara sekolah rusak, jembatan ambruk, jalan putus...mungkin nunggu presiden baru 2014 baru terealisasi....hemm
      • nino 3 bulan yang lalu
        mudah2an tahun ini bambang legowo mengundurkan diri gan. amin
      • Muhamad 3 bulan yang lalu
        terlalu lama kalau menunggu presiden baru 2014,toh tidak akan bisa berubah dan semoga SBY cepat tumbang atau mengundurkan diri karena tidak mampu lagi memimpin negara ini...
      • Achmad Haryadi 3 bulan yang lalu
        kata siapa cepat? proyek ini sudah dari lama, sudah bertahun2 yang lalu, dan baru terealisasi sekarang, operasional pun masih lama.
        janganlah kalian menjudge pak beye kayak begitu, bayangkanlah kalau kalian ada diposisi beliau!
        apa semuanya semudah membalikan telapak tangan?
        pak beye juga pusing, semua anak buahnya gak bener, rakyat-rakyat sinis semua, coba kalian semua bayangkan tekanan mental apa yang dirasakan pak beye! ingat pak beye itu manusia biasa!
        jagalah kata-kata kita, apa iya dengan kita menjudge pak beye langsung jadi? gak kan?
        lihat diri kita sendiri! apakah kita sendiri cukup tangguh untuk berdiri diposisi pak beye sekarang? kalau memang iya kalian semua cukup tangguh, barulah boleh kita berkoar-koar!
    • Wira  •  3 bulan yang lalu
      Semoga tidak menjadi pesawat pribadi,seperti mobil dinas yg ujung2-nya jd milik pribadi dengan menyamarkan plat nomor merah kehitam-hitam-an...
      Tolong para pejabat yg jago itung2an...tolong hitung juga biaya perawatan pesawatnya pertahun,gaji pilot+co pilot+pramugari/gara+BBM-nya+pesawat2 pengawal dll. Jd jangan cuma ngitung beli-nya doang.
      • Mia Cordova 3 bulan yang lalu
        setuju
      • Sigit 3 bulan yang lalu
        Yg pasti milik kepresiden RI,
      • Theodore 3 bulan yang lalu
        iya tapi g mungkin kan pesawat presiden jadi pesawat pribadi hha sampe iya minta didemo 1 indo SBY

        btw itu gaji, BBM, dll g usah diitung kan mereka membandingkan beli pesawat sama sewa pesawat mana ada sewa pesawat gratis BBM gaji pilot pramugari dll jadi ya sama aja
    • asep  •  3 bulan yang lalu
      di Pakistan dan Malaysia, perdana menterinya pakei CN-235 VIP version made in Indonesia
      • Iqbal 3 bulan yang lalu
        maaf pak info anda kurang akurat, di malaysia PM Najib Rajak pakai Airbus A319 VVIP, beberapa teman saya bekerja disana, saya juga sering liat karena bila tidak dipakai biasanya parkir di SAE hangar, KLIA. Registrasinya 9M-NAA..... githu lho...
      • ahmad 2 bulan yang lalu
        BENER TUH IPTN AJA BIKININ UK SBY DASAR SERAKAH
    • Ki Ageng Pambucatan  •  3 bulan yang lalu
      Perjanjian pembelian: 27 Desember 2012

      Selesai: Agustus 2013

      Pembayaran: Tiga tahap,
      2010=$ 11,7 juta
      2011=$ 10,28 juta
      Januari 2012=$ 36,6 juta

      Perjanjian jual belinya ditanda tangani Desember 2012, tapi sudah membayar termin pembeliannya dari tahun 2010 dan 2011 hal ini yg bikin Pala gue puyeng tujuh keliling bikin gue jadi Bego, biasanya Orang saling sepakat dulu, setelah itu baru buat draf surat Perjanjian kalau sudah saling sepakat untuk menanda tangani Perjanjian tersebut Pihak Pembeli baru melunasi/bayar uang muka dan seterusnya sesuai perjanjian.

      Rakyat benar2 di bodohin itu baru masalah teknis perjanjian, ga tau yg lainnya wah kayanya ada Batu dibalik Udang nih..............
      Korupsi Berjemaah, begitu pun ngibul berjamaah Hebat ya.... Pemerintahan saat ini... SOLID!!!.
      Kompak pada jadi Maling.
      • Sendz21 3 bulan yang lalu
        setau saya, RI memang sudah booking slot sejak lama, sehingga membayar 'uang muka' untuk RI-1 ini lebih awal, agar bisa diproses dengan cepat. Jika tidak seperti ini, kemungkinan RI-1 selesai masih lama dan masih jauh...
      • arnaldo 3 bulan yang lalu
        ki ageng pambucat: hai bung loe ngk pernah baca berita mangkanya kagak tau berita, sudah lama indonesia berencana membeli pesawat ini, ngomong2 korupsi ! emangnya loe org jujur ????????? kalau loe jujur and ngk pernah korupsi apa buktinya !! mending diam dan jngn berkoar2 disini deh...
      • Arschloch 3 bulan yang lalu
        Ini udah pesannya dari 2006 Pak. Dealnya udah dari 2006. Anda ga baca berita ya?

        Lagipula emangnya anda pikir bikin pesawat sesuai spesifikasi pesanan VVIP itu kayak ngerakit Tamiya? Body dimana, mesin dimana, avionic dimana, dll.

        Taruhlah pemerintah emang korup, ga sensitif, dll dll. Tapi kan ya ndak berarti kita boleh asal jeplak tanpa wawasan yg lebih luas, toh?
    • Ari  •  3 bulan yang lalu
      Memperhatikan demografi negara RI, moda transportasi yang tepat adalah Helikopter besar sekelas Super Puma. Daya jelajah yang jauh dan kemampuan mendarat dimana saja bisa mencapai daerah terpencil. Untuk transportasi jarak jauh Presiden bisa naik pesawat komersil Garuda. Apakah dengan pesawat baru pekerjaan Presiden akan lebih efisien? Karena untuk tugas dalam negri sudah terdelegasi dengan adanya OTODA. Lebih baik dananya difokuskan dulu pada pengentasan kemiskinan.
    • k16productsk  •  3 bulan yang lalu
      Bagi pejabat bukan masalah,sewa atau beli,bukan juga mahal atau murah.Tapi yang penting ada proyek!
      Asal ada proyek kan ada FEE!
      Proyeknya mau berguna apa gak,EGP!!
    • Bond 007  •  3 bulan yang lalu
      Setuju setuju saja, kalo mmg penghematan yg jd point pembelian pesawat Air Force One RI, tp kondisi rakyat kita yg notabene masih banyak yg serba kekurangan, seharusnya jg masuk sebagai pertimbangan. Saya harap 35 tahun kedepan, setelah pesawat tersebut sudah dinyatakan tidak layak terbang, Indonesia sudah bisa produksi pesawat kepresidenan sendiri, melalui PT Dirgantara Indonesia.
    • Achmad Haryadi  •  3 bulan yang lalu
      sebagai warganegara alangkah baiknya kita menyikapi ini dengan positif, toh ini juga untuk unjuk kekuatan kepada dunia, sedangkan apabila kita pakai Garuda selalu, kan iya mahal, kata siapa juga kantong kiri pindadh ke kantong kanan? Garuda juga punya stake holder, duit ada ke pemrintah, tapi yaah cuma berapa persen sih?
      kita sebagai warganegara juga janganlah selalu negatif sma pemerintah, semua juga lagi di urusin, apa iya semua semudah membalikan telapak tangan? gak kan?
      ini semua buat kedepannya koq
      siapa sih yang gak bangga kalo kita semua punya kemajuan-kemajuan lagi?
      hilangkanlah egoisme, "kenapa mereka begitu padahal saya sendiri sudah lebih lama", jadilah manusia modern, yang berfikir tidak hanya sekali, dan dari satu fokus, berfikirlah dua kali, coba lihat dari segala sisi
      introspeksi
      jangan menjadi sesuatu kumpulan manusia yang semuaaa dilihat negatif
      lihat dari positfnya
      inilah yang buat Indonesia gak maju-maju, kita semua lihat negatifnya, kita ada orang buat salah dikit aja dicibir melulu, sekalinya sukses dijilatin.
      saya bukan anti Indonesia, saya ingin Indonesia lebih baik, dan itu semua tidak harus dimulai dari Pemerintah yaang "taat" sama rakyat, yang notabene sangat gak akan terjadi, kalo memang begitu dimana wibawanya? anarki meraja lela, ujung2nya semuanya pengen lepas dari Indonesia, jadi kayak Timor Leste. tapi mulailah itu semua dari kita sendiri, cara kita memandang suatu hal, jangan sinis, sesungguhnya kesinisan ini semua yang membuat Indonesia sering bentrok antar suku, gak maju-maju. padahal toh kalau kita mau usaha, be nice to all people, semuanya akan baik-baik saja, gak perlu ada bentrok
      ingatlah :
      "ask not what your country can do for you! but ask what you can do for your country!"
      God Speak Indonesia and all of his peoples!
      NKRI Harga Mati!
    • Dedi Aulia  •  3 bulan yang lalu
      semoga pesawat nya tar jatoh nimpah gedung DPR ... aminnn
    • boedi  •  3 bulan yang lalu
      ehm2...saya prihatin...ehm...ehmm...saya dizolimi...ehm..ehm...sudah 3 tahun gaji saya tidak naik...ehmmmm.....h
    • ajhawallace  •  3 bulan yang lalu
      pasti akan ada pembengkakan biaya di bidang perawatan dan pemeliharaan, semua juga tahu kalkulasi
    • IWATA  •  3 bulan yang lalu
      Mendingan beli Pesawat itu dari pada dana yang ada hanya untuk mempercantik infrastruktur yang sudah ada "gedung XXX" dan lainnya yang notabene masih layak dan baik . Apalagi pesawat ini jadi satu kebanggaan Negara kepulauan dan dipergunakan untuk Mobilitas para Pemimpin Negara dalam beberapa periode kedepan . dan Semoga sdm yang akan menerbangkannya nda suka nyabu karna bisa jadi abu nantinya.....
    • kong  •  3 bulan yang lalu
      pesawat sewa tidak berbeda dengan pesawat komersil, sedangkan pesawat kepresidenan sudah dirancang sedemikian rupa (ada ruang kerja pribadi, ruang meeting, fasilitas komunikasi, ruang istirahat) supaya presiden masih tetap bisa bekerja selama dalam perjalanan dan masih bisa berkoordinasi dengan bawahannya didalam negeri. ingat satu menit pun sangat berharga/mahal buat seorang kepala negara yang jadwal kerjanya sangat padat, n berbeda dengan masyarakat pada umumnya.
      Perlu kita ketahui Indonesia adalah negara besar n dikemudian hari akan semakin besar pula pengaruhnya didunia ini, oleh karena itu dituntut seorang kepala negara yang memiliki mobilitas sangat tinggi n efisiensi waktu pula, kalau hanya mengandalkan pesawat sewaan dapat dipastikan akan banyak membuang-buang waktu dalam perjalanan dinas tanpa bisa berbuat apa2).
      dilain pihak kalau mau pakai hitung-hitungan sangat detailpun(karena semuanya masih berupa estimasi/perkiraan belaka), tetap tidak akan bisa diketahui secara pasti apakah untung apa rugi jika membeli pesawat presiden jika dibandingkan menyewa pesawat.
    • Theodore  •  3 bulan yang lalu
      klo menurut gw ini bagus kok kan klo diitung" g cuma 5 tahun dan pesawatnya bukan buat SBY itu buat negara
      mau ganti" presiden 10-20 tahun ke depan g perlu buang duit buat sewa lagi kan asal jangan tiap 5 tahun ganti itu baru boros nda tau malu
    • Fobod  •  3 bulan yang lalu
      Hemat apanya ?.....selama negeri ini masih punya budaya KORUPSI, penghematan merupakan "kebahagiaan" bagi para koruptor, kalau negara jadi kaya karena pinter berhemat, maka para KORUPTOR juga jadi kaya karena pinter nggerogoti hasil dari penghematan itu.......Tul nggak...
    • javku  •  3 bulan yang lalu
      Nyewa pesawat nya ke BUMN, artinya duitnya keluar dari kantong kiri ke kantong kanan. Jadi kalau nyewa sebenarnya ngga ada kerugian, krn ujungnya itu duit balik lagi buat keuntungan BUMN yg disewa pesawatnya. Justru dengan beli kita kehilangan devisa dengan bayar ke perusahaan luar. Belum lagi ditambah dengan biaya perawatan pesawat. Lalu hitung juga tuh idle cost nya, krn pesawat kepresidenan ini pastinya bakal banyak nganggur di hangar, jd secara cost tidak eficient krn tidak digunakan secara komersial. Jadi buat pejabat yg "sok pintar", jangan sok berargument soal untung rugi kalau soal pesawat kepresidenan, ini cuma urusan gengsi dan "proyek" bancakan org2 pemerintah pusat. Kalau hitung2an duit mah pasti rugi krn ini bukan pesawat komersial. Berapa hutang negara kita skrg? kalau duitnya dipakai bayar hutang negara, beban kita sebagai rakyat akan bisa sedikit berkurang, jadi warteg tidak perlu dipajaki buat nambah kas negara. Nyesel gua dulu pilih SBY, gua pikir pinter, ternyata sama aja bego nya dengan para penjilat di sekelilingnya.
    • GRAFF  •  2 bulan yang lalu
      INI MENANDAKAN PEMERINTAH TIDAK MEMPUNYAI STANDAR UKURAN YG KOMOREHENSIP, AKHIRNYA KEBIJAKAN TERSEBUT MENJADI SIA2 BAGI RAKYAT, YG AKHIRNYA MENJADI BEBAN RAKYAT.
    • Pujoyuwono  •  3 bulan yang lalu
      mau membodohi rakyat...! kok ya keterlaluan banget ya pemerintah ini..gak punya hati
    • Ferri  •  2 bulan yang lalu
      NAEK ODONG-ODONG AJA KAYANYA SBY LEBIH PANTAS....KALAU DI LIAT DARI KINERJANYA.....

    Blog

    POLL

    Menurut Anda, apakah penahanan Angelina Sondakh akan berhasil mengungkap kasus korupsi anggaran Wisma Atlet?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat